RAMZAH THABRAMAN
Headline

Ombudsman: GM PLN Harus Mundur

BKM/JUNI SEWANG KEBAKARAN-Rumah warga yang terbakar di Jalan Sabutung Baru, Kamis petang (15/11). Pemicunya diduga karena pembakaran lilin sebagai penerangan saat mati lampu.

MAKASSAR, BKM — Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sulsel Subhan Djoer, menegaskan black out listrik kali ini merupakan paling parah yang seharusnya tidak boleh terjadi. Terutama di Sulsel yang suplai listriknya lebih dari cukup.
“Paling parah. Black out sampai 15 jam. Harusnya ini ada ganti rugi kepada konsumen terkait kejadian ini,” tegas Subhan saat dihubungi, Jumat (16/11).
Seharusnya, kata dia, PLN sudah punya langkah antisipasi dalam menangani persoalan jika terjadi padam listrik secara total. Jangan sampai kejadian seperti itu terus berulang dan penanganannya lambat.
PLN tidak boleh menyalahkan kondisi cuaca atau alam. Kesalahan by sistem. Karena jangan sampai timbul asumsi bermacam-macam dari masyarakat.
“Bahkan di medsos banyak tudingan-tudingan. Seharusnya diantisipasi sejak dini, karena ini bukan kejadian sekarang saja tapi berulang,” jelasnya.
Dia tidak menafikan jika ada pihak-pihak yang diuntungkan dari kejadian itu. Misalnya tingkat hunian hotel sangat tinggi. Tapi itu tidak adil, karena yang bisa tidur di hotel adalah orang kaya. Bagaimana dengan orang miskin.
Subhan mendesak Menteri BUMN mengkaji dan mengevaluasi kerja-kerja manajemen PLN di wilayah ini. Terutama general manager (GM).
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, GM PLN harus mundur.
“Manajemen atau pejabat PLN di sini, terutama GM harus bertanggung jawab menjelaskan apa yang terjadi. Kemudian kenapa bisa tidak cepat ditangani. Bukan meminta maaf saja,” cetusnya.
Dia menambahkan, akibat pemadaman listrik ini, seluruh masyarakat dirugikan. Contohnya, yang kolam ikan koi, ikannya mati semua. Belum lagi peralatan listrik konsumen banyak yang rusak.
“Mana tanggung jawab PLN kalau begini? Di sisi lain, masyarakat kan pasti membayar. Kapan telat membayar, maka akan diputus. Lalu apa sanksinya ketika pihak penyedia tidak memberikan pelayanan atau tidak memberikan hak kita? Apakah kita tidak melakukan hal yang sama?” pungkasnya.
General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Sulawesi Purnomo Iskak, menyampaikan bahwa hari Kamis (15/11) pukul 15.21 Wita terjadi padam total di sistem Sulawesi Bagian Selatan dan Sulawesi Bagian Tengah.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan ini, dan mengucapkan terima kasih atas pengertian masyarakat,” ucap Purnomo.
Lebih lanjut, Purnomo menyampaikan penyebab padam tersebut ada tiga. Yaitu gangguan akibat cuaca buruk di transmisi line Makale-Palopo. Gangguan di transmisi line 275 kV Poso-Latuppa dikarenakan malfunction. Dan pembangkit lepas di Punagaya. Sehingga pembangkit lainnya, seperti PLTA Poso dan PLTA Bakaru terjadi under frequency.
Jumat pagi (16/11) pukul 07.40 Wita, pasokan daya masuk dalam sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan adalah 400 MW. Kemudian pukul 11.15 Wita, pasokan daya masuk di sistem Sulawesi Bagian Selatan sudah meningkat menjadi 470 MW.
“Saat ini (kemarin siang), sistem kelistrikan Sulbagsel sudah normal 60 persen. Kami memohon doa agar malamnya sistem kelistrikan Sulbagsel sudah pulih,” tutup Purnomo.

Tiga Kebakaran

Listrik yang padam total pada Kamis (15/11) hingga Jumat dini hari (16/11), memicu terjadinya kebakaran. Di Kota Makassar, tercatat ada tiga titik si jago merah berkobar. Yakni di Jalan Sabutung Baru, Penghibur, serta Jalan Faisal.
Di Sabutung Baru, tepatnya di RT 02/RW 05 Kelurahan Gusung, Kecamatan Ujung Tanah, empat rumah mengalami kerusakan akibat kebakaran. Dua rusak pada bagian atapnya. Sementara dua lainnya dirusak untuk mencegah api menjalar ke rumah-rumah yang ada di sekitarnya. Pemicu kebakaran karena lilin yang dinyalakan saat listrik padam.
Di Jalan Penghibur, bangunan yang terbakar adalah POP Hotel. Penyebabnyak karena korsleting genset. Akibatnya, sebagian lantai empat bangunan hotel dilalap api.
Kebakaran lainnya berlangsung di Jalan Faisal Raya, Kompleks Phinisi Nusantara Residen Blok A2, RT 02/RW 05. Rumah milik Arafah Kubbe terbakar dari api nyala lilin.
Data peristiwa kebakaran itu disampaikan Hasanuddin, Kepala Bidang Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar, kemarin. Menurutnya, saat mati lampu terjadi, pihaknya langsung siaga. Sebab dikhawatirkan adanya kebakaran yang dipicu lilin dan genset.
”Biasanya kalau mati lampu banyak yang menyalakan lilin dan genset. Ada tiga titik kebakaran yang kami tangani pada Kamis malam. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. ”Kalau di Jalan Faisal sempat ada satu orang yang terjebak, tapi berhasil dievakuasi oleh tim,” jelas Hasanuddin.
Salah seorang pemilik rumah yang terbakar di Jalan Sabutung Baru, mengaku saat kejadian ia sedang berada di di luar. Begitu pulang, ia sudah mendapati kediamannya telah dilalap api.
“Saudara juga punya ini rumah satu. Waktu sampai di rumah, sudah menyala api di bagian belakang. Waktu kejadian, rumah dalam keadaan kosong,” ujarnya, kemarin.
Saksi mata di lokasi kejadian menuturkan, kebakaran berlangsung magrib. Setengah jam kemudian api berhasil dipadamkan.

30 Laporan ke Dishub

Bukan hanya kebakaran yang terjadi pada saat listrik padam. Kemacetan parah juga melanda di berbagai ruas jalan. Pemicunya akibat lampu pengatur lalulintas (traffic light) tidak berfungsi.
Humas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar Azis Sila, mengaku pihaknya telah menerima 30 kali pengaduan dari masyarakat.
“Sejak listrik mulai padam, macet juga tidak bisa dihindari. Akhirnya banyak yang mengadu dan menelepon ke 112. Seingat saya, sebanyak 30 kali aduan telah diterima,” ujar Azis Sila, kemarin.
Karena menjadi bagian tanggung jawabnya, Dishub melakukan berbagai upaya guna mengurai kemacetan. Salah satunya dengan melakukan rekayasa lalulintas menggunakan barrier (pembatas jalan).
Aduan agar petugas Dishub berjaga di ruas jalan guna mengantisipasi kemacetan panjang, juga langsung direspons. Satu peleton personel dikerahkan guna mengurai kemacetan di malam hari.
“Kita pakai sistem loncat. Kalau sudah terurai di satu tempat, personel kita akan pindah ke tempat lain yang macet. Begitu seterusnya. Tapi kita fokuskan di Jalan Haji Bau, Petta Rani, Alauddin, dan Urip Sumohardjo. Karena di sana paling parah macetnya,” jelas Azis Sila. (ish-arf-jun-rhm/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top