Politik

Rela Berhenti Jadi Guru

BKM/MUHAMMAD AMIN Ismaeni Rachman S.Pd

PILIHAN politik kadang mudah berganti. Hal ini yang dialami seorang guru bernama Ismaeni Rachman,S.Pd yang lebih memilih menjadi politisi Partai Gerindra untuk melakukan pengabdian diranah parlemen.
Ismaeni Rachman kini mematangkan persiapannya dalam menghadapi pertarungan pemilihan legislatif (pileg) 2019 mendatang.
Enny sapaan akrab Ismaeni Rachman mengaku memilih untuk membidik DPRD Provinsi melalui daerah pemilihan (dapil) V Sulsel meliputi Kabupaten Bulukumba dan Sinjai di pileg nanti. Beratnya persaingan untuk mendapatkan kursi DPRD Provinsi tak membuat Enny pesimis.
Rasa optimisme yang tinggi membuat wanita ini rela menanggalkan statusnya sebagai pengusaha muda dan juga sebagai guru honorer di Pemkab Bulukumba. Mengklaim siap mewakafkan diri mengabdi untuk masyarakat Sulsel dengan memperjuangkan kepentingan masyarakat di DPRD Provinsi jika terpilih nantinya. Beberapa visi perjuangannya dipaparkan pada acara silaturahmi dengan keluarga serta tetangga di Posko Pemenangan Enny Minggu (4/11)malam.
Dalam Pertemuan tersebut, Enny mengaku telah melakukan perjalanan berkeliling di Sinjai dan Bulukumba. Ia ingin memahami kondisi dan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Melalui jalur legislasi, ia siap berjuang memajukan Sulsel khusunya di bagian Selatan-selatan.
Kemiskinan menjadi perhatian khusus. Untuk itulah perlu ada upaya kongkret mengatasi masalah kesejahtraan masyarakat. Apalagi Bulukumba dan Sinjai punya potensi sumber daya alam seperti perikanan, peternakan, pariwisata dan pertanian. Makanya indeks pembangunan manusia harus ditingkatkan. “Saya bertekad mengambil peran utama dalam menjalankan fungsi legislasi DPRD Provinsi,”ujarnya.
Enny memberi pesan agar masyarakat jangan berharap orang luar datang untuk membangun Bulukumba dan Sinjai. Karena yang mengetahui kondisi kedua daerah bertetangga itu adalah orang Bulukumba dan Sinjai itu sendiri. “Atas dasar itu, saya rela berhenti menjadi guru. Niat tulus saya ini tak lain untuk membangun Bulukumba dan Sinjai,”pungkasnya. (min/rif/c)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top