Gojentakmapan

Dua Hari Menghilang Usai Parangi Nenek dan Ibu Tirinya, Pemuda Sakit Jiwa Ini Ditemukan

GOWA, BKM — Nawir atau Munawir (25), pemuda sakit jiwa yang menghilang usai memarangi nenek tirinya bernama Dg Cami (70) dan ibu tirinya, Johrah (49) akhirnya berhasil ditemukan petugas, Minggu (9/9/2018) siang.

Nawir yang berpakaian kaos oblong warna hijau tua dan celana pendek warna gelap selutut ditemukan warga dan petugas duduk termenung menekuk kedua lututnya di atas sebuah batu besar di Desa Datara, Kecamatan Tompobulu.

Pelarian Nawir yang membuat nenek Cami tewas ditempat dan Johrah meregang nyawa dan sementara masih dirawat intensif di RSU Ibnu Sina Makassar ini, terbilang jauh. Ratusan kilometer Nawir jalani selama pelariannya.

Pasalnya TKP dimana dia menikam nenek dan ibunya itu terletak di Desa Lemoa Kecamatan Bontolempangang dan dia berhasil melarikan diri melintasi dua kecamatan dengan medan bergunung-gunung itu. Dari Kecamatan Bontolempangang, Nawir melintasi Kecamatan Biringbulu lalu nyeberang ke Kecamatan Tompobulu.

Setelah terlihat duduk merenung di atas batu kemudian warga dan petugas Kepolisian Bhabinkamtibmas, Babinsa Bontolempangang pun menangkapnya lalu dibawa ke Polsek Bungaya.

Camat Bontolempangang, Muslimin yang turut dikonfirmasi terkait ditemukannya pelaku pembunuh nenek Cami membenarkan.

“Iya pelaku berhasil ditangkap sekira pukul 12.00 Wita siang tadi (Minggu, red). Iya saya dapat informasi sekarang pelaku sudah dibawa anggota Polsek Bungaya ke Polres Gowa,” kata Camat Bontolempangang.

Kini pelaku Nawir dalam penanganan pihak Kepolisian dan akan menjalani pemeriksaan intensif termasuk pemeriksaan terkait gangguan jiwa yang dialaminya.

Sebelumnya, pada Jumat (7/9/2018) pukul 16.00 Wita, Nawir tiba-tiba memarangi nenek tiri dan ibu tirinya yang sedang duduk di depan pintu rumahnya di Dusun Bulo-bulo, Desa Lemoa, Kecamatan Bontolempangang.

Saat itu pelaku Nawir yabg berambut lurus acak dan berkumis ini sedang berbaring di kamarnya. Tapi tiba-tiba Nawir bangun dan langsung mendekati Dg Cami dan Johrah di depan pintu lalu mengayunkan parangnya dari arah belakang ibu tirinya, Johrah.

Kaget mendapat serangan, Johrah berbalik kemudian menangkis ayunan parang pelaku sehingga mengenai lengannya.

Melihat peluang menyelamatkan diri, Johrah lari dan meninggalkan ibunya Dg Cami yang masih berada di tempatnya.

Namun begitu sadar telah meninggalkan ibunya di depan pintu, Johrah kemudian kembali untuk.mengambil ibunya tapi malang Dg Cami sudah mandi darah dengan kondiri tragis leher tergorok.

Usai memarangi nenek dan ibunya yang tanpa diduga itu, Nawir kabur. Dan akhrinya ditemukan di sebuah kebun milik warga Kecamatan Tompobulu.

Pelaku diduga kecapaian setelah dua hari dua malam menempuh perjalanan jauh saat kabur.

“Iya dia ditemukan sedang duduk di atas batu. Mungkin sudah capek jalan dan lapar karena sudah dua malam dua hari mi, dan ini sudah jauh dari TKP dengan melewati medan yang sulit.

Pencarian ini dipimpin Kepala Desa Lemoa, Babinsa dan Babinkamtibmas bersama warga menyisir lokasi yg diperkirakan dilewati pelaku,” kata camat Muslimin. (saribulan)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top