PESANTREN AN-NUR TOMPOBULU
Headline

Prediksi Meleset, Silpa APBD 2018 Jadi Rp51,8 M

MAKASSAR, BKM — Beberapa hari sebelum pergantian tahun, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel memprediksi anggaran sisa APBD atau Silpa (Sisa Lebih Penggunaan Anggaran) tahun 2018 mencapai Rp200 miliar.
Namun ternyata, prediksi itu meleset. Sisa hari di tahun 2018 itu digunakam organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sulsel untuk memaksimalkan penyerapan anggaran. Hasilnya cukup baik. Malah, Silpa tersisa lebih rendah dibanding tahun 2017 lalu.
Dari data Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) pada 2017, Silpa Pemprov mencapai Rp200 miliar, turun sekitar Rp150 miliar di tahun 2018.
Kepala Bappeda Sulsel Jufri Rahman,mengatakan, Silpa yang tercatat saat ini Rp51,8 miliar. Angka tersebut masih dapat berubah. Sebab, belum semua OPD melaporkan hasil akhir dari anggaran yang terpakai. Padahal, tahun anggaran saat ini sudah memasuki 2019.
“Sampai saat ini masih Rp51,8 miliar. Kita belum lihat hasil akhir. Berapa persen anggaran yang tidak terserap,” kata Jufri, Jumat (4/1).
Menurutnya, progres penyerapan anggaran 2018 di beberapa dinas meningkat. Sehingga Silpa 2018 bisa turun dari total belanja Rp9,6 triliun.
Jufri belum menjelaskan secara rinci mengenai dinas mana saja yang penyerapannya belum maksimal, dengan alasan masih diinvetarisir. Biro Pembangunan juga sementara menyusun data proyek gagal tender.
Namun, dari data aplikasi Siritta’ pemprov diketahui, serapan anggaran terendah ada di Balai Kesehatan seperti UPTD Kulit Kelamin, karena adanya perubahan status.
“Ada beberapa yang statusnya mengambang di tengah perjalanan anggaran. Makanya, semua transaksi keuangan ditarik kecuali gaji dan tunjangan,” tandasnya.
Ia menuturkan, tingginya Silpa terjadi karena kelebihan pendapatan ataupun dari sisa lelang dan bisa juga dari kegiatan OPD yang tidak dilakukan. Namun, kendala Silpa nilainya lebih besar terjadi karena gagal tender atau pembebasan lahan.
“Misalnya pembebasan lahan seharusnya Rp50 miliar, baru bisa dibebaskan setengahnya. Intinya, Silpa kan sisa lebih anggaran. Jadi semua otomatis masuk pada laporan kas daerah,” bebernya.
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah mengaku, penggunaan anggaran tahun ini bakal diredesign. Pemprov tak boleh asal membuat program. Perlu dikaji betul-betul, apakah prioritas atau tidak.
Semuanya, kata Nurdin akan dievaluasi. Termasuk memberikan catatan kepada OPD agar tidak melakukan kegiatan atau pekerjaan dengan waktu yang mepet di akhir tahun.
“Selama ini kegiatan banyak di akhir tahun, makanya anggaran menumpuk. Apalagi pekerjaan yang menyerap penggunaan anggaran besar, makanya kita upayakan tender bisa dilakukan bulan Januari,” tukasnya. (rhm/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top