Headline

Jual Kehebatan Soeharto, Target Satu Kursi Satu Dapil

BKM/CHAIRIL PAPARKAN - Ketua Partai Berkarya Kota Makassar, Yusuf Gunco hadir pada acara Mempoki ri BKM di kantor Berita Kota Makassar, Kamis (13/9). Ia memaparkan visi misi partai dan upaya yang dilakukan partainya dalam bertarung di Pileg 2019 nanti.

SEI diskusi Membahas Problematika Kita (Mempoki) ri BKM kembali digelar, Kamis (13/9). Tema yang diusung; Partai Berkarya, Mampukah Menjadi Partai Solutif Warga Makassar”. Hadir Ketua Partai Berkarya Kota Makassar Yusuf Gunco. Ia tidak hadir sendiri. Tapi membawa beberapa ketua partai di tingkat kecamatan.

Diskusi ini dipandu langsung Pemimpin Redaksi Berita Kota Makassar (BKM), Muh Arsan Fitri. Juga dihadiri Direktur BKM, Fachruddin Palapa dan sejumlah redaktur lainnya.
Di awal diskusi, Yugo, sapaan Yusuf Gunco memaparkan tentang visi misi Partai Berkarya. Menurut mantan anggota DPRD Kota Makassar, secara umum visi misi partainya adalah untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Salah satu caranya dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menuntaskan kemiskinan.
Dengan visi misi itu, jika dikorelasikan dengan kondisi Makassar, maka tidak salah jika partai ini akan mengambil peran strategis di Makassar. Menurut Yugo, sejak pemilihan wali kota yang lalu, Partai Berkarya telah menyatakan diri sebagai partai pendukung pasangan Moh Ramdhan “Danny” Pomanto-Indira Mulyasari P.
“Pak Danny sejak memimpin Makassar, begitu banyak perubahan. Banyak persoalan yang bisa diselesaiakan Pak Danny, utamanya persoalan kebersihan dan pelayanan publik. Saya kira ini sejalan dengan cita-cita Partai Berkarya,” kata Yusuf Gunco.
Makanya, sebagai salah satu partai pendukung, Partai Berkarya juga akan berupaya membantu pemkot mencarikan solusi terhadap masalah-masalah yang dikeluhkan warga. “Kita akan membantu masyarakat jika ada persoalan-persoalannya. Baik secara politis maupun secara kemanusiaan. Makanya, Partai Berkarya optimistis mampu menjadi partai solutif atas persoalan yang ada di kota ini,” lanjut pengacara kawakan ini.
Untuk bisa secara politik mengatasi masalah warga Makassar, maka Partai Berkarya harus mendudukkan wakilnya di DPRD Kota Makassar. Di Pemilu Legislatif April 2019 mendatang, Yugo menegaskan jika Partai Berkarya mematok target meraih lima kursi. Lima kursi ini berasal dari lima daerah pemilihan (dapil) di Makassar. Berarti setiap dapil meraih satu kursi.
“Strategi untuk mendapatkan lima kursi caranya dengan merekrut anggota, pengurus dan caleg dari tokoh-tokoh masyarakat yang ada di tiap kecamatan. Strategi ini cukup jitu. Di mana, setiap tokoh masyarakat, saya yakin punya pengaruh yang besar di wilayahnya” kata Yugo.
“Contohnya Pak Mansyur dari Kecamatan Biringkanaya. Beliau adalah tokoh masyarakat. Beliau bukan caleg, tapi mau bekerja demi partai,” kata Yugo sambil memperkenalkan Mansyur yang juga turut hadir dalam diskusi ini.
Selain strategi tersebut, partai yang dibentuk oleh Tomy Soeharto, putra Presiden RI ke-2 ini adalah menjual kesukseskan Soeharto selama memimpin Indonesia. Menurut Yugo, saat ini banyak masyarakat yang rindu dengan zaman kepemimpinan Soeharto. Harga barang murah. Sembako terjangkau. BBM tak memberatkan. Dan kondisi sosial ekonomi sangat stabil.
“Kami menjual nama Soeharto. Bahkan kami telah membentuk kelompok Soehartois. Ini jualan yang sangat mumpuni untuk meraup suara,” katanya.
Namun demikian, lanjut Yugo, jualan Soeharto hanya laku bagi pemilih yang berumur di atas 40 tahun. Untuk pemilih pemula atau pemilih milenial, Yugo mengatakan, harus bekerja ekstra memperkenalkan Soeharto.
“Yang menerima Soeharto adalah orang tua, bukan pemilih pemula. Pemilih pemula belum tahu sejarah Soeharto. Dalam kurun enam bulan ini saya akan sosialisasikan tentang peran Soeharto selama menjadi presiden,” kata Yusuf Gunco.
Yugo juga memaparkan bahwa Partai Berkarya telah memiliki struktur organisasi yang bagus. Saat ini partainya telah memiliki pengurus di 15 kecamatan dan 154 kelurahan. Makanya, dalam menyusun pencalegan, partai ini tidak bermasalah. Semua kuota caleg terpenuhi. Termasuk kuota perempuan.
“Partai ini juga sangat transparan dalam pengelolaan keuangan. Kita tidak memberatkan para caleg. Kita membantu para caleg bagi yang tidak memiliki modal dalam sosialisasi dan kampanye,” katanya.
Di akhir diskusi, salah satu penasihat hukum Moh Ramdhan Pomanto ini menegaskan jika Partai Berkarya sudah siap berkompetisi dengan partai lain di Pileg 2019. Partai ini optimistis akan menjadi pendatang baru yang disegani partai yang lain. (*)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top