Gojentakmapan

Bupati Adnan Sambut Kirab Satu Negeri di Balla Lompoa

GOWA, BKM — Berangkat dari wilayah terluar Indonesia yaitu Sabang, Rote, Miangas, Nunukan dan Merauke akhirnya Kirab Satu Negeri GP Ansor tiba di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulsel.

Kedatangan rombongan kirab ini disambut hangat Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan di pelataran Museum Istana Balla Lompoa, Rabu (10/10/2018) malam.

Setiba di hadapan bupati termuda id kawasan timur Indonesia ini, pimpinan Pusat GP Ansor Saleh Ramli lalu melakukan penyerahan bendera merah putih dikawal pasukan 17. Suasana menjadi meriah dengan sambutan pentas seni tradisional.

Saleh Ramli mengatakan tim kirab ini mengaku bersyukur karena bisa menjadikan Gowa titik lintasan kirab satu negeri.

“Kami bersyukur karena kirab satu negeri ini tiba dengan selamat di Kabupaten Gowa disambut pentas seni tradisional yang luar biasa. Selama kami di Gowa ini, kita akan melakukan berbagai kegiatan termasuk akan berziarah ke makam Syekh Yusuf dan Sultan Hasanuddin lalu kita lanjut ke Makassar,” kata Saleh Ramli.

Dikatakan Saleh, kirab ini merupakan salah satu ikhtiar Pemuda Ansor untuk mengajak pemuda makin mencintai Indonesia.

“Kirab Satu Negeri dimulai sejak 6 September lalu dan akan berjalan selama 41 hari, akan berakhir di Jogjakarta 26 Oktober mendatang,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Pimpinan Wilayah GP Ansor Sulsel Rusdi Idrus menyebutkan, jika dirinya mengajak seluruh pemuda untuk mencintai Indonesia dengan menjunjung empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

“Kirab Satu Negeri ini juga untuk mengingatkan bangsa Indonesia agar tetap kokoh. Akhir-akhir ini marak berita di media massa, media sosial, sesama anak bangsa terpecah karena perbedaan pilihan, maka dari itu Ansor mengajak masyarakat cinta damai, karena negara Indonesia adalah negara cinta damai,” ujarnya.

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, dalam sambutannya mengatakan, jika ingin melihat kemajuan suatu bangsa maka lihatlah pemudanya. Indonesia akan maju di masa yang akan datang jika pemudanya aktif dan ikut memajukan negeri ini.

“Mari kita membangkitkan Indonesia, dengan tidak pernah melihat suku bangsanya atau rasnya. Dengan perbedaan mari kita menyatukan tekad, bergandengan tangan membangun bangsa ini. Apapun pilihannya kita tetap satu yakni bangsa Indonesia,” kata Adnan disambut tepuk tangan peserta kirab.

Adnan pun berharap, dengan kegiatan kirab ini akan memunculkan pemuda yang kelak bisa mensejahterakan Indonesia. Apalagi di masa sekarang sangat jarang ada pemuda yang berkontribusi nyata dalam gerakan untuk membangun Indonesia.

“Saya berharap GP Ansor tidak berhenti sampai disini tapi selalu menyerukan dan mengajak seluruh pemuda khususnya di Gowa untuk berbuat yang terbaik untuk Indonesia,” tandas bupati.

Adnan juga mengingatkan seluruh pemuda untuk selalu menjaga kekompakan. Perbedaan pilihan diharapkan tidak menurunkan status sosial atau ekonomi seseorang.

“Sebentar lagi kita akan menghadapi Pileg dan Pilpres 2019. Saya berharap Pemilu nanti, meskipun kita berbeda pilihan tapi kita tetap satu, berjuang untuk bangsa Indonesia. Mudah-mudahan tahun berikutnya banyak pemuda yang terlibat dalam kirab satu negeri ini, dan semakin banyak pemuda yang cinta terhadap Indonesia,” harap Adnan. (saribulan)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top