Gojentakmapan

Belasan Warga Mengadu tak Terima Rastra, Ini Kata Bupati Gowa

Para ibu rumahtangga asal Desa Toddotoa saat berada di kantor DPRD Gowa mengadukan nasibnya tak terima rastra lagi.

GOWA, BKM — Belasan ibu rumahtangga dari Dusun Toddotoa, Desa Toddotoa, Kecamatan Pallangga datang ke kantor DPRD Gowa, Jumat (9/11/2018) pagi.

Mereka datang menumpangi mobil pick up dan masuk ke kantor wakil rakyat. Sayangnya sesampai mereka di pintu kantor DPRD Gowa, tak satupun anggota dewan masuk kantor. Akhirnya para IRT ini diterima seorang staf Sekretariat DPRD Gowa dan menginformasikan jika semua anggota DPRD sedang ada tugas komisi di berbagai daerah.

“Kami sarankan mereka datang di hari Senin pekan depan jika ingin menyampaikan aspirasinya ke para wakil rakyat. Kebetulan hari ini para anggota dewan sedang ada tugas luar,” jelas staf tersebut.

Perwakilan warga Toddotoa ini seperti dikatakan Nurlina sebagai juru bicara para IRT mereka datang untuk mengadukan nasibnya tak diperhatikan Kepala Desa Toddotoa terkait pembagian sembako atau beras Rastra padahal mereka terdaftar dalam Program Keluarga Harapan (PKH).

“Iye kami datang ke kantor wakil rakyat ini untuk mengadu. Kami adukan pak desa yang oppo terpilihsebagai kepala desa Toddotoa pasalnya kami menilai pak desa tidak memperhatikan kami. Terbukti kami yang selama ini mendapatkan jatah beras tidak lagi diberi padahal kami punya kartu dan terdaftar dalam PKH,” ungkap Nurlina.

Nurlina bersama belasan ibu rumah tangga yang datang inipun membeberkan awal musabab mereka tidak mendapatkan beras Rastra tersebut.

“Desa kami sudah selesai pilkades dan kepala desa kami yang dulu oppoki lagi. Mungkin kita tidak diberi sambako itu dengan alasan kami tidak memilih pak desa. Kami sesalkan kenapa kami diseret ke ranah politik begitu. Sebulan lalu sebelum pemilihan kepala desa, pak desa Saliruddin Saleh yang terpilih kembali saat ini mengatakan semabko tidak dibagi dulu karena mau Pilkades dan sekarang setelah Pilkades, sembako itu ternyata dibagikan sembunyi-sembunyi di sebuah kandang sapi. Ini ada apa yah,” tandas Nurlina diiyakan ibu-ibu lainnya.

Makanya kata Nurlina, dirinya bersama ibu-ibu yang tidak mendapatkan jatah rastra ini datang mengadu.

Menurut penjelasan para ibu ini, di Dusun Toddotoa Desa Toddotoa Kecamatan Pallangga ada sebanyak 40 orang warga PKH yang tidak beroleh Rastra tersebut.

“Iye termasuk kami-kami inilah yang tidak mendapatkan lagi. Padahal kami terdaftar sebagai anggota PKH penerima 1 karung beras berisi 10 Kg. Dulu sembako ini dibagi oleh kepala dusun di rumah kepala dusun tali sekarang bukan kepala duaun yang bagi tapi dilakukan oleh dua orang bernama Dg Saleh dan Dg Rowa yang merupakan kepercayaan kepala desa terpilih. Kami pernah menanyakan kenapa dan dimana dibagi namun jawaban orang-orangnya pak desa malah menunjuk pak Syarif yang merupakan lawan politik pak desa di pilkades lalu. Makanya kami pastikan masalah ini dilandasi politik,” kata Nurlina lagi.

Terpisah Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan yang dikonfirmasi terkait pengaduan para warga Toddotoa usai mengikuti Jumat Ibadah di Masjid Agung Syekh Yusuf menegaskan pihaknya tidak akan kompromi terhadap penyimpangan.

“Kalau ada namanya dalam daftar PKH dan daftar Rastra maka itu sangat wajib diberikan kepada warga bersangkutan. Saya akan minta Dinsos cek daftar penerima Rastra yang dari PKH. Kalau nama mereka ada maka harus dapat. Dan bagi pengelola rastra di Desa Toddotoa akan dikenai sanksi tegas jika terbukti menyimpang dari aturan,” tandas Bupati Gowa kepada media di lobi kantor Pemkab Gowa. (saribulan)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top