PESANTREN AN-NUR TOMPOBULU
Sulselbar

Ada “Surga” Tersembunyi yang tak Terjamah

AKSI SEKCAM -- Sekcam Pitu Riase, Jemmy Harun saat berada di negeri atas negeri di Kecamatan Pitu Riase, Rabu (9/1)

JARUM jam menunjukkan pukul 16.25 Wita, Rabu (9/1). Mobil jeep yang dikemudikan Sekcam Pitu Riase, Jemmy Harun bersama seorang para kepala seksi harus berhenti sejenak di sebuah tanjakan panjang.

Berkali-kali dicoba untuk mundur dan maju lagi tapi tetap saja mobil Katana yang dirakit jadi jeep ini tak mampu mendaki. Warga setempat pun turun tangan menarik beramai-ramai hingga sampai di puncak tanjakan ekstrim.
Di puncak tanjakan, mobil diistirahatkan sejenak untuk mendinginkan mesin. Setelah mesin sudah agak dingin, mobil kembali melaju di tanjakan berikutnya.
Dusun 1 Bola Petti Desa Leppangeng Kecamatan Pitu Riase berjarak hanya sekitar setengah kilometer lagi. Hanya saja perjalanan rombongan Sekcam Pitu Riase ini masih harus menempuh jarak sekitar 6-7 kilometer lagi. Rencananya rombongan akan menginap di rumah Sekdes Leppangeng, Siduman.
Untuk ke rumah Sekdes, medannya semakin berat. Apalagi malam sebelumnya turun hujan, membuat jalanan yang sudah dapat proyek pengerasan sekitar satu tahun ini sulit di lalui dengan mobil.
Terpaksa perjalanan dilanjutkan dengan kendaraan roda dua. Warga setempat dengan suka rela membonceng Sekcam dan rombongan ke Dusun Pasang Ridi, lokasi untuk menginap.
Suasana mulai gelap saat melalui pendakian yang sangat terjal. Meski sudah pernah dapat proyek pengerasan, namun kondisi jalan saat ini sudah mengalami kerusakan yang sangat parah.
Aliran air hujan mengikis pasir dan bebatuan sebagian material pengerasan, sehingga tidak ada yang tersisa membuat jalanan semakin licin. Apalagi ketika dalam kondisi hujan.
Diperlukan nyali dan ketangkasan khusus berkendara dijalan ini. Karena jika salah sedikit saja, pengendara bisa terjungkal di jurang. Atau jika terjatuh pasti akan terseret ke dasar pendakian.
Baru berjalan sekitar 2 kilometer, pinggang sudah terasa pegal karena tegang melalui jalan yang sangat ekstrim. Karena waktu magrib telah tiba, rombongan singgah di sebuah rumah warga di pertigaan jalan.
Di sebuah pendakian, rombongan merasakan suasana di pesawat pada malam hari. Di sisi kiri jalan, tampak di kejauhan, gemerlap lampu kita yang menghampar. Menandakan lokasi saat itu betul-betul berada di ketinggian.
Jalanan masih terus mendaki. Setelah beberapa saat, rombongan tiba di sebuah rumah panggung sekitar pukul 19.45 wita.
Habis menempuh jalanan yang cukup badan remuk dan menyisakan rasa lelah yang sangat membuat tidur malam itu cukup nyenyak.
Keesokan harinya, rasa lelah menempuh perjalanan yang menantang terbayar dengan pemandangan luar biasa yang disuguhkan alam sekitar.
Saat pagi menjelang, hamparan awan terlihat jelas berada di dataran rendah. Rombongan betul-betul menikmati suasana berada diatas awan.
“Ternyata negeri di atas awan itu bukan mitos. Sekarang saya telah menyaksikannya langsung. Awannya berada jauh di bawah kita,” ungkap Sekcam Pitu Riase, Jemmy Harun, Kamis (10/1) Jimmy mengaku takjub melihat fenomena alam yang sangat indah tersebut. “Ini bukti kekuasaan tuhan bahwa di tempat terpencil ini ada ‘surga’ tersembunyi. (ady/C)

www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top