Headline

Waspada, Flu Singapura Sudah Ada di Makassar

MAKASSAR, BKM — Saat ini cuaca tak bisa diprediksi. Kadang panas, tiba-tiba hujan. Kondisi seperti ini membuat berbagai penyakit muncul. Salah satunya adalah flu Singapura.
Penyakit ini cukup berbeda dengan penyakit flu seperti biasanya. Warga Kota Makassar patut mewaspadainya, karena sudah ada kasus yang ditemukan.
Seorang anak balita berusia hampir dua tahun mengalaminya. Menurut penuturan ibu bernama Dewi, awalnya sang anak demam biasa. Suhu tubuhnya pun tidak terlalu tinggi.
Namun yang menjadi tanda tanya, sang anak tidak mau minum maupun makan. Sehingga dia memutuskan untuk membawanya ke puskesmas.
Namun di puskesmas hanya diberi vitamin dengan diagnosa panas dalam. Setiba di rumah, sang anak tetap rewel dan tidak mau makan. Apalagi minum.
“Jadi saya putuskan untuk bawa ke salah klinik di kawasan AP Petta Rani,” ungkapnya kepada BKM, Jumat (3/8).
Setelah diperiksa, ternyata anaknya didiagnosa terkena flu Singapura.
“Dokter perlihatkan mulutnya penuh sariawan hingga ke tenggorokan. Pantas biar minum tidak mau,” cetusnya.
Dia melanjutkan, flu Singapura itu ternyata gejalanya lebih spesifik mirip sarampa atau cacar. Namun, bintik-bintik merah yang muncul bukan di badan. Melainkan di tangan, kaki, dan mulut. Termasuk sariawan hingga di tenggorokan. Selain demam yang turun naik, sang anak juga didera batuk dan pilek.
Dewi mengatakan, sesuai penuturan dokter, flu Singapura ini biasanya sembuh sendiri. Apalagi kalau pasien atau penderita sudah minum obat yang dianjurkan oleh dokter.
Namun yang menjadi kekhawatiran jika penderita terkena sariawan yang cukup parah, mengakibatkan yang bersangkutan tidak mau makan dan minum.
“Dokter bilang, untung cepat dibawa untuk ditangani. Kalau tidak, pasien bisa diopname karena tidak mau minum. Kalau flu Singapura, katanya bisa sembuh sendiri,” ungkapnya.
Setelah empat hari terkena virus flu itu, menurut Dewi, kondisi sang anak kini berangsur membaik. Sudah mulai mau makan sedikit, walaupun masih ada trauma karena waktu mulutnya penuh sariawan, terasa sakit jika menelan.
Dikonfirmasi terkait adanya kasus flu Singapura di Makassar, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Sulsel dr Bachtiar Baso, berdalih sejauh ini belum ada laporan yang masuk ke pihaknya.
“Sejauh ini belum ada laporannya yang masuk,” ujarnya, kemarin.
Meski begitu, lanjut dia, ketika sudah ada yang terserang, masyarakat diminta untuk tetap mewaspadainya. Apalagi penyakit ini termasuk menular.
Dia mengatakan, flu Singapura merupakan infeksi menular yang disebabkan oleh virus. Penyakit yang umumnya menyerang anak-anak ini bisa juga terjadi pada orang dewasa.
Penderita flu Singapura biasanya mengalami bintil-bintil berair dan sariawan di dalam mulut, tangan, dan kaki. Terkadang luka-luka tersebut juga muncul di siku, bokong, lutut, dan lipatan paha.
Menurut dia, flu Singapura bisa menular jika mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi tinja penderita. Tidak sengaja menghirup percikan air ludah, cairan hidung atau tenggorakan penderita. Menyentuh benda yang terkontaminasi virus. Kemudian menyentuh mata dan hidung, atau memasukan jari ke dalam mulut.
Flu Singapura membutuhkan pengobatan sekitar 7-10 hari.
Orang tua dapat melakukan perawatan mandiri untuk membantu meredakan gejala apabila anak menderita flu Singapura.

Dinkes Lebih Fokus MR

Sementara Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar, untuk saat ini belum fokus dalam melakukan penanganan penyebaran virus flu Singapura. Alasannya, mereka masih disibukkan dengan program imunisasi Measless Rubella (MR).
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Makassar Hadarati, yang dihubungi kemarin, memilih untuk tidak banyak berkomentar. Menurut dia, pihaknya tengah serius melaksanakan imunisasi MR. Tak mau terganggu dengan masalah-masalah lain. Termasuk flu Singapura.
“Kami di Dinkes Makassar belum urus dulu itu. Sekarang kami sibuk dengan imunisasi MR. Karena saya juga ini tidak dapatpi datanya,” cetus Hadarati, kemarin. (rhm-arf/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top