Headline

Shelter Pengungsi Dibangun di Makassar

MAKASSAR, BKM — Makassar Eight Festival and Forum 2018 menjadi momentum untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Pemerintah Kota Makassar memanfaatkannya untuk menjajaki peluang itu.
F8 yang perhelatannya dimulai hari ini, Rabu (10/10) akan diikuti 10 negara dan dihadiri 30 diplomat dari seluruh dunia. Penandatanganan nota kerja sama akan menjadi bagian dari even tahunan ini.
Kepala Bagian Kerja Sama Pemkot Makassar Najiran, mengatakan untuk menjadikan Makassar sebagai kota dunia, sangat diperlukan kerja sama dengan berbagai negara. Olehnya itu, salah satu tujuan dari F8 adalah untuk mencari peluang investasi yang akan diberikan oleh negara lain untuk kepada Makassar.
Setidaknya akan ada tiga kerja sama yang akan dilakukan Pemkot Makassar pada pembukaan hari ini. Masing-masing dengan International Organization for Migration (IOM), United States Agency for International Development (USAID), dan International Enterprise (IE) Singapore.
IOM adalah anak organisasi PBB yang menangani masalah pengungsi. Dikatakan Najiran, kerja sama yang dilakukan nanti adalah bagaimana menangani shelter pengungsi yang ada di Makassar.
“IOM akan mendukung Makassar sebagai kota sehat. Mereka akan memberikan bantuan pendampingan buat para pengungsi. Menciptakan shelter-shelter pengungsi yang lebih manusiawi dan lebih sehat,” jelas Najiran, kemarin.
Kerja sama yang kedua dari USAID. Najiran mengatakan, USAID akan memfounding penyediaan air bersih dan sanitasi di Makassar. Dalam kerjasamanya, mereka akan membangun instalasi-instalasi air bersih, serta membangun sanitasi yang layak bagi masyarakat Makassar.
Kerja sama yang ketiga melalui lembaga International Enterprise Singapore (IE). IE akan membawa satu dari company di bawah pemerintah Singapura yang bernama Happier. Mereka akan bekerja sama di bidang kesehatan di Makassar.
“Yang dari Singapura ini, mereka akan melakukan pendampingan projek-projek Smart Healt Care di Makassar,” kata Najiran.
Pemkot Makassar juga akan mencoba melakukan kerja sama lainnya dalam forum tersebut. Namun, Najiran mengatakan hasilnya belum pasti. Karena kerja sama dengan pihak luar membutuhkan banyak tahap.
“Kita lihat saja nanti. Karena proyek kerjasama ini cukup memakan waktu untuk proses persetujuannya. Karena kita harus mendapat persetujuan Kementerian Dalam Legeri, Kemenlu dan dan Sekretariat Negara,” tambahnya.

Dikawal 2.040 Personel

Untuk mengamankan pelaksanaan F8, sebanyak 2.040 personel gabungan diterjunkan. Terdiri dari jajaran Polrestabes Makassar, TNI, serta instansi terkait.
Sebagai bentuk kesiapan, aparat yang dilibatkan dalam pengamanan mengikuti apel pasukan, Selasa pagi (9/10). Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto memimpin langsung gelar pasukan ini. Hadir Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Irwan Anwar, Dandimtabes 1408 BS, serta pejabat utama Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar.
Dalam sambutannya, Danny mengapresiasi jajaran kepolisian dan TNI yang memberi support terhadap pelaksanaan F8. ”TNI serta Polri sangat konsen. Persiapan pengamanan telah dilakukan sejak jauh hari,” ujar wali kota yang akrab disapa Danny itu.
Usai apel, Danny melihat dari dekat tactical wall game. Sekaligus menerima penjelasan tentang cara bertindak personel saat melaksanakan tugas di lapangan. (nug-jul/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top