PESANTREN AN-NUR TOMPOBULU
Headline

Tawaran Prostitusi Daring Sasar Anggota Dewan

MAKASSAR, BKM — Praktik prosititusi daring kembali mencuat belakangan ini. Ternyata, para penjaja seks komersil melalui dunia maya juga menyasar kalangan legislator.
Anggota Komisi A DPRD Kota Makassar Abdi Asmara tak menampik hal itu. Bahkan, menurutnya, tawasan melalui pesan singkat ataupun WhatsApp kerap ia peroleh.
Hanya saja, Abdi tak pernah menggubrisnya. Juga tidak berpikir untuk melaporkannya ke polisi. Alasannya, hal tersebut arahnya ke politik.
”Memang biasa ada SMS atau pesan masuk di WA. Tapi saya melihat itu lebih berbau politik. Jadi saya tidak pernah respon. Apalagi melaporkannya,” ujar Abdi Asmara.
Karenanya, Abdi Asmara meminta aparat kepolisian untuk memberi perhatian serius terhadap praktik amoral seperti ini. Jangan ada kesan pembiaran.
Sepanjang tahun 2018, Polda Sulsel dan jajarannya mengungkap satu kasus prostitusi daring di wilayah hukumnya. Seorang remaja wanita yang masih di bawah umur berinisial SY (16) diperdagangan oleh seorang muncikari bernama Badar. Tarif sekali kencan antara Rp500 ribu hingga Rp800 ribu. Polsek Panakkukang memproses kasus ini.
Selain itu, tim Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sulsel juga berhasil mengungkap bisnis prostitusi daring melalui media Twitter dan WA. Tarifnya antara Rp1 juta hingga Rp3 juta per satu kali kencan.
Dari kasus ini, polisi berhasil menangkap dua orang pelaku. Yakni Silvana Chichilia Umbingo (23), dan muncikari Hamka Andi Anwar alias Koko (29). Penangkapan dilakukan di rumah kos Pondok Qaila Jalan Buntu Manuruki, Senin (15/1/2018) lalu.
“Di tahun 2018 ada dua kasus bisnis prostitusi online yang berhasil kita ungkap. Satu kasus diungkap Polda Sulsel. Satu lainnya oleh Polsek Panakukang,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, Senin (7/1).
Saat ini, lanjut Dicky, kasus tersebut telah berproses di Pengadilan Negeri Makassar. (arf-mat/rus)

www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top