PESANTREN AN-NUR TOMPOBULU
Headline

Suami Istri Kemas 4 Kg Sabu di Hotel

MAKASSSAR, BKM — Sepasang suami istri dibekuk aparat Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNPP) Sulawesi Selatan. Seorang kurir ikut diringkus. Sebanyak 4 kg sabu diamankan.
Pasutri yang diringkus itu adalah Muhammad Taqdir bin Rahmat (41) dan Syamsiah (33). Keduanya warga Jalan Batua Raya II Lorong IV Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala. Sementara kurirnya bernama Abd Jalil (45), warga Jalan Kalimantan Kompleks PU Kecamatan Ujung Tanah, Makassar.
Petugas BNNP Sulsel mengungkap kasus ini, Kamis malam (10/1) sekitar pukul 20.00 Wita. Sebelumnya, diperoleh laporan dari masyarakat yang menyebutkan akan ada transaksi narkotika di wilayah Maros.
Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti tim Bidang Pemberantasan BNNP. Penyelidikan di lapangan dilakukan oleh tiga tim. Melibatkan pihak Kejari dan Polres Maros.
”Dari hasil koordinasi dengan Kejari dan Polres Maros, kemudian dibentuk tiga tim. Selanjutnya tim disebar untuk melakukan razia dan penyisiran guna menemukan jejak pelaku,” ungkap Brigjen Pol Idris Kadir, Kepala BNNP Sulsel dalam rilis kasus ini di kantornya, Jumat (11/1). Ia didampingi Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Sulsel AKBP Ustim Pangarian.
Dalam razia di depan kantor Kejari Maros, tidak ditemukan pelaku yang dicurigai. Dari sini tim Bidang Pemberantasan BNNP Sulsel melakukan penyelidikan di Hotel Grand Town Maros. Tempat ini dicurigai menjadi tempat persinggahan pelaku.
Guna memastikan kecurigaan petugas, dilakukan koordinasi dengan pihak Hotel Grand Town Maros. Selanjutnya, penyisiran pun berlangsung.
Upaya tersebut berbuah hasil. Keberadaan pelaku teridentifikasi berada di lantai empat kamar 403. Tanpa menunggu waktu, penggerebekan pun dilakukan. Benar saja, tiga orang yang sedang diburu berada di dalamnya. Mereka langsung diamankan.
Saat dilakukan penggeledahan, sejumlah barang bukti ditemukan. Masing-masing satu bungkus sabu seberat 800 gram. Dua bungkus sabu masing-masing berisi 1.000 gram. Empat bungkus sabu dengan berat total 200 gram. Ada pula satu timbangan. Serta tiga lembar Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Barang bukti lain yang ditemukan, yakni dompet berisi kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) sejumlah bank. Seperti BNI, BCA, BRI, dan kartu identitas. Dua buku rekening Bank BNI, dan satu buku rekening BRI. Dua buah BPKB, serta satu unit mobil Toyota Avanza.
”Setelah semua barang bukti diamankan, ketiganya kemudian dibawa ke kantor BNNP untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan,” kata Brigjen Idris.
Saat diinterogasi, pasutri yang berprofesi tukang timbang emas ini mengakui jika barang haram yang diamankan itu merupakan miliknya. Mereka mendapatkannya dari Kabupaten Wajo.
”Tersangka mengaku dipasok dari jaringannya yang ada di Malaysia. Masuk melalui Parepare lalu ke Kabupaten Wajo,” terang Brigjen Idris lagi.
Usai mengambil sabu tersebut, ketiganya kemudian menginap di Hotel Grand Town Maros. Di tempat inilah mereka mengemasnya dalam paket kecil, antara 40-50 gram. Rencananya akan dipasok untuk diedarkan.
Menurut Kabid Pemberantasan BNNP Sulsel AKBP Ustim Pangarian, pihaknya sudah tiga hari melakukan perburuan terhadap jaringan internasional ini. Setelah meyakini bahwa ketiganya berada di hotel, mereka pun langsung disergap.
”Jadi diterima informasi, ada yang hendak transaksi sabu di wilayah Maros. Barangnya dijemput dari Wajo,” ujar Ustim.
Saat ini, BNNP masih melakukan pengembangan. Jaringan pelaku terus ditelusuri. (ish-mat/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top