PESANTREN AN-NUR TOMPOBULU
Headline

Jaksa dan Pegawai Terkena Lemparan Batu

MAKASSAR, BKM — Puluhan mahasiswa asal Jeneponto yang tergabung dalam Himpunan Pelajar Mahasiswa Turatea (HMPT) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Kamis (10/1). Demo ini berujung ricuh.
Bermula ketika aparat kepolisian hendak memadamkan ban bekas yang dibakar oleh demonstran HMPT. Aksi saling dorong pun terjadi. Selanjutnya saling lempar batu antara massa mahasiswa dengan aparat dan pegawai Kejati.
Kericuhan semakin memanas ketika mahasiswa melakukan aksi blokade jalan di depan kantor Kejati. Mereka juga menahan kendaraan yang hendak melintas. Kemacetan parah pun tak terhindarkan.
Insiden saling lempar batu menyebabkan beberapa pegawai, jaksa, dan mahasiswa menjasi sasaran. Bahkan Salahuddin, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel yang hendak menemui para pendemo ikut terkena lemparan batu. “Saya kena lamparan batu di dada kanan,” ujar Salahuddin.
Selain dirinya, lanjut Salahuddin, ada beberapa pegawai yang mengalami kejadian serupa. ”Untung tidak ada yang terluka,” imbuhnya.
Salahuddin sangat menyayangkan aksi demo yang berujung anarkis seperti ini. Karena penyampaian aspirasi bisa dilakukan secara baik-baik.
Aksi demi berhenti ketika Kepala Kejari Jeneponto yang berada di Kejati Sulsel kemarin, memerima 10 perwakilan mahasiswa. Mereka kemudian diperbolehkan masuk untuk menyampaikan aspirasinya di dalam kantor kejati.
Hasril Ramli dari HMPT dalam pernyataan sikapnya, menuntut pihak kejaksaan melakukan pengusutan terhadap dugaan penyimpangan dan penyalahgunaan anggaran RSUD Lanto Daeng Pasewang sebesar Rp306 miliar. Dana tersebut bersumber dari DAU (Dana Alokasi Umum) dan BPJS kesehatan tahun anggaran 2015 hingga 2018.
“Kami minta kejati segera melakukan pemanggilan terhadap direktur RSUD Lanto Daeng Pasewang,” kata Hasril Ramli.
Selain itu, mereka juga menutut untuk segera mengusut tuntas kasus dana aspirasi DPRD Jeneponto tahun 2013. (mat/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top