Metro

Pedagang Pasar Toddopuli Keluhkan Air Bersih

MAKASSAR, BKM– Permasalahan air bersih untuk pedagang di Pasar Panakkukang, Jalan Toddopuli telah lama dikeluhkan pedagang. Dari ratusan pedagang yang beraktivitas di pasar, hanya ada satu sumur yang disiapkan di dalam pasar. bahkan mereka harus rela antre menunggu air.

Selain terbatasnya ketersediaan air, kualitas air di satu sumur di dalam pasar dinilai buruk sehingga tidak dapat digunakan sebagai air minum. Dari kondisi itulah, sehingga pedagang berencana berinsiatif untuk membuat sendiri sumur bor atau memasang air PDAM. Hanya saja, keinginan tersebut belum juga mendapat restu atau angin segar dari pihak pengelola pasar maupun PD Pasar Makassar Raya.
Hamzah, seorang pedagang Pasar Panakkukang mengaku sudah bertahun-tahun ia harus antrean menunggu giliran untuk mendapatkan air yang disediakan pengelola pasar. Bahkan tak jarang menunggu berjam – jam masih tetap tidak mendapat bagian air.
“Hampir semua pedagang disini setiap bulan membayar retribusi air dan listrik setiap bulan. Tapi air yang kami terima kualitasnya tidak baik, berbau dan tidak bisa digunakan untuk air minum. Karena air bersih yang kami terima satu jaringan yang disediakan pihak pengelola pasar dan air dari sumur bor. Jadi setiap hari harus antre dan kalau kering kami tidak kebagian air,” cetus Hamzah, Kamis (8/11).
Oleh karena itu, Hamzah berinisiatif untuk mengajukan dan meminta izin ke pengelola pasar untuk pemasangan sumur bor. Namun laporannya hingga kini belum juga di respons dan ditindak lanjuti pengelola Pasar Panakkukang.
“Saya ajukan permohonan untuk mendapatkan izin buat sumur bor, tapi lima hari ini belum ada responnya. Kami juga heran padahal pembuatan sumur bor ini pakai uang pribadi, bukan uang pengelola. Tapi tetap saja terkesan tidak mau memberikan kami izin pembuatan sumur bor. Ini yang kami pertanyakan juga dengan pengelola pasar,” ujarnya.
Dia berharap pengelola Pasar Panakkukang dapat segera memberikan kejelasan atas rencana yang telah lama dia ajukan untuk pembuatan sumur bor. Kalaupun tidak boleh atau diizinkan, harus ada konfirmasi atau penyampaian.
“Saya rencana akan meminta informasi ulang ke pengelola pasar bagaimana tindak lanjut surat saya. Harus ada kejelasan dan kami tidak mau terus-terusan seperti ini, tidak pasti terima air bersih dan kalaupun ada kualitasnya buruk tidak boleh digunakan untuk air minum,” tambahnya.
Hal yang sama dikatakan pendagang lainnya, mereka berharap ada dukungan dan bantuan dari pemerintah kota dalam menyiapkan air bersih yang lebih memadai.”Kami harap dukungan dan bantuan pemerintah kota untuk menyiapkan air bersih yang lebih memadai. Seperti pengadaan sumur bor atau PDAM setiap kios dan lods,” jelas salah seorang pendagang yang enggan disebut namanya.
Menyikapi keluhan pedagang, Kepala Pasar Panakkukang Azis menegaskan, pihaknya saat ini sudah melaporkan ke PD Pasar Makassar Raya untuk pembuatan sumur bor oleh pedagang. Semua aktivitas di pasar termasuk rencana pembuatan sumur bor wajib dilaporkan ke direksi.
“Saya sudah laporkan ke PD Pasar terkait permohonan pembuatan sumur bor. Sementara diproses dan nanti kami akan konfirmasi pedagang setelah ada hasil dari atasan kami,” singkatnya. (arf)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top