PESANTREN AN-NUR TOMPOBULU
Headline

Residivis dan Pecatan Teknisi Telkomsel

MAROS, BKM — Siapa Rudi Kamaruddin yang tewas tertembak dalam kejar-kejaran dengan polisi di jalan tol, Selasa dini hari (8/1)? Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani membeberkannya.
Dalam konferensi pers di Mapolres Maros, Rabu (9/1), Dicky menyebut kalau pria usia 40 tahun itu merupakan pecatan pegawai teknisi Telkomsel.
”Rudi yang merupakan pelaku pencurian baterai tower Telkomsel, mengetahui persis bagaimana mencongkel dan mengambil baterai tower. Karena dia mantan teknisi Telkomsel,” katanya.
Dicky menjelaskan, pelaku berstatus sebagai residivis, karena telah melakukan aksi kejahatan di beberapa tempat. Hal itu diketahui dari hasil koordinasi dengan Polres Takalar, Polres Bulukumba, dan Polsek Tamalanrea di Makassar.
Tiga tersangka lain yang kini diamankan di Mapolres Maros, menurut Dicky, tinggal satu kompleks dengan Rudi selaku pimpinan. “Karena Rudi memang mengajak tetangga yang satu kompleks dengannya,” ujarnya.
Dicky kemudian menjelaskan kronologis penangkapan tersangka. Berawal dari adanya laporan pencurian baterai tower Telkomsel 4 Januari lalu di Maros. Kemudian pelaku kembali menjalankan aksinya pada 6 Januari lalu di wilayah Pangkep.
Polisi kemudian berhasil menangkap Zulkifli (21), salah satu pelaku di rumahnya Kelurahan Tamarunang, Kecamatan Mariso, Makassar Selasa dini hari (8/1). Juga Rahmat Anwar Guntur (25) di alamat yang sama.
Dari Rahmat, kata dia, diketahui jika Rudi berada di wilayah Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros.
“Penyidik Unit Jatanras Polres Maros yang diback up oleh Timsus Polda Sulsel kemudian menuju ke Kecamatan Mandai. Setibanya di sana mendapatkan pelaku Rudi bersama Rezki Saripuddin (21) sedang melakukan pembongkaran tower Telkomsel yang diduga akan dicuri,” beber kombes Dicky lagi.
Rudi yang mengetahui kedatangan petugas kepolisian segera kabur dengan mobil Avanza silver dengan nomor DD 1296 MC. Petugas langsung melakukan pengejaran.
“Saat pengejaran petugas kepolisian sempat memberikan tembakan peringatan sebanyak tiga kali, namun tak diindahkan oleh pelaku,” ujarnya.
Akibat perbuatan pelaku, Telkomsel diduga mengalami kerugian hingga Rp120 juta. “Tahun 2013 harga baterai tower itu Rp20 juta. Sementara di Maros mereka sudah mencuri antara 5-12 baterai. Hingga kerugiannya sekitar Rp120 juta,” pungkasnya.
Dalam aksinya di Maros, para pelaku mendapatkan uang Rp.700 ribu. Kemudian di wilayah Pangkep, mereka juga dapat uang Rp325 ribu.
Kapolres Maros AKBP Yohanes Richard Andrians mengatakan, untuk tower Telkomsel di Maros, Rudi bersama komplotannya itu telah mencuri sebanyak 12 biji. Baterai tersebut kemudian dijual di Makassar. (ari/rus)

www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top