RAMZAH THABRAMAN
Gojentakmapan

Warga Gowa Tewas Tertembak di Papua

GOWA, BKM — Kabar tewasnya 31 pekerja jembatan milik PT Istaka Karya di Nduga Papua beberapa waktu lalu, terdapat seorang warga Gowa asal Kampung Botong, Desa Bontomanai, Kecamatan Bungaya bernama Muh Agus.

Tewasnya Agus bersama 30 pekerja lainnya itu akibat serangan sadis yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua atau dikenal sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Sejak kejadian penembakan tersebut, keluarga Agus yang berada di Bungaya dirundung ketidakjelasan. Namun setelah pihak Polres Gowa berhasil menghuhungi Polres Timika, maka kejelasan soal Agus pun terdeteksi.

Hal itu dibenarkan Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga. Disela kunjungannya ke rumah duka dan menemui kedua orangtua korban, Shinto mengabarkan jika mayat Agus telah diidentifikasi. Dan kini menjalani proses pengiriman mayat ke Gowa, Sulsel.

Agus yang masih berusia 25 tahun ini diketahui mencari nafkah di Papua sebagai pekerja proyek Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak di Kabupaten Nduga, Papua.

“Kami akan terus berkomunikasi dengan pihak Kepolisian disana terkait kepulangan jazad korban. Berdasarkan informasi yang telah diterima, bahwa jazad korban akan dievakuasi terlebih dulu ke Wamena, kemudian ke Timika, setelah itu diterbangkan menuju Makassar,” tutur Shinto.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga memberikan sarana kontak berupa nomor handphone Kabag Ops Polres Timika AKP Andika kepada pihak keluarga korban untuk dapat berkomunikasi langsung dengan pihak Kepolisian yang bertugas disana guna mendapatkan informasi lebih jelas.

Kunjungan Kapolres AKBP Shinto Silitonga di rumah duka di Bungaya didampingi Penjabat Camat Bungaya Muh Natsir dan Kapolsek Bungaya
AKP Misbahuddin merupakan upaya memberikan informasi yang jelas kepada pihak keluarga yang dua hari ini merana dengan kabar yang belum jelas.

“Informasi adanya warga Gowa bernama Agus yang tewas tertembak di Papua oleh OPM itu adalah benar. Hal itu kami pastikan setelah kami berkoordinasi dengan Kabag Ops Polres Timika AKP Andika.

Agus adalah warga Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa yang mencari nafkah dengan menjadi salah satu pekerja proyek Istaka Karya dan sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak di Kabupaten Nduga, Papua.

Pemuda yang merupakan anak sulung di dalam keluarganya ini pun telah dinyatakan sebagai korban meninggal dalam aksi biadab yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata di Nduga, Papua pada Minggu (2/12/2018) lalu.

“Kami saat ini terus melakukan komunikasi dengan pihak Kepolisian Timika untuk mengetahui proses evakuasi korban Agus yang terlebih dulu akan dievakuasi menuju Wamena kemudian ke Timika untuk dipulangkan ke Makassar,” kata Shinto.

Terkait pemulangan jazad Agus, Kapolres Shinto mengatakan pihaknya akan memberikan fasilitas berupa ambulans untuk membantu proses pengantaran jazad Agus dari bandara Sultan Hasanuddin ke rumah duka du Bungaya nanti.

“Kami akan menyiapkan mobil ambulans yang akan menjemput jazad korban dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dan mengantarkan langsung ke rumah duka di Kecamatan Bungaya nanti,” ujar Shinto.

Kendati begitu, Shinto mengaku belum memperoleh informasi pasti dari Polres Timika kapan jazad Agus dipulangkan.

“Sekali lagi kami ucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada pihak keluarga korban. Semoga selalu diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menerima musibah ini,” ucap Shinto. (saribulan)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top