PESANTREN AN-NUR TOMPOBULU
Headline

Mobil Perampok Diberondong Peluru di Tol, Satu Tewas

MAKASSAR, BKM — Jarum jam menunjuk pukul 03.00 Wita, Selasa dini hari (8/1). Suasana sepi di Jalan Tol Ir Sutami.
Sebuah mobil Toyota Avanza warna silver bernomor polisi DD 1296 MC melaju dengan kecepatan tinggi. Di belakangnya menyusul kendaraan lain.
Kejar-kejaran bak di film laga tengah berlangsung. Mobil yang dikejar ditumpangi kawanan perampok. Sementara yang melakukan pengejaran adalah petugas kepolisian dari Tim Khusus (Timsus) Polda Sulsel yang dipimpin Ipda Artenius MB.
Polisi mencoba melakukan upaya persuasif. Pengemudi mobil Avanza diminta untuk menepi dan menghentikan kendaraannya. Bunyi klakson mobil petugas terus menerus dibunyikan. Namun, pengendara mobil tetap tak menggubrisnya. Sebaliknya, mereka terus menambah kecepatan laju kendaraannya.
Tembakan peringatan ke udara diberikan. Letusan yang menyalak dari pistol polisi tetap dihiraukan.
Di sinilah peristiwa dramatis berlangsung. Mobil Avanza dibidik petugas. Kaca mobil bagian belakang menjadi sasaran. Ada tiga peluru menembus kaca tersebut. Ada pula di bagian samping kanan.
Tak lama kemudian, mobil yang diburu itu keluar dan melaju di ruas jalan samping tol. Kendaraan tersebut akhirnya terhenti ketika dua bannya di bagian samping kiri masuk dalam got.
Aparat yang melakukan pengejaran kemudian menghampiri mobil Avanza tersebut. Dengan sikap yang tetap waspada, sopir mobil bernama Rudi bersama seorang penumpangnya bernama Puddin dievakuasi keluar.
Belakangan diketahui, mereka yang ada di atas mobil tersebut adalah kawanan maling baterai pemancar penguat sinyal operator telepon selular. Saat hendak diamankan, pelaku langsung melarikan diri.
Aksi kejar-kejaran yang terjadi mengakibatkan dua orang diterjang timah panas. Masing-masing Rudi bin Komaruddin (40), dan Rezky Saripuddin alias Pudding (21).
Keduanya kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara guna mendapat perawatan medis. Namun sayang, nyawa Rudi tak bisa diselamatkan. Ia mengembuskan nafas terakhirnya. Sementara Pudding dalam kondisi kritis.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, membenarkan peristiwa tersebut. Perburuan yang dilakukan Timsus Polda berdasarkan laporan tentang keterlibatan para pelaku.
Awalnya, Timsus Polda Sulsel menerima tiga laporan yang disampaikan dari tiga polres berbeda. Masing-masing LP/02/I/2019/Sek Polongbangkeng Utara/Res Takalar tertanggal 3 Januari 2019. Kemudian LP/137/XII/2018/Sek Rilau Ale/Res Bulukumba tertanggal 30 Desember 2018. Satu lagi LP/ 01/I/2019/Sek Tanralili/Res Maros tanggal 4 Januari 2019.
Dipimpin Ipda Artenius, Timsus Polda Sulsel turun melakukan penyelidikan. Diperoleh informasi tentang seorang buron yang sudah dikantongi identitasnya bernama Zulkifli alias Kifli (21). Ia terdeteksi tengah berada di Jalan Baji Minasa.
Penyergapan pun dilakukan. Kifli berhasil diringkus. Dalam pemeriksaan, dia menyebut satu orang rekannya yang tinggal tak jauh dari rumahnya. Namanya Rahmat Anwar Guntur alias Nua (25).
Polisi kemudian mendatangi rumah Nua. Ia berhasil diringkus. Keduanya lalu dibawa ke posko timsus guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kifli dan Nua mengaku melakukan pencurian baterai pemancar Telkomsel di Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros. Satu nama rekannya ia sebutkan, yakni Rudi.
Setelah mendengar pengakuan tersangka, petugas lalu membawa keduanya untuk menunjukkan lokasi persembunyian Rudi di Maros. Mengetahui kedatangan petugas, Rudi dan Pudding yang tengah beraksi langsung bergegas naik ke mobil lalu tancap gas. Di sinilah kejar-kejaran berlangsung, hingga mobil masuk jalan tol.
”Ada dua orang tersangka di atas mobil. Mereka tertembak saat berlangsung kejar-kejaran,” ujar Kombes Dicky, kemarin.
Tersangka Rudi tewas akibat luka tembak pada punggung kiri sebanyak dua kali. Dua peluru menembus dada kirinya. Satu tembakan menembus betis kiri.
Sementara Pudding menderita satu luka tembak pada punggung. Ada juga satu tembakan di bagian paha kiri. Hingga kemarin, ia masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara yang dijaga ketat aparat.

Curi Baterai Tower

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Maros Iptu Eko Deni yang dikonfirmasi terpisah, kemarin mengatakan Rudi yang tewas dalam pengejaran tersebut merupakan residivis spesialis pencuri baterai tower. Ia baru keluar dari tahanan. Setiap kali beraksi, pelaku menggasak 12 baterai yang hanganya sekitar Rp4 juta per biji.
”Pelaku yang tewas memang residivis dan sudah melakukan pencurian pada beberapa kabupaten di Sulsel,” ujar Iptu Eko Deni.
Seluruh barang bukti, mulai dari mobil dan baterai curian, menurut Eko Deni, dievakuasi tim ke Mapolres Maros. Sementara Zulkifli dan Rahmat Anwar Guntur diamankan di Unit Jatanras Polres Maros.
Rahmat Anwar mengaku sudah dua kali ikut dalam aksi pencurian baterai tower. “Kalau saya sama Zulkifli sudah dua kali lakukan pencurian dengan lokasinya di Maros dan Pangkep,” akunya.
Total baterai yang dicuri, kata dia, ada 16 biji di dua TKP. Masing-masing 12 di Maros, dan empat biji di Pangkep. Dari hasil penjualana, ia diupah oleh Rudi sebesar Rp700 ribu.
“Kadang lebih. Tergantung yang didapat dari penjualan,” katanya.
Baterai itu, kata dia, mereka jual di Makassar dengan harga Rp7500 per kilo. Uangnya digunakan untuk membeli pakaian.
Sementara Zulkifli mengakui jika dari penjualan baterai itu ia gunakan untuk kebutuhan sehari-hari, karena ia merupakan tulang punggung keluarga. Selama dua kali melakukan aksinya, Zulkifli mengaku hanya bertugas mengangkat baterai. Sementara yang mengambil baterai adalah Rudi. (ish-ari/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top