PESANTREN AN-NUR TOMPOBULU
Headline

Sudah 29 Orang Meninggal

GOWA, BKM — Banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Gowa menelan korban jiwa cukup banyak. Hingga Kamis sore (24/1), sedikitnya sudah ada 29 mayat yang ditemukan para tim pencari.
Sebelumnya dilaporkan, ada 44 orang yang dinyatakan hilang pascalongsor. 23 di antaranya di Desa Pattallikang, Kecamatan Manuju, dan 21 orang di Sapaya, Kecamatan Bungaya.
Data terakhir yang diperoleh di Posko Induk Bencana Alam Kabupaten Gowa, korban meninggal yang ditemukan berjumlah 29 orang.
Untuk Kecamatan Bungaya, sebanyak sebanyak 14 ditemukan. Di Desa Mangempang, masing-masing Hamzah bin Nuru, Erlangga, Mutung Dg Kasma, Muh Iksan.
Di Desa Buakkang, mayat yang ditemukan adalah Karimuddin. Sedang di Desa Bontomanai adalah Bonto bin Baso. Di Kelurahan Sapaya yakni Dg Tola, Dg Bola’, Hamsir, Aldi, Dg Jarung, H Naha, Saeni, dan Ti’no binti Leo.
Sementara di Desa Pattallikang, Kecamatan Manuju sudah enam orang ditemukan meninggal dunia. Pada hari Rabu (23/1) sudah ditemukan lima orang. Disusul kemudian pada Kamis (24/1) pukul 13.00 Wita ditemukan lagi satu orang tewas bernama Rahmatia (41). Jasadnya yang mulai hancur itu langsung dievakuasi tim penyelamat ke rumah keluarga korban untuk diproses pemakaman.
Dalam proses pencarian di hari ketiga pascalongsor, kemarin, tim 2 yang dipimpin Dandim 1409 Letkol Arh Nur Subekhi bersama Wabup Gowa Abd Rauf Malaganni terus bergerak. Pencarian yang didampingi anggota Basarnas dan masyarakat sekitar itu menggunakan alat berat eskavator, serta bantuan anjing pelacak.
“Proses pencarian korban longsor di Kecamatan Manuju dan Bungaya tengah berjalan. Semoga seluruh korban hilang dan diduga sudah meninggal dunia segera ditemukan,” ujar Kabag Humas Kerja Sama Pemkab Gowa Abdullah Sirajuddin, kemarin.
Sementara Tim 1 Evakuasi Bencana Alam Gowa yang dikomandoi Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, saat ini fokus memantau kondisi lokasi banjir di Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, serta Kelurahan Pangkabinanga dan Desa Tetebatu, Kecamatan Pallangga.
Bupati juga memantau kondisi para pengungsi. Mereka yang tidak menempati titik pengungsian, atau hanya mengungsi ke rumah keluarga dan tempat aman di luar titik posko pengungsian yang ditunjuk pemerintah, disuplai logistik.
“Pemkab Gowa menjamin ketersediaan logistik kepada para korban banjir, baik berupa makanan, minuman hingga pakaian dan kebutuhan lainnya. Pendistribusiannya kita lakukan ke korban longsor di Manuju dan Bungaya,” kata Adnan di Posko Induk Bencana Alam.
Bahkan, rencananya bantuan akan disuplai ke Bungaya dan Manuju menggunakan pesawat helikopter. Namun hal itu urung dilakukan, lantaran pihak TNI AU melarang untuk terbang karena cuaca tidak memungkinkan.
“Evakuasi korban longsor terus kita lakukan. Termasuk suplai logistik ke lokasi longsor. Tadi pagi (kemarin) saya sudah dapat dukungan Pangdam untuk menuju Bungaya dan Manuju dengan menggunakan heli. Namun batal, karena TNI AU melarang karena cuaca tidak bagus. Jadi kami suplai logistik lewat jalur darat semampunya, sambil menunggu kondisi cuaca bagus untuk terbang. Alat berat juga sudah kita kirim untuk membuka akses-akses jalan,” terang bupati.
Dari data yang ada, total pengungsi baik korban banjir maupun tanah longsor mencapai 3.074 jiwa.
Ditanya soal kondisi waduk Bilibili per hari Kamis kemarin, Adnan mengatakan sudah normal. “Data terakhir saya dapatkan dari pihak BBWSPJ, volume air sudah berada pada garis elevasi 99.45. Jadi terus bergerak turun dari elevasi tinggi 101.85 pada hari Selasa. Ini menandakan bahwa pintu air waduk sudah mulai ditutup, yang semula pintu air dibuka dengan ketinggian 7,5 meter, kini sisa 1 meter terbukanya pintu air waduk. Alhamdulillah,” jelas Adnan lagi.

Santunan

Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) melalui Staf Ahli Mensos Bidang Tenaga Ahli Kessos Prof Sahabuddin, dan Kasubid Penanganan Darurat Bencana Alam Iyan Kusmadiana menegaskan akan memberikan santunan bagi para korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor. Per orang mendapatkan Rp15 juta. Diserahkan kepada masing-masing ahli waris korban tewas tersebut.
Hal ini disampaikan dua delegasi Kemensos RI tersebut saat berkunjung ke Posko Induk Bencana Kabupaten Gowa, Kamis (24/1) pukul 16.00 Wita.
Kepada wartawan di posko yang ada di Baruga Karaeng Pattingaloang Pemkab Gowa, Iyan Kusmadiana mengatakan kondisi banjir yang terjadi di Sulawesi Selatan saat ini menjadi perhatian Kemenetrian Sosial.
Karena itu, dirinya bersama Staf Ahli Mensos telah berkunjung ke Sulsel. Termasuk ke Kabupaten Gowa sebagai salah satu daerah yang terdampak banjir dan longsor.
“Pak Menteri Sosial memerintahkan kepada kami untuk segera mendampingi Dinas Sosial untuk melihat kondisi dari dekat. Kami
datang ke sini namun belum ada pernyataan darurat dari seluruh kabupaten terdampak bencana. Sehingga prosedur yang kami lakukan masih reguler,” terang Iyan didampingi Mappasomba, Asisten II Pemkab Gowa selaku Koordinator Posko Induk Kabupaten Gowa.
Kemensos mendampingi Dinas Sosial untuk penyaluran bantuan-bantuan yang ada di gudang Kemensos, baik regional maupun yang ada di Dinas Sosial Provinsi yang sementara didistribusikan ke masing-masing kota terdampak. Bantuan-bantuan itu berbagai jenis kebutuhan korban banjir dan longsor. (sar/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top