Kriminal

Padamkan Kebakaran, Dua Personel Damkar Dianiaya

MAKASSAR, BKM — Nasib baik sedang tak berpihak kepada dua petugas pemadam kebakaran ini. Saat bertugas memadamkan api di lokasi kebakaran Jalan Indah Raya RT 05 RW 04, Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo mereka malah mereka jadi sasaran penganiayaan.
Seorang lelaki mengamuk secara membabibuta di lokasi kebakaran. Ia emosi dan panik lantaran rumahnya ludes dilalap si jago merah. Pria itu menuding petugas damkar lambat tiba. Kebakaran berlangsung Kamis malam (2/8) pukul 19.30 Wita.
Dua personel damkar yang dianiaya masing-masing bernama Nanang dan Sahrul. Saat di lokasi, ia tengah memasang selang ke pompa air. Tiba-tiba saja mereka diserang seorang warga, yang belakangan diketahui bernama Arjun.
Atas perbuatannya, Arjun diamankan lalu dibawa ke Mapolsek Tallo. Sementara kedua korban diarahkan untuk melaporkan kejadian yang dialaminya.
Arjun di depan polisi tak henti-hentinya menangis. Ia baru sadar kalau perbuatannya telah mengantar dirinya berurusan dengan pihak kepolisian. Pada saat bersamaan, rumah yang menjadi huniannya selama ini telah dilalap api.
”Saya panik, Pak. Tidak bisa berbuat apa-apa. Begitu petugas pemadam datang, saya kalap hingga memukulnya. Saya mengaku salah kodong. Minta maafka,” ujar Arjun sambil mengusap air matanya.
Kanit Reskrim Polsek Tallo Iptu H Ramli JR, mengaku belum bisa mengambil keputusan atas peristiwa penganiayaan yang dilakukan Arjun. Dirinya masih harus memanggil kedua korban untuk mencari solusi penyelesaiannya.
“Kami tidak bisa mengambil keputusan untuk melepaskan pelaku penganiayaan. Kami berupaya untuk menyelesaikan permasalahan keduanya, dan masih menunggu keputusan korban,” jelas Iptu H Ramli, kemarin.
Dalam peristiwa kemarin, lima unit rumah yang terbakar rata dengan tanah. Sementara dua rumah lainnya dalam kondisi rusak.
Kebakaran diduga bermula dari rumah seorang warga bernama Nurmia. Pemicunya gegara korsleting listrik
Akbar selaku ketua RW 05 yang juga menjadi korban kebakaran, menyebut bahwa lima rumah yang terbakar dihuni 12 kepala keluarga yang terdiri dari 55 jiwa.
”Rumahku juga habis terbakar bersama empat rumah lainnya. Untuk tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kalau kerugian ditaksir mencapai ratusan juta,” ujar Akbar, kemarin.
Dugaan sementara, menurut Akbar, kebakaran dipicu korsleting listrik yang terjadi di sebuah rumah warga. “Kalau dugaan sementara korsleting listrik. Tapi itu kewengan petugas kepolisian,” imbuhnya.
Akbar bersama korban lainnya berharap adanya bantuan dari pemerintah dan para dermawan.
Aparat Polsek Tallo yang berada di lokasi, membantu mengevakuasi barang milik korban dan mengamankannya. Kemudian dilakukan olah TKP, serta mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Juga memasang garis polisi. (ish/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top