Headline

ASN di Pusaran Prostitusi Anak

MAKASSAR, BKM — Miris. Satu kata yang pantas dilekatkan dalam peristiwa ini. Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) terlibat dalam pusaran prostitusi anak.
Berawal dari pengungkapan kasus yang dilakukan Satuan Reskrim Polres Pinrang. Seorang anak di bawah umur berinisial SA dijadikan Pekerja Seks Komersial (PSK) di Bumi Lasinrang.
Pengembangan yang dilakukan petugas, menemukan bukti mencengangkan. Bocah perempuan berusia 14 tahun, warga Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Pacongang, Kecamatan itu dieksploitasi oleh seorang ASN.
Polisi menyebut nama berinisial BA, yang belakangan diketahui bernama lengkap Bahar. Pria ini berusia 57 tahun. Bertugas di sebuah Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPDT) Pemprov Sulsel, yang diperbantukan di Pinrang.
”Benar, dari hasil penyelidikan lanjutan, oknum ASN berinisial BA ini sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Jadi dalam kasus ini sudah ada dua tersangka,” ungkap Kapolres Pinrang AKBP Adhi Purboyo, melalui Kasat Reskrim AKP Suardi melalui telepon selularnya, Kamis (9/8).
Keterlibatan Bahar dalam kasus ini, diketahui bahwa dia bekerja sama dengan tersangka lainnya, yakni Aulia Qur’aeni. Perempuan usia 19 tahun ini bersama dengan BA mengajak SA ke penginapan Sawitto, Sabtu (28/7) lalu.
Di tempat tersebut, Bahar menggauli SA. Pria hidung belang ini bahkan melakukannya sebanyak dua kali.
Sehari kemudian, dengan bantuan Aulia, Bahar malahan menjajakan korban kepada tiga pria hidung belang lainnya. Dia memberlakukan tarif bervariasi untuk per jamnya.
Selanjutnya, hal itu terus dilakukan Bahar bersama Aulia terhadap korban selama beberapa kali. Hingga akhirnya kasus ini terbongkar setelah pihak keluarga korban mengetahui praktik prostitusi tersebut.
Atas desakan keluarga, korban kemudian melaporkan kejadian yang menimpanya ke SPKT Polres Pinrang, Minggu (5/8). Setelah melalui proses penyelidikan mendalam, kasus ini kemudian ditingkatkan ke tahap penyidikan dengan menetapakan dua tersangka yaitu Aulia Qur’aeni dan Bahar.
Dihubungi terpisah, Nuranti selaku Kepala Bidang Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulsel, mengaku kaget dan prihatin mendengar informasi tersebut
“Itu sudah termasuk eksploitasi anak. Memanfaatkan anak,” kata Nuranti ketika dihubungi BKM, Kamis (9/8).
Dia berharap aparat keamanan segera memutus sindikat yang memanfaatkan anak untuk prostitusi. Sementara ASN yang disinyalir terlibat dalam kasus tersebut harus ditindak tegas. Baik dari lingkup instansi tempatnya bekerja, maupun oleh aparat kepolisian.
“ASN-nya itu harus diambil. Dia kan sudah pelaku. Harus ditindak. Tidak bisa damai kalau begitu. Apalagi kalau ada bukti-buktinya,” tegasnya.
Menyusul peristiwa ini, dia menekankan agar gugus tugas trafficking harus diaktifkan kembali. Sebab selama ini sudah agak melemah.
Dia juga berjanji akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait di Kabupaten Pinrang, dalam hal ini Dinas KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak setempat.
Namun, dia cukup mengeluhkan jika selama ini dinas yang seharusnya menangani persoalan anak di sana tidak berjalan maksimal, atau kurang memperhatikan hal yang berkaitan dengan anak.
“Sayang, perlindungan anaknya Pinrang agak malas. Loyoki. Tidak care. Dua itu kabupaten/kota di Sulsel yang kurang bagus, Pinrang dan Toraja Utara,” ungkapnya.
Dia melihat, Dinas KB, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Pinrang lebih fokus pada program KB.
“Ada apa? Namanya kewenangan yang diemban, harus proporsional. Tidak bisa orang berat sebelah,” jelas Nuranti.
Salah satu indikator jika instansi terkait kurang peduli terhadap persoalan anak, karena kabupaten tersebut tidak mau mengisi program Kota Layak Anak (KLA) di sana. (ady-rhm/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top