Headline

Napi Kendalikan Sipir Jadi Kurir Sabu di Rutan

BKM/SARIBULAN SIPIR JADI KURIR-Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga merilis MM, sipir Rutan Kelas I Makassar yang terjaring dalam kasus kepemilikan narkoba jenis sabu.

GOWA, BKM — Satu pertanyaan terjawab atas seringnya muncul kasus penyalahgunaan narkoba dari balik jeruji besi rumah tahanan (rutan) Kelas I Makassar. Ternyata, ada oknum sipir yang bertindak selaku kurirnya.
Salah satunya adalah MM. Pria berusia 49 tahun ini tercatat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Rutan Kelas I Makassar. Ia telah ditetapkan sebagai tersangka pengedar, sekaligus kurir narkoba jenis sabu.
Personel Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Gowa menciduk MM saat menggelar Operasi Antik Lipu 2018 di Jalan Alternatif Swadaya, Kecamatan Somba Opu, Gowa, Kamis malam (6/9).
Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga mengatakan, saat ditangkap ditemukan barang bukti berupa kristal yang diduga jenis sabu seberat 7,23 gram. Saat dilakukan pendalaman dan pemeriksaan, barang bukti tersebut positif adalah narkoba jenis sabu.
“Selain pengedar, MM ini juga mengonsumsi sabu. Bahkan saat dilakukan tes urine, ia juga positif menggunakan amfetamin, metamfetamin serta ekstasi,” kata AKBP Shinto dalam keterangan persnya di halaman Mapolres Gowa, Jumat siang (7/9).
Dalam pengembangan, Shinto melanjutkan, MM mengakui jika barang bukti yang ditemukan dalam penguasaannya, diperoleh dari warga binaan rutan. Praktik ilegalnya ini bahkan sudah berlangsung cukup lama.
“Dalam menindaklanjuti kasus ini, kami akan bekerja sama Kepala Rutan Kelas I Makassar untuk membongkar praktik penyalahgunaan narkoba di sana,” tegasnya.
Shinto mengungkapkan, saat dilakukan pendalaman, diketahui bahwa sabu yang dikirim bersamaan dengan waktu penitipan makanan bagi warga binaan pada sore hari. Apalagi diakui tersangka, penjagaannya sudah terkondisikan.
“Ini juga yang akan kita bongkar. Sejauh mana kelompok atau sindikasi ini terpengaruh oleh para bandar yang bisa mengendalikan pengedaran narkoba dari dalam rutan,” tandasnya.
Berdasarkan informasi awal yang diperoleh polisi, untuk sistem penjualannya tidak dilakukan di dalam rutan. Melainkan berorientasi kepada konsumen di luar rutan.
“Tujuan MM menjadi kurir dan pengedar karena masalah ekonomi, meskipun ia adalah seorang aparatur negara. Sebab ada keuntungan dari setiap pengedaran atau perantaraan yang dilakukan saat bertransaksi,” tambahnya.
Atas perbuatannya, MM dijerat pasal 114 dan 112 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya 20 tahun penjara.
Saat diinterogasi, MM mengaku dirinya mengedarkan narkoba jenis sabu. Selain kepada masyarakat umum, juga bagi warga binaan di Rutan Kelas I Makassar. Sedangkan untuk pekerjaannya menjadi kurir narkoba, ia berada di bawah kendali warga binaan berinisial BT.
“Saya dijanjikan uang kalau berhasil membawa masuk narkoba ke rutan. Proses pengedarannya, dari keluarga warga binaan saya masukkan melalui penitipan makanan saat sore hari. Karena petugas di loket awal hingga proses pengantaran makanan ke warga binaan dilakukan oleh warga binaan juga,” jelas MM. (sar/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top