Headline

Tawarkan Lokasi Investasi, Danny Jamin tak Sengketa

MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto dengan terbuka mengundang negara-negara untuk melakukan investasi di kota Anging Mammiri. Hal itu disampaikan di hadapan 15 delegasi negara pada Forum for Cooperation Makassar Internasional Eight Festival and Forum (F8) di The Rinra Hotel, Rabu (10/10).
Ada 10 peluang investasi terbaik yang dipaparkan wali kota yang akrab disapa Danny itu. Mereka yang jadi peserta pertemuan adalah para duta besar negara sahabat dan kepala bagian kerja sama atau kepala unit kerja yang membidangi kerjasama pemerintah kota se-Indonesia.
Adapun 10 investasi tersebut adalah Makassar Sombere’ and Smart City Hall, The Master, Balang Tonjong Lakeside Resort, Tallo River Eco Town, Somba Opu Double Decker City Walk, Sombere’ Makassar LRT, Green Parking Garage, Makassar Waste to Energy, City Fiber Optic Network, dan Integrated City Toll Road.
Danny mengatakan, melalui investasi tersebut, diharapkan Makassar mampu mengeksplor masing-masing potensi daerah guna peningkatkan kemajuan ekonomi Indonesia.
“Saya kira Makassar punya kontribusi jelas. Tapi lebih kuat lagi jika investasi masuk, tentunya akan membuat pondasi ekonomi negara tambah kuat,” kata Danny.
Dalam pemaparannya, Danny memastikan jika wilayah investasi yang ditawarkannya bukan merupakan tanah sengketa. Seperti The Master yang meliputi terminal, hotel, mal, stadion, expo and recreation yang terletak di Kelurahan Untia. Lokasi ini memiliki luas 18 hektare.
Begitu juga Tallo River Side Eco Town yang mempunyai luas wilayah sekitar 11 hektare. Sedangkan Makassar Waste to Energy yang terletak di Antang memiliki luas 4 hektare.
“Semua yang saya tawarkan ini adalah yang sudah punya tanah. Jadi tinggal investasi,” tandas Danny.
Konjen Australia Richard Mathews, mengatakan konferensi ini penting dan sangat membantu untuk Makassar maupun negara yang ingin berinvestasi. Melalui forum ini dirinya bisa mempelajari lebih banyak visa dan misi Makassar untuk membangun kota.
Di Makassar sendiri, dikatakan Richard, Australia saat ini sudah ada investasi besar. Yaitu pabrik tepung terigu, di mana 50 persen kepemilikannya adalah perusahaan yang ada di Australia.
Australia saat ini belum ada infestasi di bidang infrastruktur. Selama ini mereka hanya fokus pada sektor pendidikan, pertanian, dan peternakan.
Namun Richard tetap akan mempertimbangkan apa yang dipaparkan oleh Danny. Ia berharap pada Oktober ini ada beberapa pengusaha dari Australia yang datang ke Makassar.
“Kami tetap mempertimbangkan itu. Kami sebagai perwakilan pemerintah, sebagai fasilitator, harus menarik dari sektor swasta. Oktober ini kami harap ada delegasi pengusaha menengah dari Kota Darwin ke sini,” kata Richard.
Konjen Amerika Serikat Mark McGovern, juga sangat mengapresiasi forum ini. Ia sangat memuji bagaimana upaya Makassar berusaha menarik investasi luar negeri, khususnya Amerika Serikat.
Amerika Serikat sendiri, dikatakan Mark, saat ini punya tiga perusahaan besar di Sulsel. Mark menegaskan mengatakan bahwa Amerika berkomitmen untuk menciptakan perdagangan yang bebas dan adil.
“Sangat penting menciptakan lingkungan dan infrastruktur yang mendukung terwujudnya perdagangan yang adil,” kata Mark.
Setelah kegiatan ini, Mark pun akan mencoba berkomunikasi dengan beberapa pengusaha yang ada di Amerika terkait tawaran investasi dari Makassar ini. Menurutnya, semua akan diputuskan oleh beberapa perusahaan yang ada di negaranya.
Wakil Ketua Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Kota Makassar Abd Wahab Tahir, menilai event F8 merupakan perhelatan yang monumental. Ada banyak aspek berputar pada even ini. Seperti hiburan, memperkenalkan objek wisata yang dapat menjadi cara tuk memancing investor masuk. Khususnya dari luar negeri.
“Akan banyak investasi dan uang yang akan berputar di Makassar. F8 patut diberikan apresiasi dan dukungan,” ujarnya, kemarin.
Usai pelaksanaan F8 tahun ini, Wahab berharap bisa hadir kota kembar atau twins city bagi Makassar. Kota kembar menjadi konsep penggandengan dua kota yang berbeda lokasi maupun administrasi politik. Tujuannya agar mampu menjalin hubungan budaya dan kontak sosial antarpenduduk.
Anggota Komisi B Bidang Pembangunan DPRD Kota Makassar Mario David, mengatakan sebagai kota metropolitan, Makassar memang memerlukan F8 atau event-event internasional lainnya. Ajang semacam ini dapat mendorong citra kota serta menarik perhatian investor dari luar negeri.
“Selain dapat mendukung pergerakan roda perekonomian, investasi juga dapat membuka lapangan pekerjaan cukup besar. Dengan adanya event F8 dapat memberikan ruang bagi UKM untuk memperkenalkan usaha mereka,” tandasnya. (nug-arf/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top