Bisnis

Dipercaya Perusahaan Tambang Raksasa, Isuzu Pergencar Pemasaran D-Max

Isizu D-Max

SOROWAKO, BKM — Manajemen PT Astra International-Isuzu terus mempergencar pemasaran mobil pick up (PU) 4×4 dua kabin Isuzu D-Max seiring menggeliatnya industri pertambangan di sejumlah daerah di Tanah Air, terutama Sulawesi dan Kalimantan.

Apalagi, harga komoditas tambang seperti nikel dan batubara terus membaik, sehingga dipastikan kebutuhan kendaraan operasional yang tangguh dan tahan lama akan meningkat.

“Kami memiliki produk seperti Isuzu D-Max yang sudah dipercaya oleh perusahaan tambang karena durabilitas dan ketangguhannya,” ujar Kepala Wilayah Kalimantan dan Sulawesi PT Astra International-Isuzu Irwan Nawir saat ditemui di sela-sela kunjungan ke tambang nikel PT Vale Indonesia Tbk (dulu PT Inco Tbk) di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Rabu (24/10/2018).

Irwan menjelaskan, perusahaan tambang nikel raksasa multinasional itu mulai menggunakan mobil Isuzu D-Max sejak 2004. Hingga saat ini, total sudah 319 unit yang digunakan PT Vale Indonesia Tbk. Bahkan, sebagian besar mobil yang sudah berusia di atas 10 tahun masih digunakan di area tambang di Sorowako.

Diyakini, dengan terus membaiknya harga nikel di pasaran dunia, permintaan PT Vale terhadap mobil D-Max untuk supporting operator tambang akan terus meningkat. Apalagi, sekitar 60-70% unit kendaraan mereka sudah masuk jadwal peremajaan.

“Kontrol market kami di Sulsel ada di PT Vale, jadi bergantung pada forecast mereka. Harga nikel memang naik turun. Tetapi, kuartal ketiga dan empat stabil. Jadi, kalau terus stabil hingga tahun depan, market otomotif double cabin bisa naik 20-30 persen. Kalau PT Vale menambah, tentu 100 persen adalah untuk Isuzu, jadi dari semula 5-6 unit per bulan, bisa naik jadi 8-10 unit,” tutur Irwan.

Saat ini ia juga tengah membidik kawasan lain di Sulawesi di mana pertumbuhan industri tambang nikel juga menggeliat seperti Maluku Utara, Ternate, dan Halmahera. Walaupun memang, rencana ekspansi ke wilayah itu tidak terlalu besar ketimbang untuk memenuhi kebutuhan PT Vale.

Selain di Sulawesi, pihaknya juga akan mempergencar pemasaran di Kalimantan. Tahun depan, pihaknya menargetkan menguasai 25 persen pangsa pasar di Kalimantan. Apalagi diperkirakan, dengan membaiknya harga batubara, market mobil PU kabin ganda 4×4 akan bergerak naik di angka 20-25 persen. Berdasarkan catatan, harga batubara tahun 2015-2016 lampau sempat anjlok di harga US$ 60 per metrik ton. Akibatnya, banyak perusahaan tambang di Kalimantan gulung tikar. Kini harga batubara di kisaran US$ 100 hingga US$ 101,8 per metrik ton.

“Peningkatan luar biasa. Pangsa pasar kami dari semula hanya 1-5 persen, tahun ini pangsa pasar kami melonjak jadi 15%. Tahun depan kami optimistis bisa meraih 20-25%,” tutur Irwan.

Menurut dia, D-Max bisa diterima dengan baik karena memiliki ketangguhan dan daya tahan yang lama. Selama digunakan untuk menjadi kendaraan supporting di tambang PT Vale, D-Max tidak pernah mengalami masalah. Di area tambang, kendaraan itu bisa digunakan sehari penuh dengan jarak tempuh 200-300 kilometer (km) per hari. Sedangkan di area luar tambang, sekitar 50-100 km per hari. Sebanyak tujuh tim mekanik Isuzu menetap di kawasan tambang untuk memberi layanan 24 jam.

“Sebagian kontraktor tambang memilih merek lain yang harganya sedikit lebih murah, tetapi daya tahannya rendah, paling 3-5 tahun penggunaan. Makanya, kebanyakan owner ataupun perusahaan tambang yang memilih Isuzu D-Max karena daya tahannya lama. Kendaraan kami malah ada yang dipakai lebih dari 10 tahun. Jika dibagi dengan waktu pemakaian, tentu jatuhnya lebih efisien,” tambah Irwan.

Keunggulan

Irwan menjelaskan, pernah suatu kali PT Vale menggunakan merek lain yang menjadi kompetitor Isuzu, namun ternyata bermasalah. Kekuatan dan daya tahan kendaraan itu jauh di bawah D-Max. Sementara D-Max memiliki daya tahan yang tinggi untuk mengarungi medan berat. Belum lagi, bodi kendaraan yang lebih kuat dan tahan lama ketimbang merek kompetitor di tengah udara sulfur yang bisa membuat kendaraan cepat berkarat.

Sebenarnya, tambah Irwan, keunggulan lain adalah BBM yang hemat. Efisiensi bahan bakar juga bisa dipantau rekaman data pengendara yang ada di mobil melalui Isuzu Diagnostic Service System (IDSS). Sistem itu membuat “laporan kesehatan” mobil konsumen yang bisa memberi rekaman data pola mengemudi, konsumsi bahan bakar, pengoperasian pedal gas, dan informasi umum lainnya sejak mobil itu keluar dari pabrik. Dari data itu, konsumen bisa mengetahui seberapa hemat ia mengendarai mobilnya, termasuk mengetahui kesehatan mobilnya sehingga bisa melakukan antisipasi yang maksimal.

Namun, perusahaan tambang sekelas PT Vale Indonesia Tbk tidak melihat hal itu menjadi pertimbangan utama bagi mereka memilih D-Max.

Seperti diakui Senior Manager of Mobile Equipment Maintenance (MEM) PT Vale Indonesia Tbk Teguh Dwi Kuncoro. “Kami memilih D-Max belum melihat dari sisi fuel consumptionnya. Sebab, untuk sisi fuel consumption, ada prioritas lain yakni kendaraan berat dump truck. Kalau D-Max adalah kendaraan supporting, masuk di light vehicle,” papar Teguh.

Dikatakan, pihaknya memilih Isuzu D-Max karena kendaraannya lebih familiar dengan fuel yang digunakan PT Vale. Mobil lain, terutama buatan Eropa, sangat sensitif untuk penggunaan jenis BBM. Makanya, injektor mobil itu sering bermasalah. Sementara Isuzu D-max tidak. D-Max bisa menggunakan solar jenis apa saja, termasuk yang kelas terendah.

Supervisor Astra Isuzu Sorowako Imrad mengatakan, D-Max spesifikasinya memang unggul ketimbang merek lain. D-Max diperkuat mesin commonrail 4JK1-TC HI dengan 2.500 cc. Mesin itu dilengkapi pompa injeksi bahan bakar dengan kontrol elektronik dan dibalut intercooled turbo chargerand VGS (variable Geometry Systems). Dengan mesin commonrail, filter BBM dibuat ganda, sehingga residu solar tersaring dua kali. Makanya, mobil itu cocok dipakai di pertambangan yang mampu mengakomodasi solar tambang. Dengan cara itu, kotoran di solar tambang bisa dikurangi saat masuk mesin. Selain itu, di ujung injektor dipasang pengeras berupa diamond like carbon, atau lapisan karbon di ujung injektor, sehingga pucuk injeksi tidak kerap buntu. Teknologi ini belum dimiliki pesaing.

D-Max kuat di medan ekstrem karena didukung torsi maksimal 32,6 kgm dan RPM 1.800-2.800, serta power maksimal 138 PS/3.400 RPM. D-Max juga memiliki fitur keselamatan anti-lock braking system (ABS) yang dikombinasikan bersama electronic brake distribution (EBA) dan brake assist (BA). Layaknya mobil berpenggerak 4×4, keduanya memiliki transfer case model putar. Menariknya, transisi dari penggerak roda belakang ke 4×4, bisa dilakukan ketika kendaraan melaju.

“Kami terus memberikan pelatihan produk knowledge ke PT Vale, terutama untuk mekanik MEM. Pelatihan itu masuk sebagai syarat di kontrak yakni sharing knowledge. Kami juga memantau banyaknya kerusakan ada di bagian mana, jadi bisa juga melakukan pelatihan ke operator ataupun supervisor, tetapi tentu saja dengan melibatkan orang MEM di PT Vale,” tutur Imrad.

Dikatakan, saat ini, 50% unit D-Max digunakan untuk mining berupa aktivitas mendrop operator, supervisi, dan untuk operasional.

Terkait data penggunaan kendaraan yang bisa diunduh dari mobil D-Max, lanjut Imrad, saat ini itu hanya digunakan tim mekanik Isuzu yang menetap di area tambang. Data itu belum digunakan secara maksimal oleh PT Vale. Soalnya, penggunaan BBM untuk kendaraan supporting belum menjadi pertimbangan mereka. PT Vale Indonesia Tbk hanya melihat dari sisi daya tahan kendaraan dan kesiapan penuh mekanik secara 24 jam sehingga tidak ada kendaraan yang bermasalah saat digunakan untuk operasional.

Saat ini, Isuzu tengah meningkatkan ketersediaan penggunaan kendaraan untuk operasional PT Vale menjadi 95% dan cadangan 5% dari sebelumnya 85% dan cadangan 15%.

Pada kesempatan yang sama, Acting Manager MEM LV PT Vale Indonesia Tbk Dahlan Landao menjelaskan, selama menggunakan D-Max untuk supporting operasional di tambang, pihaknya tidak pernah mengalami masalah terkait kurangnya dukungan mekanik dan ketersediaan suku cadang. “Masalah klasik tambang adalah di maintenance dan ketersediaan part. Tim Isuzu ada di sini, responsnya cepat. Part kami terpenuhi terus, tidak perlu menunggu lama,” kata dia.

Ditambahkan, suku cadang yang kerap diganti adalah di bagian kaki-kaki, karena medan yang berat. Lalu rem dan kanvas kopling.

Dulu, kata Dahlan, pihaknya pernah mencoba menggunakan mobil PU kabin ganda 4×4 merek lain. Ternyata malah operasional tambang menjadi berantakan. Soalnya, mobil itu kerap bermasalah dan pasokan suku cadangnya lemah.

Sementara itu, terkait adanya “laporan kesehatan” mobil melalui sistem Isuzu Diagnostic Service System (IDSS), menurut Dahlan hal itu merupakan keunggulan yang belum banyak diketahui.

“Soal healthy report harusnya bisa kami manfaatkan. Jelas rugi beli mobil sementara teknologi tidak dimanfaatkan,” ujar dia.

Beberapa waktu lalu, Chief Executive Officer PT Astra International Tbk-Isuzu Head Office Rahmat Samulo mengatakan, penjualan ritel D-Max melonjak signifikan seiring membaiknya harga komoditas tambang dan perkebunan di Tanah Air. Lonjakan penjualan Isuzu D-Max itu lebih tinggi dari peningkatan penjualan mobil segmen PU 4×4 secara nasional.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor di Indonesia (Gaikindo), sepanjang semester pertama tahun ini, atau dari Januari hingga Juni 2018, penjualan mobil PU 4×4 mencapai 8.336 unit atau naik 15% dari periode yang sama tahun lalu sebesar 7.197 unit. Penjualan D-Max sepanjang semester pertama 2018 mencapai 232 unit atau naik 21% dari tahun lalu yang sebesar 192 unit.

“Jika dilihat dari growth yang lebih tinggi dari pasar itu, jelas sekali D-Max bisa diterima dengan baik oleh konsumen,” ujar Samulo.

Ia menjelaskan, konsumen terbesar D-Max adalah korporat yang bergerak di industri tambang dan perkebunan. Saat ini, 59,1% pasar potensial D-Max ada di lima area yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Riau, Kalimantan Barat, dan sisanya di DKI. Area itu adalah daerah penghasil komoditas tambang dan perkebunan sawit.

Spesifikasi D-Max cocok untuk berbagai kondisi medan, bahkan kondisi jalan yang sangat buruk. Sistem penggerak empat roda D-Max sangat mumpuni jika melewati jalan berlumpur dan kondisi ekstrem. Makanya, di daerah pertambangan dan perkebunan, D-Max laku keras.

Seperti di Samarinda, Kalimantan Timur, penjualan mobil ini melonjak hingga 2.000%. Berdasarkan data registrasi kepolisian (Polreg), sepanjang semester pertama 2017, dari total penjualan PU double cabin 4×4 di Samarinda sebanyak 710 unit, D-Max saat itu hanya terjual 2 unit dengan pangsa pasar 0,28%. Ternyata, pada semester pertama 2018, penjualan D-Max meroket. Kenaikan penjualannya sekitar 2.000% menjadi 42 unit atau meraih pangsa pasar 4,26%. Sejak awal tahun ini, harga batubara memang naik signifikan.

“Isuzu bisa lebih diterima pelaku industri apalagi memiliki keunggulan melalui sistem diagnosa Isuzu Diagnostic Service System (IDSS). Sehingga, pelaku usaha bisa menekan penggunaan BBM,” kata Samulo.(rilis)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top