Politik

Pengusaha Ayam, ikut Nyaleg

BULUKUMBA, BKM–Berbagai macam profesi ingin ikut terlibat pada pesta demokrasi 5 tahunan ini. Seperti halnya pengusaha peternak ayam Ali Hamsah.
Ali Hamsah yang juga ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Kecamatan Bontotiro juga ikut bertarung di pemilu legislatif (pileg) 2019.
Menurutnya, ia maju karena dirinya ingin mewakili aspirasi rakyat dibidang peternak ayam, budi daya ikan, dan alasan lebih mendasarnya karena keresahannya pada masyarakat yang masih membutuhkan perhatian, seperti halnya penyiapan lapangan kerja, beserta peningkatan pendapatan warga. “Mudah-mudahan saya terpilih dan apa yang menjadi titipan masyarakat kepada saya, bisa saya perjuangkan nantinya serta saya juga tegaskan tak akan melupakan masyarakat bila nantinya saya duduk,”ujar Ali Hamsah.
Sementara itu, salah satu warga Basman menyampaikan pandangannya terhadap sejumlah caleg yang akan bertarung. Menurut Basman, peluang Ali Hamsah terpilih sangat besar. Alasannya karena dukungan dan suara untuk Ali Hamsah menyebar, bahkan jaringan yang menjadi mitra ternak dan budi daya sudah terbangun sejak 10 tahun yang lalu. Itu tersebar di tiga Kecamatan yakni Kajang, Herlang dan Bontotiro. “Sudah cocok memang jadi wakil rakyat, dengan pertimbangan bahwa beliau (Ali) memiliki jiwa sosial yang tinggi serta loyalitas yang bagus,”tuturnya.
Dia pun menceritakan, Ali Hamsah orangnya peduli kepada masyarakat dan keluarganya. Bahkan sudah 10 tahun telah memperkerjakan masyarakat yang membutuhkan pekerjaan, secara tidak langsung telah mengurangi pengangguran.
Sekedar diketahui, Ali Hamsah bertarung di daerah pemilihan (dapil) IV , meliputi Kecamatan Kajang dan Bontotiro.
Sebelumnya, Ali Hamsah memulai karirnya dari Sopir pete-pete (Angkot), terus mengadu nasib di Malaysia pada perusahaan besi. Setelah itu, Ali kembali ke kampung, dengan melanjutkan usaha sebagai perternak ayam dengan modal hasil gaji dari perantauan. (min/rif/c)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top