Headline

PDAM Prediksi Krisis Air Bersih di Oktober

MAKASSAR, BKM — Masyarakat Makassar tak lama lagi akan mengalami krisis air bersih. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) memprediksi hal itu akan terjadi di bulan Oktober mendatang.
Debit air bendungan Lekopancing sebagai sumber air baku PDAM yang ada di Kabupaten Maros, diperkirakan akan turun drastis di bulan Oktober. Padahal, bendungan ini menjadi penyuplai air baku untuk pelanggan di wilayah Kecamatan Manggala, Biringkanaya, Tamalanrea dan Tallo.
“Sekarang ini masih normal karena berada di 1.200-1.500 liter per detik. Tapi kami perkirakan di Oktober menurun. Debit suplai air bersih bisa-bisa hanya 300-500 liter per detik. Ini mempengaruhi distribusi air ke pelanggan,” kata Kepala Bagian Humas PDAM Kota Makassar Muh Idris.
Penjelasan itu disampaikan Idris kepada wartawan di sela-sela press tour and gathering di Bendungan Lekopancing, Desa Pucak, Kabupaten Maros. Kegiatan sebagai rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) PDAM ke-94 tahun 2018.
Ada dua kabupaten di Sulsel yang dikunjungi jajaran direksi PDAM Kota Makassar bersama jurnalis, Sabtu (4/8) lalu. Yaitu Kabupaten Maros dan Kabupaten Gowa. Kunjungan ini guna melihat secara langsung kondisi ketersediaan air untuk didistribusikan dan proses pengolahan air bersih oleh PDAM.
Berangkat dari Jalan DR Ratulangi, kantor PDAM Kota Makassar, rombongan melalui rute yakni Jalan Jendral Sudirman. Kemudian berbelok masuk di Jalan Jenderal Muh Yusuf. Lalu masuk di Jalan Urip Sumohardjo, Jalan AP Petta Rani.
Dua mobil bus pariwisata yang diisi jajaran direksi PDAM Kota Makassar dan jurnalis dari berbagai media, berbelok masuk di Jalan Abdullah Daeng Sirua dari arah Jalan AP Petta Rani. Rute ini sengaja dipilih untuk melihat pengaliran air di bak terbuka dan bak tertutup yang ada, khususnya di wilayah Kecamatan Manggala.
Air di bak terbuka bisa dilihat di Jalan Inspeksi PAM yang nampak seperti kanal. “Itu bak penampungan air bersih dari Kabupaten Maros yang mau diproses IPA 3 Antang lalu didistribusikan ke masyarakat. Memang mirip kanal tempat penampungan airnya. Makanya, kami melarang keras adanya aktivitas masyarakat di sekitar kanal, seperti cuci pakaian, apalagi buka bengkel. Karena air itu mau diolah jadi air bersih yang selama ini digunakan untuk air minum dan mandi,” terang Muh Idris di dalam bus.
Idris mengatakan, ada dua jenis pengaliran air di PDAM Makassar, Yaitu bak terbuka yang menyerupai kanal, dan bak tertutup menggunakan pipa sifon dengan lebar dua meter.
Bak terbuka cenderung banyak ditemukan pada daerah pinggiran kota. Sementara bak tertutup lebih banyak di kota.
“PDAM Makassar memiliki lima IPA, yaitu IPA 1 di Jalan Ratulangi, IPA 2 Panaikang, IPA 3 Antang, IPA 4 Maccini Sombala dan IPA 5 Somba Opu di Gowa. Semua IPA yang ada, namanya disesuaikan dengan tempat daerah IPA itu ada. Jadi mudah diingat dan ditahu. Sementara ada dua bendungan yang dimanfaatkan untuk memenuhi air bagi masyarakat yaitu, Bendungan Lekopancing dan Bili-bili di Gowa,” sambung Idris.
Usai menempuh perjalanan dengan jarak 28 kilometer, rombongan tiba di Bendungan Lekopancing, Kabupaten Maros. Di lokasi ini, ada petugas dari Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Je’neberang.
Kata petugas jaga disana, kondisi air mengalami penurunan debit. Diperkirakan akan semakin kurang di musim kemarau, yang kemungkinannya berlangsung pada bulan Oktober.
Guna tetap menjamin distribusi air kepada pelanggan, PDAM Kota Makassar bakal menggunakan air di Sungai Moncongloe jika musim kemarau tiba. Hal ini sudah dilakukan beberapa tahun lalu.
Makmur, seorang petugas jaga di Bendungan Lekopancing, membenarkan jika debit air di tempat ini sudah mengalami penurunan. Jika normalnya 20 cm, kini sudah tidak capai lagi. Dasar bendungan sudah banyak yang nampak.
“Kita lihat saja air yang ada. Sudah mulai surut dan tidak lancar mengalir di bendungan. Kalau kondisinya seperti ini terus, Oktober bisa mempengaruhi produksi air di PDAM Makassar. Kalau normal 20 cm, air dilihat lancar mengalir disini,” terangnya.
Bergeser ke Bendungan Karet Je’neberang. Kabag Humas PDAM Muh Idris memperlihatkan kondisi bendungan yang ada. Kret pembatas bendung masih rusak. Kerusakan itu terjadi pada sekitar Maret lalu, yang memengaruhi dan mengganggu pendistribusian air di wilayah GMTD.
“Sudah ada upaya dari balai untuk perbaikan. Informasinya, alat (karet) masih dalam pemesanan. Barangnya yang susah ditemukan, jadi harus dipesan dulu. Karet yang rusak ini sudah berusia lebih 20 tahun,” terangnya.
Guna mengantisipasi terjadinya krisis air bersih bagi pelanggan PDAM, anggota DPRD Kota Makassar meminta pihak perusahaan untuk menyediakan pasokan air cadangan di beberapa daerah. Salah satunya dengan pengadaan tangki air.
“Setiap tahun pasti terjadi penurunan volume air baku. Seharusnya PDAM sudah melakukan antisapasi. Karena air ini menjadi kebutuhan pokok masyarakat,” kata Ketua Komisi B DPRD Makassar H Yunus, kemarin.
Legislator Fraksi Hanura ini juga mendorong PDAM untuk proaktif memberikan penyampaikan ke masyarakat jika terjadi gangguan dirtsibusi air ke pelanggan.
”Ke depan ini akan banyak pelanggan yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Karena itu, PDAM harus mebuka quick respons untuk melayani masyarakat,” tambahnya. (arf-ita/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top