Headline

Istri Tilap Uang Nasabah, Suami Pakai Judi


MAKASSAR, BKM — Penyidik Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sulsel terus mengembangkan kasus penggelapan uang nasabah Bank BRI Unit Toddopuli, Cabang Panakkukang. Setelah menjadikan teller Rika Dwi Merdekawati (28) sebagai tersangka, polisi kembali menetapkan tersangka baru.
Dia adalah Rendy (31), suami dari Rika. Pasangan suami istri yang berlamat di Kompleks Anggrek Bulan, Kabupaten Gowa ini begitu lihai dan kompak dalam melakukan aksinya menilap uang nasabah.
Penetapan satu tersangka baru ini disampaikan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani dalam rilisnya di mapolda, Rabu (6/2). Ia didampingi Kasubdit 2 Fismondev Kompol Hamka Malluru.
Dicky menjelaskan, dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka Rika, terungkap jika bukan hanya dirinya yang menikmati uang nasabah yang ditilapnya. Melainkan ada seorang pria bernama Rendy yang turut serta membantunya.
“Ketika ditelusuri, pria bernama Rendy yang disebutkan itu ternyata adalah suaminya. Ia berperan menghubungi Rika yang merupakan istrinya. Dalam komunikasinya, Rendy mengaku sebagai teller BRI dan meminta sejumlah uang dengan alasan untuk pinjaman. Dari sinilah hingga pasutri ini melancarkan aksinya. Keduanya kompak membuat sistem. Dan Rika sendiri yang membuat buku tabungan tanpa diketahui pihak BRI,” beber Dicky.
Jalinan kerja sama ilegal pasutri ini berjalan mulus hingga beberapa waktu lamanya. Berapa pun uang yang diminta oleh suaminya untuk ditransferkan, Rika selalu menurutinya. Uang tersebut dikirim ke tiga rekening berbeda.
Diakui tersangka, suaminyalah yang memaksa untuk ditransferkan uang dengan sejumlah alasan yang mendesak. Seperti untuk membayar angsuran barang elektronik, cicilan mobil dan motor, hingga dipakai bermain judi daring.
Pengakuan tersangka Rika, lanjut Dicky, juga diamini suaminya. Dari pengembangan kasus yang dilakukan penyidik, disita peralatan yang digunakan tersangka Rendy untuk bermain judi online. Ia memakai akun yang sistem permainannya lewat transfer menggunakan kartu anjungan tunai mandiri (ATM) berbeda. Polisi juga menyita buku tabungan atas nama tersangka Rendy.
Atas perbuatannya, tegas Dicky, tersangka Rendy dijerat dengan pasal 3 dan 5 junto pasal 2 Undang-undang No 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Ancaman hukumannya 20 tahun penjara dengan denda paling banyak Rp10 miliar.
Sebelumnya diberitakan, Rika yang bertugas sebagai teller BRI Unit Toddopuli Cabang Panakkukang menilap yang 47 orang nasabah pada 50 rekening. Akibat perbuatannya, nasabah kehilangan dananya hingga mencapai Rp2.310.000.100.
Setelah pihak Mapolda Sulsel menerima laporan dari pihak BRI, Subdit 2 Fismondev Ditreskrimsus melakukan penyelidikan. Rika berhasil diamankan di Hotel Gammara, Sabtu (26/1) sekitar pukul 22.30 Wita.
Dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, terungkap modus aksinya. Ia berhasil mengambil dana nasabah dengan memalsukan tanda tangan pada slip penarikan. Kemudian, ia mengimput jumlah nominal dana yang akan ditarik pada sistem Brinet BRI. Slip penarikan disimpan di kantor BRI unit sebagai bukti kas penarikan.
Dengan cara itu, nasabah bank tidak mengetahui bahwa tersangka telah mengambil uangnya dari rekening. Rika mengambil keseluruhan dana nasabah yang datang di kantor BRI Unit Toddopuli Cabang Panakkukang untuk melakukan penyetoran atau penarikan melalui pelaku sebagai teller.
Penyalahgunaan dana nasabahini telah dilakukan pelaku sejak April hingga Desember 2018. Dana nasabah tersebut digunakan Rika dan suaminya untuk melunasi utang, serta membayar uang muka satu unit roda empat. Kemudian membeli perhiasan dan dua unit roda dua.
Kini, Rika bersama suaminya Rendy sama-sama menghuni sel tahanan Polda Sulsel. Penyidik masih terus mengembangkan kasus ini. Salah satunya akan memeriksa dan meminta keterangan dari internal Bank BRI. (ish-mat/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments
To Top