RAMZAH THABRAMAN
Headline

Pasutri Gembong Narkoba Diringkus, Suaminya Ditembak

MAKASSAR, BKM — Dua orang yang merupakan pasangan suami istri (pasutri) diringkus Tim Elang Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polrestabes Makassar. Tompo alias Cikal (28) bersama istrinya Nurfadillah Wahi (20) terciduk di sebuah rumah kos Jalan Teuku Umar 13, Rabu dini hari (5/12) sekitar pukul 02.00 Wita. Keduanya merupakan gembong narkoba yang kerap melakukan transaksi di Kampung Sapiria.
Penangkapan dipimpin Kasat Narkoba Polrestabes Makassar Kompol Diari Astetika. Saat hendak diamankan, Cikal mencoba melarikan diri dengan mendorong petugas. Tiga kali tembakan peringatan tak dihiraukannya. Tindakan tegas diambil petugas. Kedua kaki Cikal dihadiahi timah panas. Selanjutnya dievakusi ke Rumah Sakit Bhayangkara guna mendapat perawatan medis.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo merilis pengungkapan kasus ini, Kamis (6/12). Menurutnya, pasutri ini sudah lama masuk dalam target operasi (TO) Satres Narkoba Polrestabes Makassar. Mereka terlibat dalam peredaran narkoba, dan masuk dalam jaringan Gotong Sapiria.
”Beberapa bulan lalu keduanya sempat melarikan diri ke Bau-bau, karena rumah kosnya di Jalan Teuku Umar selalu didatangi petugas,” ujar Kombes Wahyu.
Tim Elang melakukan penangkapan berdasarkan hasil penyelidikan di lapangan melalui Operasi Pekat Lipu 2018. Selain itu, juga dari keterangan tersangka lain yang kini mendekam dalam sel tahanan Polrestabes Makassar.
Kasatresnarkoba Kompol Diari Astetika menambahkan, selain kedua pasutri tersebut, ikut diamankan seorang bandar narkoba lainnya bernama Irwanto alias Iwan. Ia ditangkap di Desa Tullapanggi,
Kabupaten Talaga Biru, Provinsi Gorontalo.
Iwan diringkus di rumah kos Qasis Amar kamar 22, Kamis (22/11). Selanjutnya diterbangkan menuju Makassar guna pengembangan kasus. Ia dibawa dalam upaya pencarian barang bukti dan jaringannya di Sapiria, Rabu malam (5/12).
Namun di tengah perjalanan tersangka berusaha kabur. Kedua kakinya pun ditembak hingga tak berkutik. Polisi menyita dua paket sabu ukuran besar siap edar.
Cikal diketahui sebagai tangan kanan HP, seorang tersangka kasus narkoba yang telah tertangkap sebelumnya. Namun, HP yang kerap mengedarkan sabu di Kampung Sapiria kini telah taubat. Kala itu, Cikal yang diburu petugas kabur ke Bau-bau, Provinsi Sulawesi Tenggara.
”Dulu Cikal dilakukan pengejaran setelah HP tertangkap .Hanya saja waktu itu ia kabur. Tapi kami tetap mengejarnya,” jelas Diari.
Cikal menikahi Nurfadillah dalam pelariannya di Bau-bau. Tidak lama kemudian mereka kembali ke Makassar dan meneruskan bisnis haram narkoba menggantikan posisi HP.
Tiga bulan menggeluti jual beli barang haram itu, Cikal pun tertangkap. Atas perbuatannya, ia dijerat pasal 112 ayat 2, atau 114 ayat 2 Nomor 35 tahun 2009 tetang Narkotika dengan ancaman kurungan 20 tahun. (ish-jul/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top