Headline

Namira Berpulang Sebulan Jelang Wisuda

MAKASSAR, BKM — Suasana begitu hening, Senin dini hari (6/8). Jarum jam menunjuk pukul 03.30 Wita. Warga di Jalan Tinumbu Lorong 166 B, Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo masih terlelap dalam tidurnya.
Kesunyian tiba-tiba berubah gaduh. Terdengar suara teriakan. ”Kebakaran….kebakaran…”
Warga yang sudah terjaga langsung melihat dari balik jendela. Setelah itu berhamburan keluar rumah. Api telah berkobar di wilayah pemukiman mereka.
Teriakan histeris terdengar, ketika diketahui sebuah rumah dikuasai di jago merah, namun penghuninya belum juga keluar. Warga lalu berjibaku memadamkan api dengan menggunakan peralatan seadanya.
Apa daya, kobaran api semakin membesar. Meluluhlantakkan rumah yang saling berdekatan. Dari satu rumah yang menjadi sumber api, kemudian menjalar ke tetangga sebelahnya.
Tak lama berselang, bunyi sirine armada kebakaran terdengar meraung-raung. Sebanyak 20 unit mobil pemadam dikerahkan. Api berhasil dikuasai setelah menjadikan lima unit rumah tersisa rangka dan puing.
Di kala api telah padam, warga yang rumahnya kebakaran saling mencari keluarganya masing-masing. Ternyata, ada enam orang dalam satu keluarga yang tak ditemukan.
Penyisiran di puing-puing kebakaran pun dilakukan. Ternyata, enam orang yang terdiri dari pasangan suami istri, anak serta cucunya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa. Kondisinya mengenaskan dan tak lagi bisa dikenali.
Mereka adalah sang kepala keluarga H Sanusi (70), istrinya Hj Bondeng (65), Hj Musdalifa (30), Fahril (22) dan Namira (19) dan Hijas (cucu H Sanusi berusia 2,5 tahun). Hj Musdalifa yang merupakan anak dari H Sanusi mengalami gangguan penglihatan. Sementara Hijas, tinggal bersama H Sanusi karena orang tuanya sudah tidak ada lagi.
Saat api mengepung kediamannya, penghuni rumah diketahui tak bisa keluar. Di lantai atas rumah berukuran 8×12 meter itu ada tiga orang. Masing-masing bocah Fahril yang masih berusia 3 tahun, bersama nenek dan tantenya.
Mereka tewas terpanggang. Jasadnya ditemukan di tempat berbeda. Tim evakuasi menemukan jasad tiga korban lainnya berada di lantai dasar.
Isah tangis pun pecah. Duka menyelimuti keluarga dan warga sekitar. Tidak lama kemudian tim Inafis Dokpol Bhayangkara tiba di lokasi kejadian. Selanjutnya melakukan olah tempat kejadian peristiwa (TKP). Disamping itu, petugas kepolisian juga mengumpulkan keterangan saksi-saksi.
Keenam korban kemudian dievakuasi keluar menuju mobil ambulans. Selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara guna proses otopsi dan identifikasi.
Dari hasil olah TKP, petugas kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab kabakaran. Namun, dari keterangan seorang warga bernama Ancu yang juga sebagai saksi, kebakaran diduga akibat korsleting di tiang listrik depan rumah H Sanusi.
Kemudian timbul percikan api hingga menjalar pada kabel. Api begitu cepat menjalar pada kabel, hingga menyebabkan kebakaran di rumah kayu milik H Sanusi.
Tiupan angin yang cukup kencang, membuat kobaran api dengan cepat merembet ke rumah lainnya. Di antaranya milik Hj Hasna dan empat rumah lainnya yang tinggal berdekatan.
Kapolsek Tallo Kompol Amrin AT, menyebut ada lima rumah yang terbakar dalam peristiwa ini. Selain itu, terdapat pula enam korban jiwa.
”Korban yang meninggal dunia sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara. Pemilik rumah yang terbakar, masing-masing H Sanusi, H Dorahin, Hj Hasna, Acce dan Hj Juniati,” terang Kompol Amrin di lokasi kejadian.
Zainuddin, tetangga H Sanusi yang rumahnya juga terbakar, menuturkan api berasal dari luar rumah. Kemudian merembet masuk dan membakar tiga unit motor yang ada di dalam pagar. Motor itu yang kemudian meledak dan membuat seisi rumah terbakar habis.
Para korban tewas tak bisa menyelamatkan diri lantaran pagarnya terkunci. Pagar yang langsung bersentuhan dengan plafon rumah, diduga menjadi alasan mengapa korban tak bisa keluar. Para tetangga pun, dikatakan Zainuddin, tak bisa membuka pagar lantaran takut tersengat listrik.
Diakui Zainuddin, selama hidupnya keluarga H Sanusi dikenal sebagai orang baik. Tak ada orang yang tidak mengenalnya. Karena Hj Bondeng dikenal selalu membantu sesama.
“Baik orangnya. Semua orang disini kenal dia. Tidak ada yang ndak kenal. Kalau ada apa-apata di sini, biasa dibantu sama dia,” kenang Zainuddin.
Hal ini juga diamini Hj Rosna, salah satu adik Hj Bondeng. Hj Rosna yang tinggal di Jalan Barukang tak sempat melihat jasad para korban. Karena saat mengetahui kabar di pagi harinya, para jenazah sudah dibawa ke rumah sakit.
Hj Rosna mengatakan, kakaknya memang baik. Bukan hanya kepada keluarga, tapi juga warga sekitar tempat tinggalnya. Karenanya, ia begitu kehilangan saat mengetahui kakaknya serta keluarganya yang lain telah pergi dengan cara seperti ini.
“Terakhir saya ketemu satu minggu lalu. Baik-baikji. Saya juga ndak punya firasat sama sekali kalau akan begini. Karena terakhirka ketemu samaji kayak biasanya,” tutur Hj Rosna.
Kerabat korban lainnya, Rahma mengatakan jika salah satu korban, Fahril sampai saat ini memang belum memiliki pekerjaan tetap. Namun dikatakan Rahma, Fahril memiliki tim sepak bola bersama teman-temannya.
Rahma mengatakan, Fahril adalah pribadi yang baik dari sisi pergaulan. Ia memang kerap diketahui berlatih sepak bola bersama teman-temannya.
Hj Musdalifah sendiri adalah anak dari Hj Bondeng. Hj Musdalifah memiliki kekurangan fisik, yang diduga hal itu pulalah yang menyulitkan dirinya bertindak banyak saat kebakaran terjadi. Ia mengalami kebutaan sejak lama.
Sedangkan Namira adalah seorang mahasiswi di Akademi Kebidanan (Akbid) Yapma Makassar. Ia tercatat sebagai mahasiswa tingkat akhir, yang tak lama lagi akan menyelesaikan masa kuliahnya. Dikatakan Rahma, Namira berencana akan mengikuti prosesi wisuda bulan depan, atau pada September mendatang.
“Iya, Namira satu kampuska di Yapma. Bulan 9 nanti mau wisuda,” kata Rahma.
Sementara Hijas, memang telah dirawat sejak bayi oleh Hj Bondeng. Karena sejak Hijas berusia dua bulan, ibunya telah lebih dulu meninggal dunia. (ish-nug/rus/b)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top