Kriminal

Dua Komplotan Joki CPNS Diringkus

MAKASSAR, BKM — Perburuan terhadap komplotan joki tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkum HAM) berbuah hasil. Dua orang tersangka yang terlibat dalam kasus ini diringkus. Tujuh lainnya masih dalam pengejaran dan berstatus DPO (Daftar Pencarian Orang).
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Wirdhanto Hadicaksono mengatakan, sebelumnya ada sembilan kawanan praktik perjokian ini yang diburu.
“Sudah ada dua orang yang berhasil ditangkap. Masing-masing R dan M. Tersangka M masih sementara diperiksa. Masih ada tujuh lainnya yang kita cari,” terang Kompol Wirdhanto, Rabu (7/11).
Menyusul penangkapan dua orang ini, polisi telah menetapkan enam orang tersangka. Masing-masing empat joki, satu peserta ujian yang diwakili joki, dan satu inisiatornya atau perantara. Saat ini pihaknya sementara melakukan pemberkasan.
“Pemberkasan sudah kita lakukan. Termasuk pencarian terhadap DPO yang belum tertangkap. Di antaranya berinisial S, I, A dan E, ” terang mantan Kasubdit 2 Siber Ditreskrimsus Polda Sulsel ini.
Praktik perjokian ini terungkap saat berlangsung seleksi CAT (Computer Assisted Test) Kemenkum HAM di Auditorium RRI, Jalan Ribura’ne akhir Oktober lalu. Mereka yang tertangkap kala itu, yakni Ahmad Lutfi, Martin Tumpak Rumapea, Adi Putra Sujana, dan Hamdi Widi. Semuanya kini telah ditahan polisi.
Dalam menjalankan aksinya, para komplotan joki ini dijanjikan uang Rp10 juta sampai Rp40 juta apabila peserta dinyatakan lulus. Sedangkan untuk brokernya akan mendapat jatah Rp125 juta hingga Rp150 juta. (mat/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top