RAMZAH THABRAMAN
Headline

Hotel Kewalahan Layani Tamu

BKM/ARDHITA ANGGRAENI NGINAP DI HOTEL-Karyawan hotel melayani tamu yang ramai-ramai datang menginap akibat mati lampu.

PADAMNYA listrik secara total di wilayah Sulsel, menjadi berkah tersendiri bagi bisnis perhotelan. Warga ramai-ramai reservasi dan memesan kamar untuk menginap ketika listrik di rumahnya tak menyala.
Tidak sedikit hotel di Makassar yang mengaku kewalahan menerima permintaan pemesanan kamar. Sejak black out berlangsung, okupansi hotel mengalami kenaikkan 90 persen.
Mahardika selaku Marketing Communication (Marcom) Manager Four Points by Sheraton Makassar, mengatakan pemesanan kamar hotel Kamis malam (15/11) terus naik. Jauh dari hari-hari biasanya. Kebanyakan yang memesan adalah warga Makassar.
“Iya, naik sekali (pemesanan kamar). Okupansi kita sudah 90 persen dari hari-hari sebelumnya, di luar even dan perayaan. Rata-rata yang pesan orang Makassar. Mungkin efek mati lampu,” ungkap Mahardika, Jumat (16/11).
General Manager Hotel Dalton Makassar Junaedi Salam, menuturkan tingkat hunian kamar di tempatnya bertambah hingga 80 persen. Apalagi, di wilayah tempat Hotel Dalton beroperasi, listrik padam sudah berlangsung cukup lama. Sehingga warga memilih untuk menginap di hotel.
”Sejak semalam (Kamis malam) banyak sekali tamu yang pesan kamar. Semalam kan di daerah Daya dan Sudiang lama sekali mati lampunya. Teman-teman banyak yang booking juga,” imbuhnya.
Dihubungi terpisah, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel Anggiat Sinaga, tidak menampik hal itu. Katanya, tingkat hunian beberapa hotel di Makassar mengalami lonjakan. Bahkan ada hotel yang menawarkan tarif kamar murah saat listrik padam.
“Kemungkinan beberapa hotel menawarkan seperti itu. Saya lihat kenaikan permintaan kamar hotel sejak semalam itu merata,” ujarnya.
Namun, Anggiat menambahkan, tarif kamar sejumlah hotel masih tetap sama seperti sebelumnya. Sebab ada ekstra cash untuk menutupi biaya operasional genset. ”Harga solarnya mahal,” tambah Anggiat. (ita/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top