Headline

Ekspor Langsung dari Makassar ke Eropa-Amerika Dimulai

MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah melakukan soft launching Proyek Strategis Nasional Makassar New Port (PSN MNP) tahap I, Jumat (2/11). Proyek senilai Rp2,51 triliun itu berada di area reklamasi MNP. Kegiatan ini dirangkai dengan ekspor langsung (direct call) perdana rute Makassar-Eropa-Amerika yang melalui MNP.
Direktur Utama PT Pelindo IV (Persero) Farid Padang mengutarakan, dalam pembangunannya, PSN Makassar New Port (MNP) dibagi dalam tiga tahap, yaitu tahap I, II dan III. Untuk tahap I, proses pembangunannya dibagi lagi per paket, yaitu paket A, B, C dan D.
“Pada hari ini (Jumat), yang kami resmikan pengoperasiannya adalah pembangunan MNP tahap IA yang dibangun pada 2015 hingga 2018. Yaitu dermaga dan menelan total investasi untuk infrastruktur dan suprastruktur sebesar Rp2,51 triliun,” jelas Farid.
Dia menyebutkan, dengan total lahan seluas 1.428 hektare untuk pembangunan MNP tahap I, II dan III, pihaknya menargetkan proyek yang 100 persen merupakan karya anak bangsa ini bakal menelan total investasi sebesar Rp89,57 triliun.
Farid merinci, selain paket IA yang sudah diresmikan kemarin, pihaknya masih terus melakukan pengerjaan untuk paket IB yang menghabiskan anggaran total sebesar Rp1,66 triliun (2018-2020). Paket IC dengan besaran biaya Rp2,69 triliun (2020-2022). Dan paket ID dengan total investasi sebesar Rp6,14 triliun, yang dibangun sejak 2015 hingga 2022 nanti.
Sementara untuk pembangunan MNP tahap II, akan dimulai pada 2022 hingga 2025. Pihaknya menargetkan investasi yang bakal diserap sebesar Rp10,01 triliun.
“Dan untuk pembangunan MNP tahap III atau tahap terakhir, akan dibangun juga pada 2022 hingga 2025 dengan besaran investasi senilai Rp66,56 triliun,” bebernya.
Dia menyebutkan, hingga 2025 nanti MNP akan memiliki dermaga total sepanjang 9.923 meter. Dengan total kapasitas terpasang nanti sebesar 17,5 juta TEUs per tahun.
Adapun dermaga yang diresmikan kemarin, memiliki panjang 320 meter dengan kapasitas terpasang 500.000 TEUs. Pada tahap IB, dermaga yang terbangun nanti memiliki panjang 330 meter dengan daya tampung 1 juta TEUs.
Tahap IC, dermaga yang dibangun sepanjang 350 meter dengan kapasitas terpasang 1 juta TEUs. Untuk tahap ID, dermaga yang akan dibangun memiliki panjang 1.043 meter.
Sedangkan pada pembangunan MNP tahap II, Pelindo IV akan membangun dermaga dengan panjang 3.380 meter dan memiliki daya tampung 5 juta TEUs. “Di Tahap III atau tahap terakhir nanti, dermaga yang dibangun akan memiliki panjang 4.500 meter dengan kapasitas terpasang 10 juta TEUs,” terang Farid.
Dia menuturkan, secara umum, khususnya untuk pembangunan MNP tahap I paket A, proses pengerjaannya terbilang lebih cepat dari target yang dicanangkan. Sebab, dilakukan serentak dari darat dan laut, sehingga bisa mempercepat proses pembangunan megaproyek tersebut.
“Pengoperasian dan soft launching ini sekaligus untuk menunjukkan kepada publik, baik operator pengguna jasa serta semua asosiasi dan stakeholder yang terlibat dalam pelabuhan, bahwa kehadiran MNP akan sangat membantu dan membuka ruang ekspor menjadi lebih besar,” tandasnya
Menurut Farid, kehadiran MNP akan menjadi hub besar di Indonesia Timur. Utamanya untuk mengubah pola angkutan kapal-kapal berukuran besar, sekaligus mengurai antrean yang terjadi di pelabuhan existing di Terminal Petikemas Makassar (TPM).
Untuk direct call, ungkap Farid, merupakan yang perdana dari Makassar langsung ke Eropa dan Amerika. Sebelumnya, ekspor langsung ke dua benua tersebut harus melalui Surabaya dan Jakarta.
Dia menyebutkan, dalam direct call tersebut, pihaknya melepas 11 kontainer berisi komoditas rumput laut, kayu olahan dan biji kopi. Dikirim langsung ke Eropa dan Amerika dengan negara tujuan Spanyol, Perancis, Belanda dan Amerika Serikat.
“Sebanyak 11 kontainer komoditas asal Sulsel yang dikirim langsung dari Makassar pada hari ini (kemarin) merupakan tahap awal. Ke depan, tentunya jumlah tersebut akan terus ditingkatkan. Apalagi, kapasitas terpasang MNP cukup besar. Untuk tahap I paket A saja bisa mencapai 500.000 TEUs,” tukas Farid.

Keluhan Nelayan

Reklamasi MNP sempat disoroti warga, terutama nelayan. Mereka merasa dirugikan karena aktifitas penimbunan dermaga mengganggu mereka dalam mencari nafkah. Namun, Farid menegaskan jika itu bukan persoalan.
“Terkait dengan keluhan nelayan dan sekitarnya, posisinya jauh dari dari jangkauan nelayan yang menangkap ikan,” cetusnya.
Dia melanjutkan, pihaknya cukup memperhatikan aktifitas nelayan di sekitar lokasi proyek.
Farid mengklaim, melalui program CSR (Corporate Social Responsibility), pihaknya memberikan bantuan berupa motor tempel bagi nelayan agar area penangkapan ikannya lebih luas lagi.
“Itu sudah kami lakukan bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan,” ungkapnya.
Selain itu, Pelindo juga menyiapkan air bersih bagi mereka. Material reklamasi juga diambil dari luar. Pasir dan batu didatangkan dari Takalar maupun Maros. Ada juga yang langsung dari Palu.
Yang pasti, reklamasi yang dilakukan sudah melalui tahap kajian dan melewati berbagai perizinan.
Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah membenarkan hal itu. Dia menekankan, soal reklamasi sudah melewati kajian. Semua prosesnya, mulai dari pengambilan pasir dan sebagainya.
“Saya kira tidak akan mungkin pemerintah merusak lingkungan. Ini proyek pemerintah. Ini proyek strategis nasional,” ungkapnya.
Dia melanjutkan, MNP merupakan proyek prestisius yang akan menjadi wajah baru PT Pelabuhan Indonesia IV pada tahun-tahun mendatang.
Dia berharap, kehadiran sarana tersebut menjadi kebangkitan dan langkah nyata untuk lebih mengakselerasi terwujudnya kesejahteraan ekonomi masyarakat dan pembangunan wilayah Indonesia.
“MNP akan menjadi langkah awal untuk percepatan pembangunan ekonomi dan percepatan investasi,” tandasnya.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, setelah MNP hadir dan beroperasi, sekarang harus dipikirkan konektifitas atau jalan bebas hambatan dari dan ke MNP. “Sudah perlu kita memikirkan kehadiran jalan arteri,” pungkasnya. (rhm/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top