Headline

Oknum Jaksa Diterpa Dugaan Pemerasan

BKM/RAHMAT DUGAAN PEMERASAN-Wakajati Sulsel Gerry Yasid (berkacamata pegang pagar) menemui kelompok mahasiswa yang berdemo di depan kantor kajati, Kamis (13/9). Massa menyampaikan dugaan pemerasan oleh oknum terhadap tujuh terdakwa kasus SPAM.

MAKASSAR, BKM — Aroma tak sedap berembus dari lembaga penegak hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan. Tiga oknum jaksanya disebutkan terlibat dalam kasus dugaan pemerasan.
Adalah massa Bamper Hukum yang membeber indikasi tersebut. Puluhan orang ini berasal dari gabungan lembaga ekstra kampus HMJ, BEM/DEMA fakultas, dan universitas. Mereka menggelar aksi di depan kantor Kejati Sulsel Jalan Urip Sumohardjo, Kamis (13/9).
Akbar Haruna selaku koordinator aksi tampil menyampaikan orasi. Ia menyebut adanya oknum jaksa yang diduga memperjualbelikan tuntutan, dibarengi pemerasan terhadap terdakwa. Hal itu dialami oleh mereka yang menjadi terdakwa kasus korupsi pengadaan dan pemasangan pipa PVC di Satuan Kerja (Satker) Sarana Pengolahan Air Minum (SPAM) Sulsel.
”Oknum jaksa ini diduga telah melakukan pemerasan terhadap tujuh terdakwa. Mereka menyetorkan sejumlah uang kepada oknum jaksa tersebut yang mengatasnamakan Kajati Sulsel,” ungkap Akbar Haruna.
Modus yang dilakukan oknum jaksa tersebut, lanjut Akbar lagi, yakni mengancam terdakwa dengan tuntutan yang cukup tinggi. Praktik jual beli tuntutan serta mengatasnamakan pimpinan Kejati Sulsel ini pun sangat disesalkan.
Karena itu, mahasiswa meminta agar Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) dan Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan (JAM Was) memproses kasus ini hingga tuntas. Sebab jika tidak, akan merusak citra penegakan hukum di Sulsel.
Selain itu, mereka juga mendesak agar tiga oknum jaksa yang diduga terlibat, yakni AHA, Md dan Fj agar dicopot dari jabatannya.
Mengetahui aksi massa mengusung dugaan pemerasan oknum jaksanya, Wakil Kepala Kejati Sulsel Gerry Yasid turun langsung menemui pendemo. Kepada mereka, Wakajati berjanji menindaklanjuti aspirasi serta informasi yang disampaikan.
”Saya terima aspirasi ini. Terima kasih atas informasinya. Saya akan laporkan langsung ke Pak Kajati,” tegas Gerry Yasid.
Gerry berjanji, satu minggu ke depan akan memberikan jawaban serta hasilnya. “Pernyataan sikap ini saya serahkan kepada asintel untuk segera dibuatkan laporan ke kajati,” tandasnya.
Usai ditemui oleh Wakajati Sulsel, puluhan massa demonstran tersebut langsung membubarkan diri.

Tanggapan ACC

Dimintai tanggapan secara terpisah, Direktur Anti Corruption Committe (ACC) Sulawesi Abdul Muthalib, meminta agar Kejati Sulsel serius terhadap kasus dan segera menindaklanjutinya.
“Saya berharap laporan adik-adik mahasiswa itu ditindaklanjuti berdasarkan ketentuan yang berlaku. Tentunya berdasarkan alasan, bukti serta dokumen hukum yang ada,” ujar Muthalib melalui sambungan gawai, kemarin.
Asisten Bidang Pengawasan (Aswas) Kejati Sulsel, lanjut Muthalib, harus proaktif dalam mengusut kasus ini. Dan kajati seyogyanya mengawasi secara ketat proses yang berjalan.
Jika dalam kasus ini ditemukan fakta sesuai yang disampaikan mahasiswa, menurut Muthalib, maka oknum jaksa yang terbukti terlibat harus mendapatkan sanksi. Dengan mengacu pada Undang-undang nomor 16 tahun 2004 tentang Kejaksaan.
”Jika benar tuduhan tersebut, berarti patut diduga keras menerima gratifikasi sebagaimana pasal 12 juncto pasal 13, serta Peraturan Pemerintah nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Ancaman adalah pemberhentian dengan tidak hormat. Tidak terkecuali pelanggaran etik profesi jaksa,” tandas Muthalib. (mat/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top