PESANTREN AN-NUR TOMPOBULU
Headline

Iming Investasi Lewat Medsos, Tertipu Rp640 Juta

MAKASSAR, BKM — Ini pelajaran untuk tidak mudah tergiur dengan iming-iming investasi yang ditawarkan melalui media sosial (medsos). Komplotan pelaku penipuan memanfaatkan modus ini untuk memperdayai korbannya.
Direktorat Kriminal Khusus Polda Sulsel berhasil mengungkap praktik yang dilakukan jaringan tersebut. Polisi melakukan penelusuran berdasarkan laporan bernomor; LPB/474/XII/2018/SPKT tanggal 17 Desember 2018.
Korban bernama Marthinus Musu. Ia mengaku telah tertipu oleh pria bernama Ernest B Johson yang merupakan Warga Negara Asing (WNA). Pelaku ditemani tiga orang lainnya, yang kesemuanya Warga Negara Indonesia (WNI). Masing-masing Tuti Hariyani, Maria, dan Jenieva Putri Angraeni.
Dalam aduannya, korban mengaku ditipu oleh komplotan pelaku melalui medsos. Berawal dari perkenalannya di dunia maya.
”Pelaku awalnya meminta pertemanan ke korban. Korban pun menerima permintaan pertemanan itu. Mereka pun saling chat,” jelas Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani saat merilis kasus ini, Jumat (4/1).
Selama sepekan korban dan pelaku saling berkomunikasi di medsos. Akhirnya, pelaku mulai memasang jeratnya. Ia menyampaikan ke korban tentang niatnya untuk berinvestasi. Tak tanggung-tanggung, nilainya mencapai US$ 1.200.000. Janjinya, uang tersebut akan dikirimkan ke korban.
”Setelah pembicaraan itu, beberapa hari kemudian korban dihubungi oleh beberapa orang. Identitas mereka berbeda, dan semuanya orang Indonesia. Ada menyebutkan namanya Tuti Hariayani. Ada juga Maria. Satu lainnya Jieva Putri Angraeni. Mereka bertiga mengaku sebagai anggota Ernest B Johson,” terang Kombes Dicky, mengutip penjelasan korban dalam laporannya.
Dalam pembicaraan dengan ketiganya, korban diminta untuk mengirimkan sejumlah dana. Alasannya, sebagai pajak dan biaya administrasi.
Korban yang sudah masuk dalam perangkap pelaku, akhirnya menuruti permintaan tersebut. Dia pun melakukan transfer uang ke rekening bank dengan jumlah yang bervariasi dan nilainya cukup besar.
”Rekening banknya berbeda-beda. Total keseluruhan uang yang ditransfer mencapai Rp640 juta,” terang Dicky lagi.
Laporan korban kemudian ditindaklanjuti Tim Unit Cyber Crime Polda Sulsel. Pelacakan pun dilakukan dengan menggunakan perangkat teknologi informasi.
Usaha tersebut berbuah hasil. Pelaku teridentifikasi dan terdeteksi tengah berada di Jakarta.
”Berdasarkan bukti kepemilikan buku rekening, keberadaan pelaku berhasil dideteksi. Tim Unit Cyber Polda Sulsel yang dipimpin Kasubdit II bersama Kanit Cyber langsung bergerak ke Jakarta,” jelas Kombes Dicky.
Di ibu kota negara, polisi menemui pemilik rekening bank BNI bernama Dwi Arie Wahyu Nugroho. Dari penjelasannya, ia mengatakan bahwa nomor rekeningnya dipinjam oleh perempuan bernama Hanny.
Nomor rekening tersebut digunakan menerima uang yang ditransfer korban. Masing-masing pada tanggal 19 Desember 2018 senilai Rp100 juta. Selanjutnya pada tanggal 20 Desember sebesar Rp50 juta.
Selain itu, pada 20 Desember juga korban mengirim uang melalui rekening Bank Mandiri atas nama Mawardi dan putrinya Hanny Armita.
“Kedua orang tersebut terdeteksi tengah berada di Apartemen Green Pramuka City dan berhasil diamankan. Keduanya mengaku menerima uang yang ditransfer dari korban sebanyak Rp350 juta,” jelas Dicky.
Hanny mengakui melakukan praktik penipuan secara bersama-sama atas suruhan seorang pria berkebangsaan Nigeria bernama Chiko. Tim kemudian melakukan penyelidikan. Hanya saja, Chiko diketahui sudah berada di negaranya pada bulan November 2018 silam. Statusnya kini masuk daftar pencarian orang (DPO) Polda Sulsel.
Dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, polisi kemudian melakukan pengembangan. Hanny Armita, warga Jalan Halmahera Surabaya berhasil diringkus.
Selain itu, penyidik juga melakukan pemeriksaan rekening melalui gawai, serta nomor rekening yang disita. Ternyata ada banyak transaksi yang ditemukan.
”Saat dilakukan pelacakan terhadap rekening dan HP, ditemukan ada banyak transaksi keuangan. Nilainya mencapai miliaran. Dicurigai uang tersebut milik korban penipuan lainnya,” beber Dicky.
Dari pengungkapan kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti. Masing-masing 11 unit gawai. Satu unit laptop. Uang tunai senilai kurang lebih Rp20 juta. 16 buku tabungan., Empat lembar uang kertas dollar masing-masing senilai US$100. Serta dua kartu ATM. (ish/rus)

www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top