Gojentakmapan

Biadab, Tukang Ojek Ini Gagahi Enam Murid SD, Modus Iming-iming Uang dan Numpang Gratis

Pelaku SS, saat ditangkap dan kasusnya dirilis resmi Polres Gowa.

GOWA, BKM — Sungguh biadab dan tak bermoral. Lelaki SS berusia 64 tahun ini merusak masa depan enam murid SD yang masih bocah tersebut.

Hanya dengan mengiming-iming hadiah uang 5.000 rupiah dan memberi tumpangan gratis naik ojek miliknya, SS pun menjarah ‘keluguan’ enam gadis cilik tersebut. Satu diantara yang berhasil disetubuhinya adalah bocah AD (9).

Bermula dari cerita keenam murid SD ini membuat gurunya naik pitam lalu melapor ke Polsek Bontomarannu pada Jumat (5/10/2018) pukul 11.00 Wita.

SS kemudian berhasil ditangkap petugas di sekolah SD tempat pelaku mangkal menunggui korbannya.

Polisi pun menyita barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat Nopol DD 6594 LU, enam stel pakaian SD yang saat ini masih digunakan para korban, satu lembar STNK DD 6594 LU, satu lembar KTP atasnama Sain Dg Sau, tiga lembar baju batik sekolah warna putih, enam lembar rok sekolah warna merah, satu lembar celana dalam warna putih dan satu lembar rompi pelaku warna kuning.

Saat kasusnya dirilis Polres Gowa, Senin (8/10/2018) pukul 13.00 Wita, tersangka SS mengaku melakukan kebejatannya di lima TKP yakni
kawasan Perumahan Sumbarang Pattallassang, dekat Puskesmas Pattallassang, di rumah pelaku di Dusun Tamalate Desa Timbuseng Kecamatan Pattallassang, di belakang Lapas Bolangi (sebanyak dua kali) dan di Jl Poros Borong Pa’la’la yakni depan Pusdiklat Unismuh Makassar yang berlokasi di Pattallassang.

Patut disayangkan pelaku SS telah merusak masa depan enam anak. Para korban yang berinisial DV (9), AD (9), SW (11), JA (10), ST (9) dan PR (11). Keenam korban ini kesemuanya bertempat tinggal di Pattallassang.

Kini SS yang merupakan tukang ojek dan berdomisili di Dusun Tamalate Desa Timbuseng Kecamatan Pattallassang ini pun menjalani proses hukum dan diganjar Pasal 82 dan Pasal 81 UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo Pasal 64 KUHP dengan ancaman hukuman minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun.

“Jadi pelaku melakukan aksinya dengan modus mengiming korban dengan tumpangan gratis ojeknya dan memberikan uang lima ribu rupiah. Motifnya untuk memuaskan birahi pelaku,” kata Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga saat merilis kasus pencabulan ini di halaman Polres Gowa.

Hasil interogasi penyidik, SS diduga telah melakukan aksinya ini selama 1-2 tahun dengan korban yang sama.

Dalam aksinya, pelaku memegang seluruh organ vital para korban disertai pengancaman akan membunuh korban jika melaporkan kelakuannya.

Dari pengakuan pelaku, korban pertama yang berhasil disetubuhinya adalah AD di Jl Lapas Bolangi Kecamatan Pattallassang tepatnya di belakang Perumahan Lapas serta memberi uang Rp 5.000.

“Para korban telah dibawa ke RSU Bhayangkara untuk dilakukan visum. Penyidik juga telah olah TKP di beberapa tempat. Petugas melakukan pengamanan di rumah pelaku untuk mengantisipasi konflik dari pihak keluarga korban,” kata kapolres.

Terkait kasus ini, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Gowa Hasniaty Hayat mengecam keras ulah SS. Hasniaty menilai perilaku amoral yang dilakukan pelaku SS adalah hal yang dikutuk oleh agama dan hukum.

Makanya Hasniaty minta kasus ini diproses serius Kepolisian di Gowa. Hasniaty juga mengimbau para orangtua agar melakukan pengawasan ketat terhadap anak-anaknya khususnya dalam keseharian di luar kawasan sekolah.

“Kasus ini menjadi warning bagi kita semua khususnya para orangtua untuk mengawasi ketat dengan siapa anak-anak kita bermain atau diantar oleh siapa disaat pergi dan pulang sekolah sebab anak-anak kita begitu gampang diperdaya,” tegas Hasniaty. (saribulan)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top