Gojentakmapan

Ngasoh di Balla Lompoa, Peserta Jamselinas VIII Disuguhi Tarian Pepe’pepeka

GOWA, BKM — Ribuan peserta Jambore Sepeda Lipat Nasional (Jamselinas) ke VIII disambut hangat oleh Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni di halaman Istana Balla Lompoa, Sabtu (15/9/2018).

Keberadaan para peserta Jamselinas yang datang dari berbagai provinsi ini transit di Kabupaten Gowa dan terpusat di pelataran Museum Istana Balla Lompoa yang menjadi rest area bagi peserta.

Dalam event nasional ini, Kabupaten Gowa turut menjadi bagian dalam pelaksanaan Jamselinas yang diadakan di Sulsel tahun ini.

Dalam penyambutan peserta ini, Wabup Gowa didampingi Kapolsek Somba Opu Kompol Soma Miharja, serta para pimpinan SKPD lingkup Pemkab Gowa.

Dalam jeda istrahat dari rute Jamselinas ini, para peserta tidak hanya beristirahat menghilangkan penat setelah mengayuh sepedanya sekian puluh kilometer dari Makassar ibukota Provinsi Sulsel tapi mereka juga dijamu tarian khas Kabupaten Gowa Yakni, Pepe’pepe Bainea Ri Gowa.

Dalam penyambutan itu, Wabup Gowa Abd Rauf Malaganni mengatakan sangat bahagia dan menyambut hangat kedatangan para peserta Jamselinas di Kabupaten Gowa.

Menurut wabup, kedatangan para peserta Jamselinas di Butta Gowa bersejarah ini merupakan anugrah dan berkah buat masyarakat Kabupaten Gowa.

“Kunjungan ini merupakan suatu kehormatan besar dalam rangka menjalin persaudaraan dan juga sekaligus membantu kami dalam mempromosikan objek wisata yang ada di Kabupaten Gowa,” kata Rauf.

Dihadapan para peserta, Wabup Rauf juga menjelaskan secara rinci letak geografis Kabupaten Gowa dan sejarah dari Museum Istana Balla Lompoa.

Dikatakannya, Kabupaten Gowa merupakan salah satu bekas kerajaan maritim yang dalam sejarah merupakan salah satu kerajaan maritim terbesar di kawasan Indonesia timur dan memiliki Syahbandar yang cukup dikenal dalam dunia perdagangan sampai keluar negeri dan memiliki hubungan perdagangan sampai ke Madagaskar.

“Atas dasar sejarah ini, Gowa memiliki objek-objek wisata yang berkaitan dengan peninggalan kerajaan Gowa di masa lampau yakni Istana Balla lompoa sekarang jadi museum, Makam Sultan Hasanuddin, Makam Syekh Yusuf, Masjid Tua Katangka dan Benteng Somba Opu,” beber wabup.

Terpisah, Adi selaku sekretaris panitia penyelenggara mengatakan tujuan kegiatan ini, selain sebagai ajang silaturahmi juga merupakan wadah untuk mengkampanyekan penggunaan sepeda, terutama sepeda lipat sebagai alat transportasi yang sehat dan ramah lingkungan.

“Jamselinas ke delapan ini kami adakan di Makassar yang pesertanya berasal dari pecinta sepeda lipat di seluruh Indonesia. Rute yang mereka lewati mulai star di Benteng Rotterdam, kemudian menuju Makam Syekh Yusuf, Makam Sultan Hasanuddin dan terakhir tempat rest area yang berada di Istana Balla Lompoa ini kemudian dilanjut ke Benteng Somba Opu dan akan finish di Benteng Rotterdam lagi,” ujar Adi. (saribulan)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top