Headline

Ibu Hamil dan Putrinya yang Maba Tewas Terbakar

MAKASSAR, BKM — ”Kebakaran….kebakaran….” Teriakan itu saling bersahutan di keheningan dini hari menjelang subuh, Selasa (11/9).
Kira-kira pukul 03.45 Wita di Jalan Bulukunyi nomor 11, RT 1/RW 2 Kelurahan Maricayya Baru, Kecamatan Makassar. Api berkobar dari sebuah rumah toko yang juga dijadikan tempat usaha parsel. Di samping kiri kanannya terdapat ruko.
Warga yang melihat kejadian itu beramai-ramai melakukan pemadaman dengan menggunakan peralatan seadanya. Namun apa daya, si jago merah tetap saja mengamuk.
Yang membuat khawatir, kala ruko dua lantai itu dikuasai api, tak satu pun penghuninya yang keluar. Padahal diketahui, di dalamnya ada satu keluarga yang tinggal.
Warga lalu berinisiatif memecahkan kaca ruko berukuran panjang 10 meter dan lebar 3 meter itu. Tujuannya agar penghuni rumah bisa keluar dari kepungan api.
Tak lama berselang, aparat Polsek Makassar tiba di lokasi. Disusul raungan bunyi sirine armada pemadam kebakaran. Bersama warga, petugas damkar berjibaku memadamkan api.
Dalam hitungan 30 menit, api meluluhlantakkan satu unit ruko. Satu unit ruko lain yang berada di samping kirinya, mengalami kerusakan pada bagian depan.
Polisi kemudian mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Informasi yang diperoleh, di dalam ruko tersebut ada penghuninya yang tak kunjung keluar.
Proses olah tempat kejadian pun dilakukan. Alhasil, ditemukan tiga sosok manusia yang sudah tak bernyawa. Kondisinya sangat mengenaskan. Mereka tewas terpanggang dan tak lagi bisa dikenali.
Tim Inafis RS Bhayangkara lalu bekerja. Dari hasil olah TKP, terungkap identitas ketiga korban yang semuanya perempuan. Masing-masing Rosmiati (40), Radianti Rahmana Rahim alias Ranti (19) dan Rafika Nur Safitri (11). Ketiga wanita malang itu adalah ibu bersama dua orang anaknya.
Dalam ruko yang terbakar itu sebenarnya dihuni satu keluarga yang terdiri dari lima orang. Lalu ke mana dua orang lainnya?
Ternyata, sang kepala keluarga bernama Abdul Rahim (43) berhasil menyelamatkan diri. Ia melompat dari lantai dua rumahnya ketika api tengah berkobar. Meski selamat, Rahim mengalami patah pada bagian kaki kanan usai melompat dari ketinggian kira-kira lima meter.
Satu orang lainnya Muhammad Raka Raskullah. Seorang bocah berusia empat tahun. Putra bungsu pasangan Abdul Rahim dan Rosmiati ini juga berhasil selamat dari kebakaran. Ia sempat dilempar oleh ayahnya dari lantai dua kala kebakaran melanda.
Rahim tak kuasa membendung air matanya saat ditemui BKM di rumah saudaranya Jalan Tumanurung, Gowa. Dengan kaki yang masih diperban, ia terus menangis meratapi kepergian istri dan dua putri tercintanya.
Rahim sangat menyesali tak bisa menyelamatkan istri dan anaknya. Dengan tatapannya yang terlihat kosong dan terus mengeluarkan air mata, Rahim sedikit menceritakan kronologi sebenarnya.
Ia sedang tidur kala itu bersama istri dan anak bungsunya, Raka. Sedangkan kedua putrinya berada di kamar sebelah. Rahim tiba-tiba terbangun ketika melihat api yang telah berkobar. Ia pun dengan cepat membangunkan istri dan anak-anaknya.
Saat terbangun, Rahim dan semua anggota keluarganya sedang berada di lantai dua ruko. Sedangkan api telah membakar seisi ruangan di lantai satu. Ia pun dengan sigap membawa Raka keluar melalui lantai dua, dan memerintahkan istri dan kedua putrinya untuk mengikuti.
Rahim beranjak menuju ruko sebelah untuk melempar anaknya dari lantai dua, yang saat itu sempat ditangkap oleh warga.
Namun istri Rahim, Rosmiati malah mengajak anaknya turun ke lantai satu untuk keluar melalui pintu di lantai satu. Nahas, saat telah berada di lantai satu, lantai di lantai 2 yang terbuat dari kayu langsung ambruk menimpa Rosmiati dan kedua putrinya.
Melihat istrinya tak kembali mengikutinya, Rahim pun berusaha untuk menuju rukonya kembali menyelamatkan mereka. Namun saat menginjak rukonya kembali, Rahim terjatuh yang membuat kedua kakinya terkilir. Sehingga saat itu ia tak mampu lagi bergerak.
“Saya bilang sama istriku jangan lewat bawah, karena di mana mau keluar. Ikuti saya saja. Tapi dia malah ajak Radianti sama Rafika turun. Pas di bawah, tertimpa langsung dengan lantai kayu di atasnya. Saya waktu mau kembali, roboh itu atap yang kuinjak. Jadi jatuhka dari lantai dua. Tidak bisama juga goyang,” jelasnya sambil menangis.
Sementara Radianti, anak sulung Rahim yang menjadi korban, dikatakan baru saja akan mengikuti perkuliahan sebagai mahasiswa baru (maba). Rahim mengenang, ia baru saja membayar uang kuliah untuk melihat anaknya kuliah.
“Sudah bayar uang kuliah dia kasihan. Kemarin baru nabilang mau dibelikan barang-barang untuk kuliahnya. Sekarang sudah ndak adami dia,” kata Rahim kembali dalam keadaan masih menangis.
Tetangga korban di Jalan Bulukunyi, Jafar mengatakan jika Rosmiati adalah orang yang baik. Sama sekali tak pernah marah. Ia juga dikenal sebagai sosok pendiam.
Rosmiati juga diketahui sedang hamil saat menjadi korban. Dikatakan Jafar, usia kandungannya diperkirakan sekitar tujuh sampai delapan bulan.
“Iya lagi hamil kasihan. Kalau bukan tujuh bulan, delapan bulan. Ros orangnya pendiam. Dia baik sekali juga orangnya,” kata Jafar.
Jenazah para korban kebakaran telah dimakamkan di kampung halamannya di daerah Gontang, Gowa. (ish-nug/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top