RAMZAH THABRAMAN
Headline

Baru Tiga Bulan Nikah, Pengusaha Konveksi Tewas Lakalantas

BARRU, BKM — Jalan poros Barru-Parepare kembali menelan korban jiwa. Ikram Adam (27), putra Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Pemkab Pinrang H Murseng mengembuskan nafas terakhir usai mengalami kecelakaan lalulintas (lakalantas) di ruas jalan ini.
Peristiwa nahas berlangsung di Kampung Sogae, Desa Bojo, Kecamatan Mallusetasi, Kamis pagi (6/12) pukul 07.00 Wita. Saat kejadian, Ikram mengendarai mobil Suzuki Ertiga warna putih. Mobil yang dikemudikan Suharyono (23) ini menabrak truk yang parkir di pinggir jalan. Ia mengalami luka yang cukup serius.
Ikram yang juga Owner Bugis Culture Makassar tewas akibat luka serius di bagian kepala, dagu dan paha. Selanjutnya dilarikan ke Rumah Sakit Andi Makkasau, Parepare.
Korban mengalami perdarahan hebat yang keluar melalui telinga dan hidung. Saat dievakuasi ke RS Andi Makkasau, kondisi Ikram sudah sangat lemah.
Kasubag Humas Polres Barru AKP Sainuddin, mengatakan mobil nahas bernomor polisi DD 26 IA itu melaju dari arah Makassar tujuan Pinrang. Saat melintas di jalan Kampung Sogae, poros Barru-Parepare, Suharyono tidak mampu mengendalikan mobil yang dikemudikannya. Setelah melewati sebuah tikungan, langsung menabrak truk parkir yang berada di bagian depan .
“Diperkirakan pengemudi mobil Suzuki Ertiga dalam kondisi mengantuk saat menyetir mobil. Sehingga saat berada di jalur tikungan, tak bisa mengendalikan kendaraannya. Mobil yang ditumpangi kedua korban mengalami rusak berat pada bagian depan. Kaca depan hancur. Truk dengan nomor polisi DD 9745 AN yang ditabrak juga rusak di bagian samping kanan,” terang Sainuddin, kemarin.
Kasubdin Humas RSU Andi Makkasau, Parepare Hj Farida, membenarkan adanya korban lakalantas yang dirujuk. Kondisi korban saat tiba sudah sangat lemah.
“Mukanya mengalami pembengkakan akibat kena serpihan pecahan kaca mobil. Berbagai luka dialami korban, seperti di kepala, dagu dan paha. Darah keluar dari telinga dan hidung,” jelas Hj Farida.
Ikram berkendara dari Makassar dengan membawa pakaian yang diperkirakan sebagai bagian dari pengembangan bisnisnya. Mobil milik korban juga terlihat ringsek pada seluruh bodi.
Orang tua korban H Murseng begitu sedih kehilangan putra kesayangannya. Ikram disebutkan mengembuskan nafas terakhir pada pukul 12.45 Wita. Ia berpulang saat berada di pangkuan ayahnya, didampingi Sukmawati Abbas, ibunda Ikram.
Korban yang baru menikah 3 bulan lalu ini, meninggal ketika dalam perjalanan dirujuk dari RS Andi Makkasau Parepare ke Makassar. Mobil ambulans yang membawanya saat itu melintas di Kota Barru.
Semasa hidupnya, Ikram merupakan anak yang patuh terhadap orang tuanya. Sejak kecil ia sudah membantu orangtuanya dengan bisnis yang digeluti H Murseng, yakni berjualan pakaian jadi.
Beranjak dewasa, ia mulai membuka bisnis sendiri dengan konveksi pakaian jadi dengan nama usaha Bugis Culture. Ikram menggeluti usaha ayahnya ini sejak lima tahun terakhir. Ia kemudian mempersunting Sukma Abbas, teman sekolahnya ketika duduk di bangku SMA Pinrang.
Almarhum Ikram merupakan anak sulung dari tiga bersaudara. Adik keduanya seorang laki-laki. Yang bungsu perempuan.
H Murseng mengaku tidak punya firasat buruk sebelum kepergian anaknya. Saat dihubungi, ia begitu syok. Tak banyak bicara.
“Dia anak saya yang paling kreatif. Tidak pernah menyusahkan orang tua. Usaha konveksinya sudah mulai berkembang. Dia mulai sukses di usia mudanya. Tapi Allah lebih menyayanginya,” ucap H
Murseng dari balik telepon selularnya saat dihubungi di rumah duka Jalan Cakalang, Kota Pinrang, kemarin.
Rencananya, pihak keluarga akan mengebumikan Ikram pada hari ini, Jumat (7/12) usai salat Jumat. (udi-ady/rus/b)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top