Bisnis

Honda Sekarang Lebih Unggul dan Semakin Terdepan


Honda PCX saat melakukan penjelajahan di empat pulau di Indonesia.

MAKASSAR, BKM — Selama berpuluh-puluh tahun sepeda motor Honda dikenal sebagai yang lebih unggul.

Unggul tidak hanya sebatas penjualan yang dari tahun ke tahun tetap tertinggi dari para kompetitornya. Juga dari segi teknologi. Baik untuk tipe bebek, metik, sport, maupun metik premium, motor Honda tetap yang terbaik.

Bahkan sekarang, Honda menjadi semakin terdepan. Dalam ajang MotoGP, lewat pebalap andalannya Marc Marquez, telah membawa Honda menjadi kampiun.

Pencapaian positif Honda di ajang adu kecepatan sepeda motor ini tidak saja di MotoGP, tapi juga di Moto2. Adalah Dimas Ekky Pratama dan Rafid Topan Sucipto.

Keduanya pun telah menorehkan prestasi membanggakan pada berbagai even balap motor bertaraf internasional di sejumlah negara.

Keberhasilan ini membuktikan kalau motor Honda tidak saja unggul dari segi teknologi dan model. Tapi juga dari segi kecepatan.

”Honda akan selalu menghadirkan teknologi terbarukan untuk setiap produk barunya. Seperti halnya dengan PCX yang merupakan motor metik premium pertama di Indonesia yang memadukan antara energi berbahan bakar minyak dengan energi listrik. Tambahan teknologi listrik ini tidak saja membuat PCX kerja mesin jadi lebih optimal, juga penggunaan bahan bakarnya bisa lebih irit hingga 30 persen,” ujar Kepala Wilayah Astra Motor Makassar, Thamsir Sutrisno saat melaunching PCX berteknologi listrik di Makassar beberapa waktu lalu.

Keunggulan teknologi yang dimiliki Honda telah membuat banyak orang yang sebelumnya menggunakan sepeda motor merek lain, kini beralih menggunakan sepeda motor Honda.

Seperti halnya Hamzah. Ia kini lebih memilih menggunakan motor merek Honda lantaran teknologinya yang selalu lebih unggul. Biaya perawatan Honda relatif lebih murah dibandingkan salah satu motor merek lain yang pernah ditungganginya.

”Motor Honda itu ramah lingkungan, nda bising, irit. Bayangkan saja, dari Makassar ke Pangkep, saya hanya isi bensin 10 ribu rupiah, sudah bisa pulang pergi. Kelebihan Honda lainnya, yakni punya teknologi yang bisa menghemat bahan bakar ketika berhenti di lampu merah (traffic light). Dan itu yang membuat saya sangat suka dengan motor Honda,” tutur Hamzah yang bekerja di salah satu perusahaan di Graha Pena Makassar.

Hamzah juga menuturkan pengalamannya menggunakan sepeda motor merek rival terdekat Honda selama ini.

”Kalau mencoba motor lain saya pernah. Tapi saya selalu merasa mau jatuh. Selalu hilang keseimbangan begitu. Tapi kalau motor Honda, saya bisa dengan nyaman nengendarainya. Nyaman berbelok dan menaiki tanjakan. Intinya, Honda mempunyai keseimbangan lebih baik dari dibandingkan keseimbangan motor merek lain yang pernah saya coba,” kata pemilik motor Honda Vario 150 ini.

Tentang bagaimana seharusnya konsumen dalam memilih kendaraan bermotor, Hamzah mengatakan, yang utama diperhatikan adalah motornya harus irit dan tahan lama, sparepartnya tidak mahal, dan servis center mudah dijangkau. Karena banyak motor, harganya relatif lebih murah dari Honda, tetapi sparepartnya mahal. Sehingga membuat para pemilkk kendaraan itu berpikir ulang untuk mengganti sparepart. Meski pada saat itu, sparepart motornya sudah mengharuskan untuk diganti segera.

Apa yang dikemukakan Hamzah turut diamini Hasan, salah seorang pemilik bengkel sepeda motor yang ada di Perumnas Antang.

Menurut Hasan, salah satu kelemahan dari banyak orang saat memutuskan untuk membeli kendaraan bermotor.

Mereka langsung mempertanyakan harga jualnya kembali. Padahal, yang menentukan tinggi rendahnya harga jual kembali sebuah kendaraan, tidak dilihat dari mereknya. Tapi lebih pada kondisi kendaraannya. Baik itu di body maupun mesinnya.

”Kalau mau harga jualnya tetap tinggi, yah lakukan perawatan kendaraan dengan baik. Terutama dibagian mesin. Harus dilakukan tune up secara berkala. Begitu pula dengan penggantian olinya. Buku panduan perawatan kendaraan yang dikeluarkan pabrik harus diikuti dengan baik. Sehingga kondisi mesin kendaraan tetap bisa standar. Seperti Honda Beat saya yang disana. Meski usianya sudah dua kali ganti plat, tapi suara mesinnya tetap halus dan tidak rewel. Meski di panduan menyebutkan standar kilometer, tapi saya melakukan penggantian oli dan tune up setiap bulan,” kata Hasan seraya menunjukkan motor Honda Beat miliknya yang sedang terparkir di dekat bengkelnya.

Diakui, selama mengelola bengkelnya, motor yang paling banyak dibawa ke bengkelnya adalah merek Honda. Ada yang sekadar ganti oli, ada yang servis mesin, dan ada pula yang penggantian sparepart.

”Tapi kalau disuruh memilih merek motor untuk diservis, saya tentu akan memilih merek Honda. Selain rangkaian mesinnya tidak terlalu rumit, juga untuk mendapatkan sparepartnya jauh lebih mudah dan harganya cukup terjangkau. Pokoknya, kalau pakai motor Honda akan lebih banyak memberi keuntungan kepada pemilik kendaraan itu,” ungkap bapak dua orang anak ini. (amir)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top