PESANTREN AN-NUR TOMPOBULU
Headline

Danny Heran, Adnan Evaluasi Lurah

MAKASSAR, BKM — Dua daerah bertetangga, yakni Kota Makassar dan Kabupaten Gowa gagal meraih piala Adipura tahun 2018. Kepala daerah di dua daerah ini pun beraksi.
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengaku heran jika daerah yang dipimpinnya tak berhasil mendapatkan supremasi tertinggi di bidang lingkungan hidup dan kebersihan itu. Sementara Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengevaluasi kinerja para lurah. Jika tak bisa bekerja, mereka terancam diganti.
Kepada BKM yang mewawancarainya, Jumat (11/1), Danny –sapaan akrab Ramdhan Pomanto– tak menyangka Makassar tak mendapatkan Adipura. Padahal jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tahun 2018 lebih baik.
Bahkan saat terakhir kali ia melihat penilaian kota terkait Adipura, nilai Makassar tergolong tinggi. Bahkan lebih tinggi daripada tahun lalu.
“Logikanya juga, dulu pepohonan belum tumbuh. Sekarang sudah lebih hijau. Dulu pedestrian tidak lebih banyak dari sekarang. Makanya heran kenapa Makassar tidak dapat (Adipura),” kata Danny.
Danny menduga, salah satu faktor sehingga Makassar tidak meraih Adipura, karena prosedur penilaian yang berbeda dari tahun sebelumnya. Jika tahun-tahun sebelumnya penilaian Adipura ditentukan oleh dewan Adipura, kali ini ditentukan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia.
“Kalau sebelumnya penilaian Adipura itu ditentukan oleh dewan Adipura yang terdiri dari mantan-mantan menteri lingkungan hidup, pemerhati lingkungan, serta Walhi. Sekarang yang memutuskan wapres. Mungkin di situ ada prosedur yang membuat kita tidak dapat Adipura,” jelas Danny.
Walau tak mendapat Adipura, namun Danny tetap optimis dengan pengelolaan kebersihan di Kota Makassar selama ini. Bahkan dalam waktu dekat ia segera menggaungkan Terus Bersih Tanpa Adipura.
“Kita juga akan lebih menekankan Perda Kebersihan. Jadi siapa yang buang sampah, apalagi di depan rumah, kita sanksi dengan denda Rp50 juta,” tegasnya.
Kegagalan Makassar meraih piala Adipura menjadi tanda tanya besar anggota DPRD. Sebab selama ini persoalan lingkungan hidup dan kebersihan telah tertangani dengan baik. Makassar juga telah mengantongi berbagai prestasi, baik nasional maupun internasional.
”Wali kota sudah memperlihatkan kinerjanya untuk menjadikan Makassar dua kali tambah baik. Prestasi Makassar juga sudah cukup banyak. Karenanya, menjadi pertanyaan jika tidak menerima Adipura tahun 2018,” kata Syamsuddin Kadir, anggota komisi C Bidang Pembangunan, kemarin.
Rasa heran juga disampaikan Fasruddin Rusli, anggota komisi C lainnya. Alasannya, bila melihat kondisi yang ada di Makassar, terutama persoalan kebersihan, kota ini sangat layak untuk mendapat Adipura keempat kalinya.
“Saya juga heran, bagaimana penilaian pusat sehingga Makassar tidak mendapat Adipura. Padahal Makassar layak mendapatkan Adipura keempat kalinya dengan melihat kondisi yang ada sekarang,” tandasnya.
Meski tak meraih Adipura di akhir kepemimpinannya sebagai wali kota, Fasruddin berharap Danny tetap menggenjot kerja-kerja aparaturnya. Terutama kecamatan dan kelurahan untuk tidak kendor. Sehingga prestasi bisa kembali ditorehkan.

Ganti Lurah

Dihubungi terpisah, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan memberikan warning kepada para lurah dalam Kecamatan Somba Opu. Ia memberi batas waktu satu bulan terhadap mereka. Jika tidak mampu menunjukkan kerja maksimal dalam mengatasi persampahan, lurah tersebut diganti.
Penegasan itu disampaikan Adnan di sela memberikan sambutan pada pencerahan qalbu Jumat Ibadah yang berlangsung di Masjid Agung Syekh Yusuf, Jumat pagi (11/1).
Peringatan tersebut menyusul kegagalan Kabupaten Gowa meraih piala Adipura tahun 2018. Di Sulsel tercatat ada 14 kabupaten/kota yang meraihnya.
“Sebenarnya bukan langsung pialanya yang kita kejar. Tapi kita targetnya kesituji juga. Sebelum ke piala, kita baru buru sertifikat Adipura dulu. Yang jelas kita tetap punya target ke sana. Makanya, saya meminta lurah untuk bekerja maksimal. Jika dalam waktu satu bulan tidak bisa melakukannya, maka lurahnya akan saya ganti,” tandas Adnan. (nug-arf-sar/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top