Berita

Pelestarian Bahasa Daerah Tanggung Jawab Bersama

Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal bersama Kepala Balai Bahasa Sulsel, Hj Zaenab usai pertemuan di Balaikota Makassar, Kamis (13/9/2018).

MAKASSAR, BKM — Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal menegaskan upaya pelestarian bahasa daerah tidak hanya menjadi tugas Badan Bahasa.

Pemerintah dan masyarakat juga harus bertanggung jawab dalam mempertahankan dan melestarikan bahasa-bahasa daerah.

Komitmen ini harus kembali ditegakkan melihat kondisi bahasa daerah yang mulai tergerus oleh teknologi informatika yang tumbuh pesat.

Penegasan itu disampaikan Deng Ical, sapaan akrab Wawali Makassar ini saat menerima kunjungan Kepala Balai Bahasa Sulsel, Dra Hj Zaenab dan panitia kongres bahasa daerah di ruang kerjanya, Kamis (13/9).

Zaenab melaporkan rencana pelaksanaan kongres bahasa daerah yang akan digelar di Hotel Sahid Jaya Makassar, 24-27 September mendatang.

“Semua pihak harus berkomitmen menjaga dan melestarikan bahasa daerah. Tidak hanya pemerintah. Masyarakat terutama penutur bahasa daerah bersangkutan dan kampus juga harus memiliki komitmen sama,” kata Deng Ical.

Terpisah, Zaenab mengatakan kongres bahasa daerah akan diikuti ratusan pemerhati bahasa daerah dari sejumlah kabupaten dan kota di Sulsel.

Beberapa guru dan pengajar bahasa daerah sudah mendaftarkan diri untuk ikut serta dalam seminar yang rencananya akan dibuka langsung Gubernur Sulsel, Prof Dr Nurdin Abdullah tersebut.

Sejumlah pakar bahasa dari luar negeri diundang sebagai pembicara dalam kongres ini. Mereka antara lain Dr Julia Lim dari Malaysia, Mohammad Norazmie dari Brunei Darussalam, Masao Yamaguci dari Jepang, dan Brendon Marshall dari Australia.

Pembicara lainnya adalah Prof Dr Suwardi Endraswara dari Universitas Negeri Jakarta, Dr Dinding Haeruddin dari UPI Bandung, dan Dr Nala Antara dari Udayana Bali.

Di samping kongres, juga akan digelar tudang sipulung. Tudang sipulung lebih spesifik akan melahirkan rekomendasi untuk pelestarian bahasa daerah di Sulsel.

Tudang sipulung akan menghadirkan sejumlah budayawan, birokrat dan pemerhati bahasa daerah di Sulsel.

“Alhamdulillah persiapan kongres sudah matang. Mudah-mudahan semuanya berjalan sesuai rencana,” kata Zainab. (pap)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top