Headline

Pedagang Pasar Sentral Tuntut Rp1,8 Triliun

MAKASSAR, BKM — Kisruh Pasar Sentral atau New Makassar Mall kembali menyeruak. Kali ini, dengan diajukannya gugatan oleh pedagang kepada Pemerintah Kota Makassar dan pihak PT MTIR (Melati Tunggal Inti Raya).
Asosiasi Pedagang Pasar Sentral Makassar melalui kuasa hukumnya Erwin Kallo, mendaftarkan gugatan secara resmi di Pengadilan Negeri Kota Makassar, Jalan Kartini, Selasa (6/11). Gugatan ini ditujukan kepada PT MTIR dan Pemkot Makassar yang dianggap melawan hukum karena membuat polemik pasar sentral berlarut-larut hingga kini.
Sesuai gugatan dengan nomor perdata 376 tahun 2018, Erwin mengatakan akan menuntut ganti rugi kepada PT MTIR dan Pemkot Makassar sebesar Rp1,8 triliun. Hal ini terjadi karena telah dianggap merugikan pedagang selama delapan tahun lamanya.
“Rincian itu, satu kios Rp100 juta. Di sana kan ada 1.800 kios. Jadi Rp100 juta dikalikan 1.800 kios, jadi Rp 1,8 triliun,” beber Erwin, kemarin.
Dikatakannya, masalah ini bisa terjadi karena ada kesalahan berpikir di pihak pemkot. Erwin menganggap selama ini pemkot secara sengaja mengakui jika tanah yang berada di atas New Makassar Mall saat ini adalah milik mereka. Padahal jika dilihat secara hukum, aset tersebut bukan milik pemkot, melainkan milik pedagang.
“Kesalahannya selama ini karena pemkot pikir itu asetnya, padahal bukan. Kami akan buktikan secara hukum bahwa itu bukan aset pemkot berdasarkan sertifikat yang ada,” tambahnya.
Adapun yang menjadi permasalahan selama ini di New Makassar Mall, yakni masalah harga karena terjadinay selisih harga yang begitu jauh. Awal hasil audit BPKP, harga per kios sebesar Rp33 juta. Namun setelah berkembang, harga tersebut makin menanjak hingga Rp90 juta.
Erwin menduga, bahwa kenaikan harga ini, alasan yang paling membenarkan adalah karena adanya indikasi suap, mark up, dan korupsi.
“Satu satu alasan kenapa sampai harganya begitu jauh karena banyak sogoknya. Terlalu banyak suapnya dan korupsinya. Supaya harga ini dibebankan kepada pedagang,” ungkapnya.
Dugaan terjadinya kasus suap dalam lingkup Pemkot Makassar, lanjut Erwin, karena adanya oknum yang sengaja menaikkan harga yang sebetulnya keutungan developer hanya 20 persen.
“Saya bilang ini dugaan suap, karena satu-satunya alasan kenapa harganya begitu mahal. Hanya itu alasan yang bisa membenarkan. Jadi itu yang menerima suap saya imbau, kasihanilah pedagang. Kondisi pedagang sekarang memprihatinkan. Mereka ada di penampungan,” tegasnya.
Dikonfiormasi terpisah, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, tidak mempermasalahkan apa yang dilakukan pedagang pasar sentral bersama dengan kuasa hukumnya. Ia menyebut hal tersebut sebagai sesuatu yang biasa.
“Tidak apa-apa, gugat saja. Kalau haknya di situ, gugat saja, tidak apa-apa. Itu sudah biasa,” tandas Danny, sapaan akrab wali kota.
Kata Danny, jika ada dugaan suap terkait pembangunan New Makassar Mall, dirinya mempersilakan untuk melaporkan langsung ke pihak berwenang.
“Dugaan suap? Kalau ada suap lapor polisi. Tapi kalau salah, Pemerintah Kota Makassar bisa menuntut balik. Jadi harus dibuktikan. Kalau perlu lapor KPK,” cetus Danny.
Menurutnya, persoalan gugatan terhadap pemkot untuk kepentingan masyarakat, khususnya masalah harga yang tidak disepakati adalah hal yang wajar.
“Silakan digugat. Nda ada masalah kalau mau digugat. Tapi harus jelas dasar hukumnya seperti apa. Intinya kita sudah siap. Saya sudah terbiasa digugat,” tegasnya. (nug/rus/b)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top