RAMZAH THABRAMAN
Headline

Terus Merugi, Kemenhub Tetap Beri Sulsel 15 BRT

MAKASSAR, BKM — Pengoperasian Bus Rapid Transit (BRT) di Sulsel saat ini belumlah berjalan maksimal. Malah cenderung stagnan. Bebebera rute yang dibuka bahkan sudah ditutup. Akibatnya, sejumlah halte yang rutenya ditutup terlantar dan rusak. Pihak Perum Damri sebagai operator BRT kerap mengeluh karena merugi dalam mengoperasikan bus angkutan massal tersebut .
Di tengah belum mampunya memaksimalkan keberadaan BRT yang sudah ada, pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan kembali menyerahkan 15 unit bus rapid transit (BRT) untuk Sulsel. Penyerahan BRT itu bersamaan dengan 14 unit bus sekolah bagi sejumlah kabupaten/kota di daerah ini.
Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kemenhub RI Budi Setiyadi menjelaskan, bus itu diberikan sesuai permintaan dari daerah.
“Ada beberapa kota, termasuk provinsi yang mengajukan proposal kepada kami agar difasilitasi pemberian BRT. Sulsel salah satunya,” ungkap Budi usai penyerahan BRT secara simbolis kepada Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah, Kamis (6/12) di Hotel Gammara.
Secara umum, tahun ini Kemenhub menyerahkan 280 BRR dan 180 bus sekolah ke daerah. “Sulsel kebagian 15 unit BRT dan 14 bus sekolah,” sebutnya.
Dia berharap pemberian bantuan itu bisa meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan angkutan umum di daerah ini.
Budi tak memungkiri, selama ini operasional BRT di daerah belum berjalan maksimal. Karena itu diharapkan pemerintah daerah mengeluarkan kebijakan yang bisa mendukung kehadirannya di daerah.
Dia pun meminta jika memungkinkan, di awal pengoperasian ada subsidi atau sharing dana antara pemerintah daerah. “Ini tidak harus untung dulu. Ini kan sifatnya pelayanan. Jadi harus disubsidi dulu. Bisa sharing juga. Kita harapkan mungkin pemerintah provinsi atau kabupaten/kota ada subsidi agar bus ini bisa beroperasi,” terangnya.
Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah, menjelaskan kehadiran 15 unit BRT baru ini sebuah terobosan yang baik. Karena memang, sebuah kota dan kabupaten butuh angkutan umum yang nyaman.
“Kita tahu selama ini, terutama di kabupaten, anak-anak kita mengunakan mobil pick up terbuka dan itu sangat rawan. Apalagi akses jalan yang berkelok-kelok. Termasuk juga di kota,” kata Nurdin Abdullah.
Hadirnya bus BRT dan bus sekolah ini, sebut NA, diharapkan akan mengurangi kemacetan. Yang perlu dilakukan selanjutnya adalah bagaimana membangun infrastruktur pendukung, seperti pedesterian, halte yang bagus, serta tempat parkir.
Dia berjanji, akan lebih memaksimalkan pengoperasian BRT ke depan dengan menghadirkan sistem manajemen yang baik. Bagi NA, masyarakat harus punya banyak pilihan moda transportasi.
“Sekarang tinggal pengelolaan yang harus bagus. Jadi ada time table jam mereka lewat. Mungkin akan kita lengkapi schedulenya, bus dengan nomor ini tujuannya lewat mana,” ujarnya.
Selain pelayanan ditingkatkan, NA menginginkan masyarakat menggunakan BRT. Jika selama ini ke tempat kerja lebih banyak memakai kendaraan pribadi, ke depan mereka beralih menggunakan transportasi publik.
“Kalau sekarang kan, mereka lebih banyak menggunakan angkutan pribadi dan itu yang membuat kemacetan. Coba lihat negara maju, kendaraan begitu banyak tetapi tidak macet. Hari minggu baru mereka naik kendaraan pribadi. Hari-hari kerja pakai kendaraan umum,” ujarnya. (rhm/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top