PESANTREN AN-NUR TOMPOBULU
Headline

Anak Bunuh Ayah Usai Belajar Ilmu Kebatinan

SINJAI, BKM — Hari masih dini, Kamis (7/2). Kira-kira pukul 03.30 Wita. Di Dusun Bulujampi, Desa Gareccing, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai.
Terdengar suara gaduh dari sebuah rumah. Seorang pria bernama Muin (41) yang mendengar suara tak jauh dari kediamannya itu, langsung bergegas datang. Dia adalah anak dari sang pemilik rumah.
Saat masuk, ia hanya mendapati orang tua perempuannya bernama Becce, bersama saudaranya di dalam rumah. Sementara ayahnya Asiking (64) tak ditemukannya.
Muin bersama ibu dan saudaranya mengecek sumber suara ribut-ribut. Saat berada di pintu belakang rumah saudara Muin bernama Hamzah, mereka dibuat kaget. Tiba-tiba ada tubuh manusia yang dilempar ke arah ibu dan anak tersebut.
Ternyata itu adalah tubuh Asiking. Muin lalu memeriksanya. Sang ayah sudah tak bernyawa lagi. Kondisinya sangat mengenaskan. Terdapat luka gorok pada leher bagian belakang, serta telinga kiri.
Alangkah kagetnya lagi setelah mengetahui orang yang melakukan perbuatan tega itu. Dia adalah Hamzah alias Inci bin Ceking. Pria berusia 36 tahun ini merupakan anak kandung korban Asiking. Ya, Asiking dibunuh oleh putranya sendiri.
Mengetahui hal itu, Muin tak bisa berbuah banyak. Karena dia mendapati ayahnya sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Informasi yang diperoleh di lokasi, saat kejadian Asiking tidur di rumah berdua dengan anaknya Hamzah. Tiba-tiba saja, Hamzah menggorok leher ayahnya sendiri menggunakan parang. Akhirnya nyawa Asiking tak tertolong.

BKM/MUH SYAHIDIN
LOKASI PEMBUNUHAN-Suasana di depan rumah yang menjadi lokasi pembunuhan terhadap ayah oleh anak kandungnya.

Dalam dua bulan terakhir, Hamzah diketahui mengalami gangguan kejiwaan. Kuat dugaan, hal itu dikarenanya ia telah mempelajari ilmu kebatinan di Makassar. Pelaku kini telah diamankan di Mapolsek Sinjai Selatan.
Hamzah merupakan anak ke delapan dari sembilan bersaudara pasangan Asiking dan Becce. Ia telah menikah dan sudah memiliki anak.
Kapolsek Sinjai Selatan Iptu Lamirin, membenarkan adanya peristiwa berdarah di wilayah hukumnya. ”Kejadiannya baru diketahui oleh anak korban yang lainnya beberapa saat setelah ayahnya meninggal. Dia tak bisa berbuat apa-apa, karena korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” terang Iptu Lamirin, kemarin.
Saat ini, lanjut Lamirin, pelaku bersama barang bukti sebilah pisau yang dipakai untuk menghabisi nyawa ayahnya sudah diamankan. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan unit Inafis Satreskrim Polres Sinjai. “Pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan,” ujarnya.
Mengetahui peristiwa nahas tersebut, di hari yang sama setelah kejadian, Kapolres Sinjai AKBP Sebpril Sesa datang langsung ke lokasi. Ia didampingi Kasat Reskrim AKP Noorman Haryanto, dan Kapolsek Sinjai Selatan Iptu Lamirin.
Kapolres menyatakan turut berduka cita atas meninggalnya korban. ”Kami senantias mendoakan agar almarhum mendapat tempat yang layak dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” katanya.
Untuk penanganan kasusnya, Sebpril menegaskan bahwa Polres Sinjai dan jajarannya akan melakukan proses hukum atas kasus ini sesuai aturan yang berlaku. Karenanya, dia mengimbau masyarakat Desa Gareccing dan sekitarnya untuk menahan diri. Tidak terpancing dengan isu yang tak bertanggung jawab.
”Percayakan penanganan kasus ini kepada kami di kepolisian,” tandasnya.
Kepada istri almarhum, kapolres menyerahkan tali asih sebagai bentuk kepedulian terhadap peristiwa yang menimpa korban. Sebpril Sesa juga ikut mengusung keranda mayat almarhum menuju tempat peristirahatan terakhirnya. (din/rus/b)

www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top