Headline

Lounge Mewah di Kantor Gubernur Senilai Rp2 M

MAKASSAR, BKM — Sebuah lounge (ruang duduk) mewah akan dibuat Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah di kantornya. NA telah menginstruksikan ke Biro Umum untuk membuat fasilitas multifungsi yang tidak kalah seperti di hotel-hotel.
Untuk kepentingan tersebut, ruangan Biro Humas dan Protokol, termasuk ruangan kepala biro yang berada berada di lantai 1 gedung A, tepat berada di bawah ruangan kerja Gubernur Sulsel harus dikorbankan. Biro Umum menyiapkan ruangan baru untuk para pegawai Bagian Humas dan Protokol yang tergeser. Padahal, ruangan yang bakal ‘digusur’ itu baru saja mengalami renovasi.
Lounge yang digadang-gadang menjadi tempat penerimaan tamu dan loby terbaik ini akan melebihi lounge hotel bintang lima. Untuk anggaran, Biro Umum dan Perlengkapan Setda Sulsel menyiapkan sekitar Rp2 miliar.
Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Setda Sulsel Muhammad Hatta, mengatakan anggaran pembangunan lounge ini bersumber dari renovasi kantor yang telah disiapkan oleh pihaknya di APBD pokok 2018. Anggaran ini kemudian dipakai setelah adanya usulan dari Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah.
“Anggaran ini memang untuk gedung. Jadi jadi kita kerja dulu bagian fisiknya. Nanti di APBD perubahan 2018 baru kita siapkan untuk furniture dan AC serta fasilitas pendukung lainnya,” kata Hatta, Kamis (13/9).
Tak hanya lounge, pihaknya juga akan membangun musallah di sisi kanan lobi utama kantor gubernur (ruangan Bagian Protokol). Ini merupakan usulan dari Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. Hanya saja, pembangunannya masuk dalam APBD pokok 2019 mendatang.
“Untuk ruangan Bagian Tata Usaha dan Kepala Biro Humas dan Protokol kita pindahkan ke kantor UPT Dinas PPPA (eks Biro Napza). Kalau ruangan protokol akan digabung dengan Humas,” jelasnya.
Nurdin Abdullah mengakui lounge tersebut akan rampung bulan Desember ini. Tempat ini akan menjadi percontohan bagi penerimaan tamu, sekaligus menyajikan data terkait Pemprov Sulsel.
“Jangan bikin yang biasa, supaya ada kesan orang mencontohi kantor gubernur. Ada komputer untuk melihat data seperti bantuan pemprov ke kabupaten/kota. Semua isi APBD dan program ada di situ,” sebutnya. (rhm/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top