PESANTREN AN-NUR TOMPOBULU
Metro

Oknum Honorer DTRB “Peras” Warga, Minta Biaya Pengurusan IMB Rp15 Juta

MAKASSAR, BKM — Instansi Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) Kota Makassar kembali tercoreng.

Seorang oknum honorer DTRB yang bertugas sebagai pengawas bangunan di wilayah kecamatan Bontoala, bernama Eka Permana, melakukan tindakan tak terpuji,  bahkan diluar aturan kepada warga.

Eka Permana yang tak lain adalah anak kandung Kasubag Kepegawaian DTRB itu, meminta biaya penguruskan izin mendirikan bangunan (IMB) rumah tinggal kepada warga kelurajan Wajo Baru kecamatan Bontoala, Rp15 juta.

Biaya pengurusan IMB Rp15 juta, itu telah ia terima dari warga (Pihak pemohon IMB) bernama Marzuki, pada bulan Septeber 2018 lalu.

Penyerahan biaya IMB tersebut disertai dengan bukti tanda terima diatas kertas Kop Dina Tata Ruang dan Bangunan Kota Makassar. Ironisnya, hingga saat ini, IMB warga yang bersangkutan bulan jadi.

“Saya memang pertanyakan ini pak, sebab saya sudah bayar Rp15 juta untuk pengurusan IMB, sampai sekarang belum jadi. Parahnya lagi pak, dibelakangan saya dimintaki lagi Rp2 juta untuk keterangan rencana kota (KRK). Padahal perjanjian saya dengan Eka, Rp15 juta itu sudah inklut semua. Ini sama dengan pemerasan,” kata Marzuki warga/pemohon IMB kepada Beritakota Makassar, Jumat pekan lalu.

“Sebenarnya saya tidak masalahkan soal biayanya. Berapa pun kami bayar, yang penting jadiji IMBku. Ini kan tidak jadi, baru saya dimintaki lagi Rp2 juta,” ujarnya.

Eka Permana pengawas DTRB di wilayah kecamatan Bontoala yang dikonfirmasi terkait hal tersebut, mengakui dirinya telah menerima biaya pengurusan IMB Rp15 juta dari Marzuki.

“Iya benar, saya sendiri terima dananya 15 juta dari Marzuki. Dan ada tanda terimanya. Tapi saya ini kan bawahanji, saya disuruhji juga. Semua dananya itu, saya serahkan ke Pak Kabid. Saya serahkan ke Pak Kabid, waktu mau berangkat studi banding keluar kota, akhri tahun lalu,” kata Eka Permana kepada Beritakota Makassar, Jumat pekan lalu.

“Murahji saya kasi itu, 15 juta. Saya bantu dia dari izin Ruko menjadi rumah tinggal. Kalau bangunan Ruko, dia bisa bayar sampai Rp40 juta lebih. Jadi semua uang IMB dari Pak Marzuki saya serahkan semua ke Pak Kabid,” ujar Eka.

Sementara Kabid Pengawasan dan Penindakan DTRB Makassar, Ismail yang ditemui diruang kerjanya, pagi tadi, membantah jika dirinya telah memerintahkan Eka untuk meminta biaya IMB kepada warga yang bersangkutan.

“Saya keberatan ini, namaku dicatut. Sejak kapan saya suruh itu Eka mengambil biaya pengurusan IMB di lokasi yang dimaksud. Saya tidak pernah suruh, dan saya tidak pernah menerima dana 15 juta dari Eka,” aku Ismail.

“Nanti saya panggil Eka, panggilkan juga saya itu warga yang bermohin IMB. Ini harus di klarifikasi, saya keberatan namaku dibawa bawa seperti ini,” ketusnya. (drw)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top