RAMZAH THABRAMAN
Gojentakmapan

Accera Kalompoang dan Pergantian Jaga Pasukan Tubarani Gowa Raih Sertifikat WBTB Kemendikbud

Abd Rauf Malaganni

GOWA, BKM — Ritual adat Accera Kalompoang atau pencucian benda-benda pusaka Kerajaan Gowa serta Pergantian Jaga Pasukan Tubarani Gowa di Museum Istana Balla Lompoa menyabet dua sertifikat nasional Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Dua sertifikat itu diterima Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Malaganni di Gedung Kesenian Jakarta, Rabu (10/10/2018) malam.

Usai menerima dua sertifikat itu, Wabup Gowa Abd Rauf Malaganni mengatakan, sertifikat itu diberikan atas tradisi Accera Kalompoang atau pencucian benda-benda pusaka Kerajaan Gowa dan Pergantian Jaga Pasukan Tubarani di Museum Istana Balla Lompoa yang digelar setiap tanggal 17 di bulan berjalan.

“Sertifikat itu diserahkan Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid dalam satu acara yang dihadiri gubernur, bupati, walikota,dan kepala dinas pariwisata berbagai provinsi Indonesia dan salah satu penerimanya adalah Pemkab Gowa,” kata Wabup Gowa Abd Rauf Malaganni dihubungi Kamis (11/10/2018).

Menurut Wabup, kedua item tersebut memang sudah layak untuk mendapatkan pengakuan, karena kedua tradisi itu merupakan hal yang sudah lama dilakukan oleh masyarakat di Gowa sebagai upaya membesarkan budaya tersebut.

Dengan pengakuan yang diberikan oleh Kemendikbud tersebut, kata Rauf merupakan upaya untuk melestarikan nilai-nilai yang dikuatirkan hilang tergerus zaman.

“Sekaligus dengan sertifikat itu, maka kegiatan serupa tidak dapat diklaim lagi oleh daerah lain. Baik secara defacto maupun de jure menjadi asli kekayaan budaya Gowa,” tegasnya.

Accera Kalompoang sendiri dimulai pada saat pemerintahan Raja Gowa
ke IX Daeng Matanre Karaeng Tumapa’risi Kallongna (awal abad ke 16) sekitar tahun 1510. Tradisi ini bertahan hingga saat ini. Setiap tahunnya dilaksanakan bertepatan dengan hari raya Idhul Adha.

Sementara itu, untuk prosesi pergantian jaga yang dilakukan oleh puluhan pasukan Tubarani sejak zaman Kerajaan Gowa dan masih berlanjut di halaman Museum Istana Balla Lompoa setiap bulannya pada tanggal 17.

Pasukan ini menggunakan pakaian adat berwarna merah tampil lengkap dengan senjata khas serta panji-panji Kerajaan Gowa. Mereka berkirab diiringi tabuhan gandrang (gendang khas suku Makassar) tepat pukul 17.00 Wita sore.

Warisan Budaya Tak Benda beragam tradisi dan ekspresi lisan meliputi, seni pertunjukan, adat istiadat masyarakat, ritus, perayaan, pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam semesta serta kemahiran kerajinan tradisional.

Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata Mardani Hamdan menjelaskan, sebelum pemberian sertifikat tersebut, ada beberapa tahap yang harus dilalui seperti menyiapkan seluruh dokumen naskah, dokumentasi dan video terkait dengan item Accera Kalompoang dan Pergantian Jaga Pasukan Tubarani.

“Bulan Agustus kemarin sidang dan verifikasinya. Alhamdulillah kedua budaya kita itu mendapatkan pengakuan nasional,” kata Mardani. (saribulan)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top