Kriminal

Ketua KSP Mega Karisma Dibui, Aliran Uang Ditelusuri


BKM/RAHMAT DITAHAN -- Tim Jaksa Kejari Sinjai mengawal ketua KSP Mega Karisma untuk dijebloskan ke sel tahanan Tipikor Lapas Klas I Makassar.

MAKASSAR, BKM — Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Mega Karisma dijebloskan ke sel tahanan Tipikor Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Makassar. Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel telah melimpahkan tahap dua tersangka dan barang buktinya ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sinjai.
Ia ditahan terkait kasus dugaan korupsi dana Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (LPDB-KUMKM) dari Kementerian Koperasi di Kabupaten Sinjai pada tahun 2012-2013. Penahanan terhadap tersangka R dilakukan setelah berkas penyidikan perkara tersebut dinyatakan lengkap (P-21).
Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Sinjai Hari Surahman mengatakan, awal Januari lalu, pihaknya telah menetapkan tersangka pengurus koperasi tersebut berinisial SR. Kemudian disusul R yang berstatus sama.
“Untuk sementara baru dua tersangka. Namun kita sementara menelusurinya. Kita telah menyita rekening. Uangnya mengalir ke mana-mana. Itu akan ditelusuri siapa saja yang menerimanya dan siapa yang yang ikut bertanggungjawab, ” kata Hari Surahman usai menerima pelimpahan tahap II perkara tersebut di kantor Kejati Sulsel, Jumat (8/2).
Modus yang dilakukan tersangka dalam kasus ini, lanjut Hari Surahman, dana yang telah diterima bukannya disalurkan sepenuhnya kepada anggota koperasi. Melainkan digunakan untuk kepentingan pribadi.
“Kita sudah koordinasi dengan BPKP. Sudah ekspose juga. Kerugian negara yang ditimbulkan sekitar Rp3 miliar lebih,” sebutnya.
Hari Surahman menuturkan, total yang diajukan di dana bantuan Kemeterian Koperasi sekitar Rp3 miliar lebih tersebut digunakan tersangka dan tidak dapat dikembalikan. Tersangka baru menyelesaikan sekitar 3 sampai 4 bulan, dengan jumlah angsuran sekitar Rp100 juta.
“Tapi karena pembayaran angsurannya hanya berjalan 3 sampai 4 bulan, sehingga bunga dan total uang yang diterima tetap mencapai Rp3 miliar, ” terangnya.
Saat, ini kata dia, koperasi tersebut sudah beropasi lagi di Sinjai. Setelah mendapat kucuran bantuan, koperasi itu sudah tidak ada lagi.
Saat ini, untuk tersangka telah dilakukan penahanan guna mempermudah proses penanganan kasusnya. (mat/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments
To Top