Gojentakmapan

Menkes Minta Pemkab Gowa Sukseskan Sigalih

Suasana video conference antara Menkes RI dengan Pemkab Gowa di Baruga Tinggimae rujab Bupati Gowa.

GOWA, BKM — Video conference (vicon) yang dilakukan Menkes RI dengan enam pemerintah provinsi yakni Sulsel (Kabupaten Gowa), Sumsel, Jawa Barat, Maluku, DKI Jakarta dan Jawa Tengah dalam rangka Hari Penglihatan Sedunia, Kamis (11/10/2018) pukul 11.00 Wita berlangsung lancar.

Vicon bertema ‘Mata Sehat Untuk Semua’ dan dirangkai launching Sistem Informasi Penangulangan Gangguan Penglihatan (Sigalih) ini, khusus di Kabupaten Gowa bertempat di Baruga Tinggimae rujab Bupati Gowa.

Dialog antara Menkes Nila Moeloek dengan Bupati Gowa diwakili Sekretaris Kabupaten Gowa Muchlis didampingi Plt Kadis Kesehatan Sulsel Dr dr Bachtiar, Kadis Kesehatan Gowa dr Hasanuddin dan para pengurus Perdami Gowa, jajaran Helen Keller dan kepala Puskesmas se Gowa berjalan singkat.

Kendati hanya durasi percakapan lima menit, Sekkab Gowa Muchlis menjelaskan detil sejumlah program kesehatan penglihatan yang dipadukan dengan program nasional Sigalih atau Sistem Informasi Penanggulangan Gangguan Penglihatan (Sigalih).

Muchlis kepada Menkes mengatakan, Pemkab Gowa sejauh ini sudah melakukan pelatihan kepada 6 petugas perwakilan dari 26 Puskesmas dan 12 kader dari 27 Pospindu. Upaya ini kata Muchlis merupakan kesiapan bagi Pemkab Gowa dalam menjalankan program Sigalih tersebut.

“Kita berupaya lakukan eliminasi gangguan penglihatan ini dengan target 2019 mendatang masyarakat Gowa bisa terbebas dari kebutaan,” jelas Muchlis.

Muchlis juga mengatakan niat ini sudah menjadi komitmen Bupati Gowa pada acara Kick Andy yang ditayangkan salah satu tv swasta belum lama ini.

“Makanya kita akan buktikan itu. Kita mampu lakukan pada 2018 ini. Pada tahun 2017 lalu kita telah melakukan deteksi dini di 28 sekolah dan pada 2018 ini kita anggarkan dalam APBD dan hasilnya malah enpat kali lipat. Sisanya kita akan sisir lagi di sekolah-sekolah yang belum terjangkau. Sehingga di tahun 2019 mendatang Gowa bisa ditarget tuntas apalagi kita sudah lakukan Sigalih ini,” jelas Muchlis seraya mengatakan dari 100 orang sample, pasti ada empat orang diantaranya yang mengalami gangguan penglihatan.

Ke depan ini tambah sekkab lagi, melalui petugas yang telah dilatih akan menyisir sekolah-sekolah lainnya. Dan semuanya itu sudah dijalankan menggunakan aplikasi Sigalih melalui android.

Khusus wilayah dataran tinggi kata Muchlis diharapkan dalam waktu dekat akan dikembangkan Gowa Smart City sehingga semua kecamatan bisa terakses internet dengan baik sehingga program Sigalih ini dapat berjalan secara baik juga.

Selain pernyataan kesiapan menjalankan Sigalih yang disampaikan Sekkab Gowa, pihak Perdami (Persatuan Dokter Mata Indonesia) Kabupaten Gowa pun sepakat mendukung pelaksanaan Sigalih ini di Gowa.

Pernyataan Sekkab Gowa maupun Perdami Gowa inipun ditagih Menkes Nila Moeloek untuk dilaksanakan sesuai yang dijanjikan.

“Pak sekda tolong disampaikan salam saya kepada Bupati Gowa dan Gowa harus janji yah, Sigalih ini dilaksanakan dengan baik sehingga
tidak ada lagi yang mengalami gangguan penglihatan di Gowa,” kata Menkes Nila Moeloek.

Terpisah, Kadis Kesehatan Gowa dr Hasanuddin kepada media mengatakan capaian program pengentasan gangguan penglihatan telah dijalankan sejak 2017 dimana dari hasil jajakan Dinkes ditemukan 727 orang penderita katarak, penderita kelainan Refraksi (khusus pada anak-anak sebanyak 587 orang, penderita glaukom 29 orang, penderita xerothalmia 9 orang dan low vision tidak ada.

Dan pada tahun 2018 dijajaki kembali dimana penderita katarak menjafi 729 orang, penderita kelainan refraksi menjadi 532 orang, glaukom 16 orang, xerothalmia 38 orang dan low vision 30 orang. (saribulan)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top