Headline

Tidur di Makam Nenek Tiga Hari Sebelum Berpulang

BKM/ISHAK MAPPELAWA DI RUMAH DUKA-Rohani, ibunda almarhum Muh Yusuf yang ditemui di rumah duka, Selasa (6/11).

KECELAKAAN lalulintas (lakalantas) terjadi di Jalan Tinumbu, Makassar, Senin sore (5/11). Seorang murid Sekolah Dasar (SD) bernama Muh Yusuf korbannya. Pelajar berusia 11 tahun ini pun meregang nyawa di lokasi kejadian.

Laporan: Ishak Mappelawa

PADA sebuah rumah di Jalan Satando. Warga ramai-ramai berdatangan. Di tempat ini jenazah Muh Yusuf disemayamkan. Rumah tersebut merupakan kediaman neneknya.
Orang tua Muh Yusuf tinggal di sebuah rumah kontrakan yang begitu sempit di Jalan Sunu. Karenanya, mereka membawa jenazah buah hatinya ke rumah sang nenek.
Sebelumnya, Yusuf terlindas sebuah truk derek di Jalan Tinumbu, tak jauh dari perempatan Jalan Galangan Kapal dan Jalan Sunu. Saat kejadian, pelajar SD Tabaringan ini terkapar di tengah jalan.
Kondisinya sangat miris. Wajahnya tak lagi bisa dikenali usai dilindas ban truk. Ia bisa dikenali melalui sepeda yang dikendarainya sepulang sekolah, serta buku tulis yang ada di dalam tasnya.
Sesaat setelah kejadian, petugas lalulintas Polsek Tallo mengevakuasi jasad korban ke Rumah Sakit Bhayangkara. Juga mengambil keterangan di lokasi kejadian. Sementara sopir truk yang melindas korban, berhasil diamankan oleh petugas kepolisian.
Setelah melalui proses identifikasi awal, polisi kemudian mendatangi rumah korban. Ia diketahui tinggal bersama orang tuanya di Jalan Sunu, Kelurahan Suangga, Kecamatan Tallo.
Saat itulah tiba-tiba muncul seorang wanita. Namanya Rohani. Kepada petugas, ia mengaku sebagai ibu dari Muh Yusuf. Tangisan histerisnya pun pecah. Polisi kemudian membawanya ke RS Bhayangkara untuk kepentingang identifikasi lengkap.
Kepergian Muh Yusuf untuk selama-lamanya meninggalkan sedih bagi ibunya. Sepulang sekolah, kebiasannya adalah membantu kedua orang tuanya mencari nafkah. Bocah ini tidak lagi menyusahkan orang tuanya dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
Putra dari pasangan suami istri Hartono dan Rohani ini tak pernah lepas bangun pada subuh hari. Sebab di saat itulah pada setiap harinya ia membawa kue buatan orang tuanya ke warung-warung, sebelum berangkat sekolah jika masuk pagi.
Sepulang dari sekolah Yusuf membersihkan keranjang gorengan jalangkote miliknya. Jajanan khas Makassar itu kemudian ia jajakan.
Teriakan khasnya sudah dikenali oleh warga sekitar tempat tinggalnya. Yusuf berjalan kaki beranjak dari rumahnya menyusuri lorong-lorong. Bahkan mencapai 10 kilometer dalam sehari.
Panas kepanasan. Hujan kehujanan. Itu tak pernah mengurungkan niat Yusuf untuk berjualan. Satu keinginannya, hendak membahagiakan orang tuanya.
Hasil penjualan jalangkote itu diserahkan ke orang tuanya. Biasanya, jika lebaran tiba, dipakai untuk beli baju baru. Termasuk sepeda yang dipakainya ketika maut menjemput, juga dibeli dari hasil berjualan jalangkote.
”Dia (Yusuf) beli sepeda karena tak mau menyusahkan kakaknya, karena harus menunggunya berlama-lama saat pulang sekolah,” tutur Rohani, ibunda Yusuf sambil meneteskan air mata di rumah duka, kemarin.
Yusuf merupakan anak yang berbakti. Meski masih kecil, tapi punya rasa tanggung jawab tinggi. Itu sangat terlihat dalam kesehariannya yang rela mengorbankan waktu bermainnya sebagai anak-anak demi membantu meringankan beban orang tua.
Menurut ibu enam anak ini, Yusuf menjadi tulang punggunya dalam mencari nafkah. Namun, kini ia telah tiada.
“Sebagai orang tua saya bangga dengan Yusuf. Dia selama ini penyemangatku. Mencari nafkah untuk saya. Biasanya saya membuatkan kue baru dia yang membawanya ke warung-warung,” ujarnya lagi.
Yang namanya berjualan, lanjut Rohani, tak selamanya kue buatannya habis. Biasanya, Yusuf yang melihat kue tersebut langsung berinisiatif berkeliling menjualnya, meski berjalan kaki. ”Dia keliling sampai kuenya habis terjual,” kenangnya.
Ia kembali mengenang hari-hari menjelang Yusuf berpulang. Sang anak sempat memasak sendiri nasi untuk dimakannya karena sangat lapar.
”Dia memang pintar memasak. Jadi kalau lapar langsung masak sendiri. Saya yang masakkan ikannya. Setelah itu kami makan bersama. Yusuf bilang makanannya enak. Tidak ada tanda-tanda saat itu,” ujar Rohani.
Tiga hari sebelum meninggal, Yusuf bersama keluarga lainnya berada di Balangnipa, Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai. Mereka ziarah ke makam nenek Yusuf.
‘”Saat di pemakaman neneknya di sana, Yusuf sempat baring di kuburan. Saya tegur dia, tapi diabaikan. Tetap saja memeluk makam neneknya. Saya tidak tahu maksud dari semua itu. Baru sekarang terjawab,” terangnya haru.
Yang lebih membuat sedih Rohani, karena saat kejadian yang merenggut nyawa Yusuf, dirinya sempat melintas di lokasi. Ia dibonceng oleh kakak Yusuf.
”Saya sempat berhenti karena banyak orang berkerumun. Informasinya, ada kecelakaan terlindas truk dan meninggal dunia. Tapi kami tidak singgah. Anak saya melanjutkan perjalanan. Ternyata Yusuf yang jadi korban di situ,” ungkapnya.
Dari kabar yang diterima Rohani, kecelakaan yang mengakibatkan Yusuf terlindas truk terjadi ketika seorang pengemudi motor menyambar Yusuf yang sementara di atas sepedanya
“Kata warga sekitar, awalnya Yusuf yang sementara bersepeda sempat disambar pemotor. Dia terjatuh dari sepedanya, lalu kepalanya langsung berada di bawah truk yang sementara bergerak setelah lampu hijau. Warga sempat memberi tahu sopir. Tapi mobil tetap bergerak, sehingga Yusuf terlindas ban belakang sebelah kanan truk,” beber Rohani.
Oleh pihak keluarga, almarhum Yusuf telah dikuburkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sudiang, Selasa siang (6/11).
Kanit Lakalantas Polrestabes Makassar AKP Kun Sudarwati yang dikonfirmasi, mengatakan sopir truk kini telah ditahan guna proses hukum selanjutnya. Warga Daeng Tantu, Kelurahan Rappokalling itu memba truk dengan nomor polisi DD 8515 KL.
”Sopir dan kendaraannya sudah kami amankan,” ujar AKP Kun Sudawarti, kemarin. (*/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top