PESANTREN AN-NUR TOMPOBULU
Headline

Diiming Kredit, 115 Nasabah BRI Tertipu Rp1,4 Miliar

MAKASSAR, BKM — Aksi tipu-tipu di dunia maya kembali dibongkar aparat Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel. Dengan menggunakan websita palsu Bank BRI, pelaku berhasil meraup uang dari 115 nasaban bank plat merah tersebut hingga Rp1,4 miliar.
Dari hasil pelacakan dan pengejaran terhadap pelaku, penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel berhasil mengamankan dua orang. Masing-masing Sudirman (34), warga Kelurahan Sumpang Mango, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidrap, serta Suparman (30), asal Belawa, Kabupaten Wajo.
Direktur Ditreskrimsus Polda Sulsel Kombes Pol Yudhiawan Wibisono mengatakan, kedua pelaku telah melakukan penipuan terhadap 115 nasabah bank BRI di seluruh Indonesia melalui website palsu.
“Total kerugian nasabah yang jadi korban penipuan sebesar Rp1,4 miliar lebih,” beber Yudhiawan dalam keterangan persnya di Mapolda Sulsel, Jumat (11/1).
Pengungkapan kasus ini berdasarkan laporan dari pihak Bank BRI Pusat pada 25 Oktober lalu. Modus operandi pelaku dalam melancarkan aksinya, tersangka Suparman membuat email untuk selanjutnya dibuatkan website BRI tiruan.
Sudirman kemudian menyebar pesan singkat (SMS) kepada nasabah BRI secara acak lalu menawarkan kredit secara daring, dengan bunga rendah.
“Nah, nasabah yang tertipu kemudian diarahkan ke website BRI tiruan tersebut,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani yang juga turut hadir dalam rilis kasus, kemarin.
Kata Dicky, nasabah yang berhasil diperdaya kemudian mengisi data di website tiruan itu. Mereka diminta menulis biodata dan lainnya. Termasuk kata sandi (pasword) ATM milik nasabah. Dengan begitu, pelaku mudah melakukan pembobolan.
Sudirman yang memperdaya korbannya dengan modus memberikan pinjaman secara online kepada nasabah dengan bunga rendah, tertangkp di Kecamatan Pituriawa, Kabupaten Sidrap akhir 2018 lalu. Saat diamankan, ada empat rekan Sudirman yang berhasil meloloskan diri.
Mereka adalah Cambang, Uching, Ersan, dan Helma. Semuanya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pengejaran.
Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sulsel AKBP Musa Hengky Pandapotan Tampubolon menerangkan, Sudirman dalam menjalankan aksinya membuat email google. Kemudian membuat blog yang berisikan tampilan pinjaman secara online. Lalu membuat link di www.webbhot.com.
”Setelah dibuat, maka tersangka menyebarkannya melalui SMS. Isianya; pengajuan kredit pinjaman online dengan bunga rendah. Kami dari Asiafinance menawarkan pinjaman online tanpa agunan” beber AKBP Musa.
Setelah itu, rekan Sudirman yang lain menghubungi nasabah untuk melengkapi berkasnya. Jika setuju, pelaku menuntun korban untuk mengisi data pada link jebakan.
“Apabila korban mengisi data tersebut, maka secara otomatis datanya akan terekam,” ungkapnya.
Khusus untuk tersangka Sudirman, selama menjalankan aksinya sejak Maret hingga Oktober 2018, sudah melakukan penipuan terhadap puluhan korban. Ia berhasil meraup untung sebesar Rp700 juta.
“Ada beberapa korbannya yang berhasil diketahui. Satu orang dari Bekasi yang ditipu Rp10 juta. Satu orang Purbalingga Rp2 juta. Dua orang Surabaya Rp8 juta. Satu dari Jeneponto sebesar Rp8 juta,” sebutnya. (mat/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top